Minggu, 14 Maret 2021

Pentingnya Kegiatan Kesenian dan Menjamin Keamanan Anak Pulang Sekolah









Judul I. Kegiatan Kesenian Anak Sepulang Sekolah

Sebuah laporan baru-baru ini dari beberapa peneliti independen menyimpulkan bahwa anak yang berpartisipasi dalam seni dapat meningkatkan perkembangan keterampilan sosial, pribadi dan kognitif mereka.

Program latihan bertemakan seni dapat meningkatkan prestasi akademik dan mengurangi kecenderungan kenakalan.

Hal ini juga akan membantu remaja membentuk sikap positif tentang diri mereka sendiri dan mampu membangun harga dirinya.

Karena program seni itu akan melibatkan komunikasi, interpretasi dan pemahaman simbol kompleks yang ada di mata pelajaran matematika dan bahasa.

Dengan demikian anak bisa memupuk keterampilan analitis tingkat tinggi, keterampilan evaluasi dan keterampilan sintesisnya.

Banyak program bertema kesenian yang membuat anak secara teratur menggunakan berbagai keterampilan sehingga membuatnya dinamis dan serba bisa.

Pengembangan imajinasi, penilaian dan filosofi adalah manfaat sampingan dari aktivitas bertemakan kesenian ini. 

Pembelajaran kelas seni di sekolah biasanya berdurasi pendek sekitar 45 menit.

Tetapi dengan adanya jam tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sepulang sekolah, akan memungkinkan anak untuk terlibat lebih lama.

Jam tambahan yang tepat ini menghasilkan peluang yang lebih memuaskan untuk pengembangan kemampuan tersembunyi pada anak.

Pada gilirannya, anak akan belajar untuk menetapkan standar pencapaian yang tinggi.

Dia akan memahami apa itu fokus berkelanjutan dan belajar bahwa latihan teratur adalah jalan menuju kesempurnaan.

Pada anak yang pemalu atau pendiam, pelajaran teater, pidato dan drama dapat menjadi pelampiasan dari emosi mereka yang terpendam.

Karena drama melibatkan interaksi dengan orang lain, anak bisa belajar mengungkapkan emosi dan pikiran mereka.

Jadi, alasan inilah yang meningkatkan popularitas kegiatan bertema kesenian.

Judul II. Menjaga Keamanan Anak Saat Pulang Sekolah

Ketika orang tua menyekolahkan anak mereka dan mengikuti program sepulang sekolah, mereka menganggap bahwa anak tersebut akan aman.

Namun karena jumlah anak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini terus meningkat, maka perlu diperhatikan masalah keselamatannya.

Anak-anak cukup rentan keamanannya ketika mereka berada di luar kelas.

Saat pergi atau kembali dari sekolah, mereka harus mengetahui rute yang aman untuk dilewati jika pergi dan pulang sendirian.

Banyak anak-anak berkumpul dengan teman-temannya setelah kelas belajar ini selesai. 

Anda bisa mencari tahu zona bahaya dari tetangga Anda dan buat anak-anak menyadarinya.

Anak tersebut harus tahu bagaimana menjaga diri jika ada keadaan darurat.

Lebih baik diskusikan beberapa langkah mengatasi masalah tersebut dengan anak Anda.

Katakan padanya apa yang harus dia lakukan jika kelasnya tiba-tiba dibatalkan, lalu pulang dan berada sendirian di rumah.

Tunjukkan kotak P3K di rumah dan pastikan dia tahu siapa yang harus dihubungi dalam keadaan darurat.

Pasang informasi kontak penting siapa pun di tempat yang mudah diakses oleh anak.

Jika anak akan sendirian di rumah, diskusikan beberapa kejadian yang tidak terduga dengannya.

Katakan padanya untuk selalu menggunakan rantai pengaman pada pintu rumah dan jika belum punya maka disarankan bagi orang tua untuk memasangnya.

Sampaikan kepada tetangga dan teman Anda saat dibutuhkan.

Beri tahu anak Anda siapa yang dapat dihubungi pada saat keadaan darurat.

Minta anak Anda untuk selalu mengabarkan melalui telepon.

Serta yang terpenting, selalu beri tahu anak Anda untuk berada dalam kelompok dan tidak terpisah.

Khususnya anak perempuan, pergi ke toilet sendirian atau pulang melalui jalan sepi adalah hal yang harus dihindari.

Lebih baik jika Anda selaku orang tua bisa mengantar dan menjemputnya ke sekolah atau meminta bantuan abang dan kakaknya.
Baca Juga :