Sabtu, 13 Maret 2021

Kegiatan Sepulang Sekolah Antisipasi Kegemukan dan Disiplin Melakukannya





Ashima Pargal on Unsplash - 

Judul 1. Kegiatan Sepulang Sekolah untuk Hindari Kegemukan

Penelitian dan pengakuan beberapa orang tua menyimpulkan bahwa anak-anak kita terlihat semakin gemuk dari hari ke hari.

Banyak keluarga di seluruh Amerika berjuang untuk menjaga berat badan anak-anak mereka tetap dalam batas yang wajar.

Sebagai orang tua, saya tahu bahwa hampir tidak mungkin bagi saya untuk menatap mata putra saya yang berlinang air mata saat ia meminta cemilan.

Jadi, apa alternatifnya?

Studi menunjukkan bahwa penyebab nomor satu obesitas pada anak-anak bukanlah junk food dan cola, tapi sebenarnya adalah kebiasaan menonton TV atau bermain Gadget.

Anak-anak cenderung sering merebahkan diri ke sofa dan mengunyah makanan dengan gembira saat mereka berada di depan TV.

Namun begitu Televisi dimatikan, keaktifan alami mereka akan menuntunnya untuk melakukan berbagai hal dan menggerakkan tubuh mereka.

Dengan begitu, mereka kemudian akan teralihkan dari kebiasaan makan cemilan yang tak teratur.

Kegiatan rekreasi atau latihan setelah sekolah adalah suatu keharusan jika Anda merasa bahwa anak Anda mulai bertambah gemuk.

Lebih baik Anda memulai aktivitas ini sedini mungkin. Semakin bertambah berat badan anak Anda, semakin keras ia harus berusaha untuk menurunkannya.

Sepak bola, renang, skating dan karate adalah beberapa kegiatan yang dapat dia ikuti. Latihan terstruktur dan disiplin hanya mungkin didapat jika anak dimasukkan ke dalam kelas latihan.

Demi menjaga kesehatannya itulah mengapa seorang anak yang kelebihan berat badan harus dimasukkan ke dalam program latihan seperti ini setelah sekolah.

Judul 2. Pentingnya Disiplin Pada Kegiatan di Luar Sekolah

Seberapa pentingnya disiplin dalam program setelah sekolah adalah hal yang juga perlu kita pikirkan.

Karena sebagian besar kegiatan bersifat praktek, apakah program itu harus memiliki aturan yang ketat?

Disiplin di sini sama pentingnya seperti dalam kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah. Anak itu dikirim ke kelas latihan karena Anda ingin dia belajar lebih banyak.

Disiplin dalam satu bentuk atau lainnya diperlukan untuk memfasilitasi pembelajaran anak-anak.

Setiap program harus dimulai dengan merancang dan menetapkan aturan. Pelatih atau pengajar harus menjelaskan setiap aturan dan dengan demikian dapat mencegah permasalahan di luar.

Apalagi jika anak-anak ikut kelas karate, perlu diberi tahu bahwa karate bukan untuk berbuat jahat dan tawuran. Akan tetapi karate dipelajari untuk melindungi diri, olahraga dan kebaikan.

Perilaku negatif seperti perkelahian harus dicegah sedini mungkin dan ditangani secepatnya ketika itu terjadi. Atasi masalah tersebut dengan bijak sehingga dapat meminimalisir kekacauan.

Tidak bijaksana untuk menutup mata terhadap perilaku negatif anak-anak seperti ini.

Karena perilaku perkelahian itu mudah tersebar dan jika tidak dihindari kemungkinan Anda akan memiliki banyak masalah.

Walaupun beberapa dari mereka ada yang menolak, sebenarnya lebih banyak anak-anak yang patuh pedoman dan aturan yang berlaku di lingkungannya.

Penting diketahui bahwa ketika seorang anak berperilaku tidak baik, hal itu sebagian besar disebabkan oleh keinginan untuk diperhatikan.

Seorang guru atau pelatih harus mengamati anak-anak dan mencari tahu apa yang diinginkan anak tersebut. 

Bicaralah dengannya sebaik mungkin sehingga Anda dapat memahami apa yang dia inginkan.

Tindakan sanksi dan hukuman yang tepat harus diambil jika tidak ada alasan yang mendukungnya untuk berperilaku buruk.
Baca Juga :