Minggu, 01 November 2020

AS Hibahkan Rp 280 M Kepada Universitas Guna Penelitian Energi Alternatif









Photo by Victoria Heath on Unsplash - 

Beberapa dekade penelitian pohon dan biomassa yang dilakukan bersama oleh Florida Statue University dan Shell Energy telah menghasilkan penanaman dengan nama “Perkebunan Tanaman Energi” tunggal terbesar di seluruh Amerika Serikat.

Perkebunan ini memiliki luas sekitar 130 hektar dan merupakan rumah bagi lebih dari 250.000 pohon yang ditanam termasuk pohon kapuk asli daerah tersebut dan kayu putih bersama dengan berbagai tanaman baris seperti kedelai.

Organisasi “pohon super” ini dibentuk sebagai hasil dari penelitian bersama Universitas dengan lembaga lain termasuk Shell, Departemen Energi AS, dan Institut jurusan umum lainnya.

Ada juga kelompok dari berbagai individu yang bekerja untuk mengembangkan sumber energi alternatif mereka yang berkeinginan untuk tidak bergantung pada bahan bakar fosil di masa depan.

Penelitian ini difokuskan pada penanaman dan pemrosesan pasokan energi biomassa dari tanaman cepat tumbuh yang dikenal sebagai “biomassa loop tertutup” atau sebutan lainnya “tanaman energi”.

Proyek ini berupaya untuk mengembangkan pembangkit listrik seperti pabrik penyedia bubur kayu atau serat kayu.

Biogas bersih untuk dijadikan sebuah industri pembangkit listrik bersumber dari tanaman, seperti tebu yang dapat digunakan untuk pengembangan etanol dan tanaman kedelai untuk produksi bahan bakar biodiesel.

Keterlibatan universitas dalam penelitian energi alternatif juga berlangsung di Penn State University.

Di Penn State, penelitian khusus difokuskan pada pengembangan tenaga hidrogen sebagai sumber energi alternatif praktis.

Para peneliti yang terlibat yakin bahwa umat manusia sedang bergerak menuju ekonomi berbahan bakar hidrogen karena kebutuhan kita untuk mengurangi polusi udara dan menemukan sumber energi lain selain minyak bumi untuk menghidupkan Amerika Serikat dan sekitarnya.

Energi hidrogen disebut-sebut menjadi pembakar bersih dan dapat diperbarui tanpa henti, karena dapat diambil dari air dan tanaman.

Tenaga hidrogen dengan demikian akan menjadi sumber energi berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam infrastruktur AS sendiri walaupun pasokan minyak dunia yang terjangkau sedang memuncak atau menurun.

Universitas berupaya membantu pengembangan komersial sel bahan bakar bertenaga hidrogen yang dapat digunakan sebagai pengganti atau bersama-sama dengan mesin pembakaran lain untuk semua kendaraan bermotor kita.

Ketika Presiden Bush dahulu mengumumkan inisiatif energi alternatifnya, dia memutuskan bahwa pemerintah akan mengembangkan lima pusat "Sun Grant" untuk penelitian terkonsentrasi. 

Oregon State University mendapat kehormatan karena telah dipilih sebagai salah satu pusat pengembangan energi ini.

Mereka juga telah dialokasikan hibah pemerintah sebesar $ 20 juta sekitar Rp 280 Milyar ($1 = Rp 14.000) untuk masing-masing universitas selama empat tahun ke depan untuk menjalankan misinya.

OSU akan memimpin dalam penelitian energi alternatif karena mewakili kepentingan Kepulauan Pasifik, Wilayah Pasifik AS, dan sembilan negara bagian barat.

Presiden OSU Edward Ray mengatakan, penelitian yang dilakukan melalui pusat Sun Grant OSU akan berkontribusi langsung pada kehidupan kita sebagai tantangan dari Presiden Bush untuk kemandirian energi. 

Penelitian khusus tentang energi alternatif sedang dilakukan di OSU oleh berbagai tim ilmuwan dan masih akan terus berlanjut.

Termasuk sebuah proyek untuk mencari cara bagaimana secara efisien mengubah produk seperti jerami menjadi sumber bahan bakar biomassa terbarukan.

Serta satu lagi penelitian mereka yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana mengkonversi serat kayu secara efisien menjadi bahan bakar cair.
Baca Juga :