Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts
Showing posts with label TEKNOLOGI. Show all posts

Tuesday, November 3, 2020

Tenaga Angin Solusi Layak Kebutuhan Energi Alternatif dan Menguntungkan


Meskipun pada awalnya jauh lebih mudah dan murah untuk terhubung ke jaringan perusahaan listrik lokal daripada kita memasang dan menghubungkan kabel ke turbin angin.
Photo by Science in HD on Unsplash

Namun dalam jangka panjang kita dapat menghemat uang dengan memanfaatkan tenaga angin untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjadi lebih mandiri.

Tidak menanggung beban tagihan listrik sambil menikmati keuntungan dari gaya hidup modern dan penuh peralatan elektronik canggih adalah kebebasan yang luar biasa.

Tetapi faktanya saat ini adalah tagihan listrik dan bahan bakar terus meningkat.

Apablia kita mempunyai pembangkit listrik dari turbin angin sendiri, maka biaya tagihan akan berkurang bahkan nol karena biaya pemasangan dan penyambungan turbin angin juga terus menurun.

Penurunan itu disebabkan oleh seiring dengan meningkatnya permintaan dan kesuksesan komersial telah diwujudkan oleh berbagai perusahaan yang memproduksi turbin dan melakukan penelitian teknologi untuk membuatnya semakin efisien.

Selain itu, orang-orang semakin banyak beralih dari jaringan listrik tradisional dan bahan bakar fosil ke energi alternatif karena beberapa alasan pribadi mereka.

Diantaranya yaitu keinginan untuk membebaskan diri, hidup jauh dari perkotaan atau pindah ke pedesaan tanpa harus menjadi manusia primitif.

Faktor perpindahan itu seperti adanya masalah politik, ketakutan akan kejahatan, perebutan lahan, masalah jaringan listrik, atau kekhawatiran orang tentang lingkungannya.

Sekali lagi, motivasi untuk menjauh dari sumber energi tradisional ini akan menyebabkan orang mencari tenaga angin untuk energi alternatif mereka.

Cara ini juga memberikan lebih banyak peluang bisnis bagi pengusaha untuk mendapatkan keuntungan dari produksi dan pemeliharaan turbin angin yang berimbas pada penurunan biaya untuk konsumen.

Di hampir 30 negara bagian Amerika Serikat pada saat penulisan pertama artikel ini, pemilik rumah yang tetap berada dalam jaringan listrik biasa, tetapi juga menggunakan energi angin atau bentuk alternatif lainnya berhak mendapatkan potongan harga atau keringanan pajak dari pemerintah negara bagian sebesar 50% dari total biaya dengan energi "hijau" mereka.

Selain itu, ada 35 negara bagian dimana para pemilik rumah ini diizinkan untuk menjual kelebihan energi mereka kembali ke perusahaan listrik berdasarkan apa yang disebut dalam undang-undang pengukuran bersih.

Tarif yang dibayar oleh perusahaan listrik lokal untuk energi ini adalah tarif ritel standar, dengan kata lain pemilik rumah sebenarnya mendapat untung dari produksi energi mereka sendiri.

Beberapa anggota parlemen federal mendorong pemerintah federal untuk mengamanatkan keringanan pajak ini dan insentif tenaga angin di 50 negara bagian lainnya.

Jepang dan Jerman sudah memiliki program insentif nasional ini. Namun, hal ini banyak ditangani secara regional oleh hukum negara bagian.

"Tidak akan benar-benar ada peran dari pemerintah federal," kata Craig Stevens dari Departemen Energi. 

Dan seperti yang bisa dibayangkan, ada perusahaan listrik yang merasa tidak adil jika mereka harus membayar harga eceran kepada masyarakat.

“Kami seharusnya hanya perlu membayar Anda dengan tarif grosir untuk listrik Anda,” menurut Bruce Bowen, direktur kebijakan regulasi Pacific Gas & Electric.

Perusahaan tampaknya lebih khawatir kehilangan keuntungan jangka pendek mereka daripada keuntungan jangka panjang dari peningkatan penggunaan turbin angin atau ladang angin.

Kepala Pusat Efisiensi Energi dan Teknologi Terbarukan California, V. John White mengatakan kekuatan kualitaslah yang akan memperkuat jaringan listrik kita.

Sunday, November 1, 2020

AS Hibahkan Rp 280 M Kepada Universitas Guna Penelitian Energi Alternatif


Beberapa dekade penelitian pohon dan biomassa yang dilakukan bersama oleh Florida Statue University dan Shell Energy telah menghasilkan penanaman dengan nama “Perkebunan Tanaman Energi” tunggal terbesar di seluruh Amerika Serikat.
Photo by Victoria Heath on Unsplash

Perkebunan ini memiliki luas sekitar 130 hektar dan merupakan rumah bagi lebih dari 250.000 pohon yang ditanam termasuk pohon kapuk asli daerah tersebut dan kayu putih bersama dengan berbagai tanaman baris seperti kedelai.

Organisasi “pohon super” ini dibentuk sebagai hasil dari penelitian bersama Universitas dengan lembaga lain termasuk Shell, Departemen Energi AS, dan Institut jurusan umum lainnya.

Ada juga kelompok dari berbagai individu yang bekerja untuk mengembangkan sumber energi alternatif mereka yang berkeinginan untuk tidak bergantung pada bahan bakar fosil di masa depan.

Penelitian ini difokuskan pada penanaman dan pemrosesan pasokan energi biomassa dari tanaman cepat tumbuh yang dikenal sebagai “biomassa loop tertutup” atau sebutan lainnya “tanaman energi”.

Proyek ini berupaya untuk mengembangkan pembangkit listrik seperti pabrik penyedia bubur kayu atau serat kayu.

Biogas bersih untuk dijadikan sebuah industri pembangkit listrik bersumber dari tanaman, seperti tebu yang dapat digunakan untuk pengembangan etanol dan tanaman kedelai untuk produksi bahan bakar biodiesel.

Keterlibatan universitas dalam penelitian energi alternatif juga berlangsung di Penn State University.

Di Penn State, penelitian khusus difokuskan pada pengembangan tenaga hidrogen sebagai sumber energi alternatif praktis.

Para peneliti yang terlibat yakin bahwa umat manusia sedang bergerak menuju ekonomi berbahan bakar hidrogen karena kebutuhan kita untuk mengurangi polusi udara dan menemukan sumber energi lain selain minyak bumi untuk menghidupkan Amerika Serikat dan sekitarnya.

Energi hidrogen disebut-sebut menjadi pembakar bersih dan dapat diperbarui tanpa henti, karena dapat diambil dari air dan tanaman.

Tenaga hidrogen dengan demikian akan menjadi sumber energi berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam infrastruktur AS sendiri walaupun pasokan minyak dunia yang terjangkau sedang memuncak atau menurun.

Universitas berupaya membantu pengembangan komersial sel bahan bakar bertenaga hidrogen yang dapat digunakan sebagai pengganti atau bersama-sama dengan mesin pembakaran lain untuk semua kendaraan bermotor kita.

Ketika Presiden Bush dahulu mengumumkan inisiatif energi alternatifnya, dia memutuskan bahwa pemerintah akan mengembangkan lima pusat "Sun Grant" untuk penelitian terkonsentrasi. 

Oregon State University mendapat kehormatan karena telah dipilih sebagai salah satu pusat pengembangan energi ini.

Mereka juga telah dialokasikan hibah pemerintah sebesar $ 20 juta sekitar Rp 280 Milyar ($1 = Rp 14.000) untuk masing-masing universitas selama empat tahun ke depan untuk menjalankan misinya.

OSU akan memimpin dalam penelitian energi alternatif karena mewakili kepentingan Kepulauan Pasifik, Wilayah Pasifik AS, dan sembilan negara bagian barat.

Presiden OSU Edward Ray mengatakan, penelitian yang dilakukan melalui pusat Sun Grant OSU akan berkontribusi langsung pada kehidupan kita sebagai tantangan dari Presiden Bush untuk kemandirian energi. 

Penelitian khusus tentang energi alternatif sedang dilakukan di OSU oleh berbagai tim ilmuwan dan masih akan terus berlanjut.

Termasuk sebuah proyek untuk mencari cara bagaimana secara efisien mengubah produk seperti jerami menjadi sumber bahan bakar biomassa terbarukan.

Serta satu lagi penelitian mereka yang bertujuan untuk mempelajari bagaimana mengkonversi serat kayu secara efisien menjadi bahan bakar cair.

Saturday, October 31, 2020

Cara Pintar Militer Amerika Serikat Menggunakan Energi Alternatif


Militer AS tahu bahwa cabangnya harus mengubah pemikiran mereka tentang bagaimana terlibat dalam "kawasan perang" di dunia baru pasca-Perang Dingin abad ke-21.
Photo by jan abellan on Unsplash

Satu hal yang ditekankan oleh para pemimpin militer mereka adalah keinginan agar pasukan yang ditempatkan di kawasan dapat lebih mandiri dalam penggunaan energi listrik.

Saat ini militer AS memiliki kebijakan dan prosedur untuk berinteraksi dengan sekutu atau penduduk lokal yang simpatik untuk membantu pasukannya di lapangan mendapatkan energi dan air bersih yang mereka butuhkan ketika terlibat dalam kampanye militer asing.

Namun, ini tidak sepenuhnya dapat diandalkan, karena AS mungkin akan menghadapi aktivitas militer sepihak.

Atau bahkan berada dalam situasi di mana sekutu tidak dapat membantu dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan militer dengan sukses.

Militer AS sangat tertarik pada energi alternatif tertentu yang dengan penelitian dan pengembangan teknologi yang tepat.

Maka dengan cara itu dapat membuatnya tidak bergantung pada energi atau setidaknya lebih dari kebutuhan itu di medan perang.

Salah satu hal yang sangat menarik minat militer di sepanjang jalur ini adalah pengembangan reaktor nuklir kecil, yang bisa menjadi portabel untuk menghasilkan listrik kawasan lokal.

Militer terkesan dengan betapa bersihnya reaktor nuklir tersebut dan efisiensi energinya.

Menjadikannya portabel dimaksudkan untuk peperangan khusus pada operasi militer berskala kecil yang sangat dibutuhkan saat ini dan akan mereka teliti lebih lanjut.

Hal yang paling menonjol menurut militer AS tentang reaktor nuklir kecil ini adalah akan berguna kembali karena melibatkan senyawa hidrogen untuk sel bahan bakar yang berasal dari air laut.

Ia juga berpikir bahwa ketika berhasil mengubah air laut menjadi bahan bakar hidrogen, cara ini akan memiliki dampak negatif yang lebih kecil terhadap lingkungan daripada praktik yang saat ini diterapkan di lapangan.

Faktanya, air laut merupakan kepentingan tertinggi militer dalam hal penyediaan energi alternatif.

Air laut dapat diperoleh tanpa henti untuk menghasilkan hidrogen, yang pada gilirannya bisa memberi daya pada sel bahan bakar yang canggih.

Menggunakan teknik OTEC, air laut yang banyak juga dapat diubah menjadi air bersih yang dapat diminum.

Air minum dan hidrogen untuk menghasilkan tenaga listrik adalah dua hal yang paling dibutuhkan oleh pasukan militer yang dikerahkan di masa depan.

Di dalam inti reaktor nuklir yang sebagaimana disebutkan di atas adalah perangkat yang sangat menarik.

Dikemas dalam bentuk portabel, akan sangat bermanfaat bagi militer AS yang sering menghadapi suhu lebih dari 1000 derajat Celcius.

Ketika tingkat suhu ini dicampur dengan prosedur pemisahan air termo kimiawi, mereka menyatakan memiliki cara paling efisien untuk memecah air menjadi bagian-bagian komponennya, yaitu molekul hidrogen dan oksigen.

Mineral dan garam yang terkandung dalam air laut harus diekstraksi melalui proses desalinasi untuk mempermudah proses pemisahan air.

Bahan itu kemudian dapat digunakan, seperti vitamin atau tempat garam, atau dikirim kembali ke laut untuk di daur ulang.

Menggunakan kekuatan reaktor nuklir untuk mengekstraksi hidrogen ini dari laut, kemudian memasukkannya ke dalam sel bahan bakar yang dapat menggerakkan pesawat, tank, kendaraan darat, dan sejenisnya yang jelas merupakan prioritas utama R & D militer.

Friday, October 30, 2020

Beberapa Perusahaan Raksasa Pemasok Energi Alternatif di Amerika Serikat


Amelot Holdings adalah perusahaan yang saat ini mengkhususkan diri dalam pengembangan pabrik biodiesel dan etanol di seluruh AS.
Photo by Science in HD on Unsplash

Tujuan Amelot adalah untuk membangun hubungan antara berbagai pemasok energi alternatif yang merupakan peneliti atau produsen biodiesel dan etanol untuk mencapai tujuan mereka dengan profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.

Amelot memperjelas pentingnya pemasok energi alternatif ini melalui perumusan usaha patungan, merger, dan kontrak konstruksi.

Selain itu ada Environmental Power yang merupakan pemasok energi alternatif yang memiliki dua anak perusahaan.

Salah satunya adalah Microgy, yang merupakan cabang penelitian dan pengembangan Environmental Power.

Microgy adalah pengembang fasilitas biogas untuk produksi energi terbarukan yang hemat biaya dan bersih lingkungan yang berasal dari makanan dan produk limbah pertanian.

Bahan bakar biogas ini dapat digunakan dalam sejumlah pengaplikasian yang bermacam-macam.

Bahan bakar ini dapat digunakan dalam mesin ruang bakar yang digunakan secara langsung untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Bahan bakar yang dibersihkan agar memenuhi standar gas alam dan kemudian disalurkan ke kantor atau rumah untuk sumber pemanas.

Anak perusahaan Environmental Power lainnya adalah Buzzard Power. Buzzard memiliki fasilitas listrik 83 megawatt yang menghasilkan energi ramah lingkungan dari limbah batubara yang ditambang.

Pengawas lingkungannya mengatakan, kami memiliki sejarah panjang dan sukses dalam mengembangkan fasilitas energi bersih.

Sejak tahun 1982 kami telah mengembangkan, memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air, proyek limbah kota, fasilitas pembangkit berbahan bakar batubara, dan fasilitas pembangkit gas bersih dan pemulihan energi.

Kami bangga memiliki tim manajemen dan dewan direksi yang terdiri dari para pemimpin terbaik dari sektor publik maupun swasta, termasuk industri energi, pertanian dan keuangan.

Intrepid Technology and Resources, Inc, adalah perusahaan yang mengolah limbah menjadi gas alam sebagai sumber energi alternatif.

Visi perusahaan berpusat pada fakta bahwa AS menghasilkan dua miliar ton kotoran hewan setiap tahun, sementara pasokan gas alam di AS semakin menipis.

ITR membangun pengolah sampah organik lokal untuk lumbung-lumbung sampah organik.

Fasilitas ini menghasilkan, membersihkan, dan mendistribusikan gas metana dari sampah organik. Gas metana adalah alternatif gas alam yang cukup layak digunakan.

ITR saat ini beroperasi di Idaho dengan rencana ekspansi nasional. Nathaniel Energy adalah perusahaan dengan tujuan melindungi lingkungan dan meminimalkan total biaya kepemilikan bisnis.

Sistem Pelestarian Nilai Total Energi Nathaniel (TVPS) memberikan perusahaan manfaat unik melalui pengakuan Nathaniel atas potensi energi alternatif dari bahan yang biasanya dilihat tidak lebih dari limbah atau polutan.

Teknologi Nathaniel Energy memungkinkan terjadinya ekstraksi dan mengubah hampir semua energi potensial yang terkunci dalam bahan limbah menjadi energi alternatif.

Semua ini diproduksi hampir tanpa biaya tambahan di luar biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memasang sistem pengendalian dan pencegahan polusi.

TVPS inovatif Nathaniel Energy memulihkan sumber daya berharga yang telah gagal dilakukan oleh proses lain.

Sepanjang keseluruhan prosesnya, jumlah maksimum bahan atau sumber yang berharga dipulihkan untuk digunakan kembali, yang menghasilkan penurunan biaya dan perlindungan lingkungan.

Proses pembersihan dan pengendalian polusi biasanya menjadikan bahan-bahan ini sebagai kontaminan belaka yang dihancurkan atau dibuang.

Oleh karena itu, TVPS menurunkan total biaya kepemilikan bisnis melalui penyediaan aliran pendapatan tambahan melalui pengolahan mereka.

Pemanfaatan Tenaga Surya Skala Besar Sebagai Energi Alternatif Negara Maju


Sel fotovoltaik yang berada dalam kotak hitam dan susunannya terdiri dari beberapa panel surya melalui teknologi yang maju akan semakin efisien.
Photo by Vivint Solar on Unsplash

Sepanjang waktu secara bertahap akan lebih murah berkat desain yang semakin baik. Karena semuanya dapat memfokuskan sinar matahari terkumpul pada titik yang semakin terkonsentrasi.

Ukuran sel juga semakin berkurang seiring dengan meningkatnya efisiensi. Yang berarti bahwa setiap sel menjadi lebih murah untuk diproduksi dan sekaligus lebih produktif.

Berdasarkan perkiraan biaya yang telah diperhitungkan, harga produksi energi yang dihasilkan matahari per watt dalam 1 jam telah turun menjadi $ 4,00 pada saat penulisan artikel ini.

Berbeda dengan pada saat 17 tahun yang lalu, harga produksi memakan biaya hampir dua kali lipat. 

Pembangkit listrik tenaga surya tentunya baik untuk lingkungan, karena bentuk alternatif penghasil energi ini mengeluarkan emisi nol sama sekali ke atmosfer dan hanya menggunakan salah satu hal yang paling alami sebagai penggeraknya. 

Sel-sel pengumpul tenaga surya perlahan tapi pasti semakin praktis untuk ditempatkan di atas atap rumah masyarakat.

Dan sel tenaga surya bukanlah sistem yang sulit digunakan untuk menghangatkan rumah, membuat air panas, atau menghasilkan listrik.

Dalam kasus penggunaan sel fotovoltaik untuk penghasil air panas, sistem bekerja dengan membuat air terkumpul di dalam sel, di mana ia dipanaskan dan kemudian dikirim ke kamar mandi melalui pipa.

Sel fotovoltaik menjadi semakin baik dalam mengumpulkan cukup radiasi dari matahari bahkan pada hari mendung atau badai.

Satu perusahaan terbaik, contohnya Uni-Solar telah mengembangkan susunan pengumpulan tenaga surya untuk rumah yang bekerja dengan baik pada cuaca mendung.

Melalui sistem yang lebih berteknologi maju itu mampu menyimpan lebih banyak energi pada satu waktu selama hari-hari diterangi matahari daripada susunan sebelumnya.

Sebenarnya ada sistem tenaga surya lain yang tersedia untuk digunakan yaitu Sistem PV. Sistem PV ini terhubung ke jaringan listrik terdekat.

Setiap kali ada kelebihan energi matahari yang dikumpulkan di rumah tertentu, energi itu ditransfer ke jaringan listrik untuk digunakan bersama.

Sistem ini sebagai cara untuk mengurangi ketergantungan jaringan pada produksi listrik yang digerakkan oleh tenaga air. 

Tenaga surya yang terhubung ke Sistem PV dapat menekan biaya Anda dibandingkan dengan energi matahari penuh, sekaligus mengurangi polusi dan mengurangi tekanan dari sistem jaringan.

Beberapa daerah merancang susunan pengumpulan tenaga surya terpusat untuk kota-kota kecil atau komunitas pinggiran kota.

Beberapa perusahaan besar telah menyatakan bahwa mereka juga mulai menggunakan tenaga surya. 

Karena indikasi lebih lanjut menjelaskan bahwa energi yang dihasilkan matahari menjadi sumber energi alternatif yang layak secara ekonomi.

Google memasang pembangkit listrik tenaga surya sebesar 1,6 megawatt di atap kantor pusat perusahaannya, sementara Wal Mart ingin memasang sistem 100 megawatt miliknya yang sangat besar.

Negara-negara seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss telah mendorong produksi energi surya dengan memberikan subsidi pemerintah.

Mereka juga memberikan keringanan pajak kepada perusahaan dan individu yang setuju untuk menggunakan tenaga surya untuk menghasilkan panas atau tenaga listrik.

Seiring kemajuan teknologi dan penyimpanan bahan pengumpulan tenaga surya yang lebih besar tersedia, semakin banyak investor swasta akan melihat nilai dari investasi dalam teknologi hijau ini dan lebih jauh lagi implementasinya.

Wednesday, October 28, 2020

Plus Minus Memanfaatkan Tenaga Panas Bumi Sebagai Energi Alternatif


Kita harus melakukan segala cara dan peluang untuk mengembangkan teknologi energi panas bumi.
Photo by adrian korpal on Unsplash

Ini adalah sesuatu yang sebagian besar belum dimanfaatkan dari potensi energi alternatif yang luar biasa, karena hanya memanfaatkan energi panas yang secara alami diproduksi oleh Bumi itu sendiri.

Terdapat sejumlah besar kekuatan yang berada di bawah kerak permukaan bumi tempat kita tinggal dan beraktivitas. Maka yang perlu kita lakukan hanyalah memanfaatkannya dengan baik.

Di inti bumi, suhunya mencapai 60 (enam puluh) kali lebih besar dari suhu air yang dimasak.

Panas yang luar biasa ini bisa menciptakan tekanan yang terus aktif dan hanya berada beberapa mil di bawah kita. Tekanan inilah yang menghasilkan energi dalam jumlah besar.

Cairan super panas berupa magma yang kita lihat kekuatan dan energinya setiap kali ada saat letusan gunung berapi dan siap menghancurkan apa saja yang dilewatinya.

Cairan ini menimbulkan uap panas dan menembus ke permukaan yang keluar dari ventilasi kulit bumi.

Dari sinilah kita bisa membuat ventilasi sendiri, membuat ruang penahanan magma dan mengubah semua energi ini menjadi listrik untuk menerangi dan menghangatkan rumah kita.

Dalam pembuatan pembangkit listrik tenaga panas bumi, sebuah sumur akan digali dimana ada sumber magma atau fluida panas yang baik.

Perpipaan akan dipasang ke sumbernya dan fluida diarahkan ke permukaan untuk menghasilkan uap yang dibutuhkan.

Uap akan memutar mesin turbin dan akan menghasilkan listrik. Namun, ada beberapa kritik tentang pengambilan energi panas bumi yang menghambat penerapan yang seharusnya dilakukan dalam skala besar.

Kritikus mengatakan bahwa studi dan penelitian untuk menemukan area yang banyak sumber panas itu terlalu mahal dan memakan terlalu banyak waktu.

Lalu ada lebih banyak biaya besar yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan tidak ada jaminan pembangkit listrik itu menghasilkan keuntungan.

Beberapa lokasi geotermal, setelah dilakukan penggalian mungkin ditemukan sumber panas tetapi tidak menghasilkan cukup banyak uap untuk pembangkit listrik yang dapat bertahan atau diandalkan.

Dan kami juga mendengar dari para pencinta lingkungan yang khawatir dengan memunculkan magma dapat membawa materi yang berpotensi berbahaya bagi lingkungan.

Namun, manfaat besar dari energi panas bumi ini akan didapatkan sambil meminimalisir risiko darinya jika saja kita dapat mendalami sumber ini lebih jauh.

Fakta bahwa energi geothermal ini hanyalah energi dari bumi itu sendiri yang berarti tidak menghasilkan polutan.

Energi panas bumi sangat efisien dengan upaya yang diperlukan untuk menyalurkannya minimal setelah lokasi ditemukan dan pembangkit listrik didirikan.

Lebih lanjut, pembangkit listrik tenaga panas bumi tidak perlu lahan sebesar pembangkit biasanya, bendungan raksasa, atau fasilitas energi atom yang dengan demikian gangguan lingkungan akan berkurang.

Dan tentu saja, ini adalah bentuk energi alternatif yang dengan menggunakannya berarti kita menjadi kurang bergantung pada minyak dan batu bara.

Mungkin yang paling penting dari semuanya adalah kita tidak akan pernah kehabisan energi panas bumi.

Ini bukanlah komoditas yang akan terus menjadi lebih mahal dalam bentuk mata uang nyata seiring berjalannya waktu, karena energi tersebut ada di mana-mana.

Energi panas bumi diharapkan pada akhirnya akan sangat murah, setelah penyelidikan dan modal biaya pembangunan pembangkit listrik diperoleh kembali.

Bahan Bakar Terbarukan Panas Bumi, Biogas, Turbin Angin, Surya untuk Energi Alternatif


Jerman benar-benar unggul dalam hal sumber bahan bakar terbarukannya dan telah menjadi salah satu pemeran utama dalam permainan energi alternatif.
Photo by Science in HD on Unsplash

Di bawah naungan undang-undang pasokan listrik nasional, rakyat Jerman mencetak rekor dunia pada tahun 2006 dengan menginvestasikan lebih dari $ 10 miliar (AS) dalam penelitian, pengembangan, dan implementasi turbin angin, pembangkit listrik biogas, dan sel pengumpul tenaga surya.

"Undang-undang pakan" Jerman mengizinkan pemilik rumah Jerman untuk menyambungkan jaringan listrik melalui beberapa sumber energi terbarukan dan kemudian menjual kembali ke perusahaan listrik setiap kelebihan energi yang diproduksi dengan harga eceran.

Insentif ekonomi ini telah menghantarkan Jerman ke posisi nomor satu di antara semua negara dalam hal jumlah susunan tenaga surya yang beroperasi, pembangkit biogas, dan turbin angin.

Listrik 50 terawatt/jam yang dihasilkan oleh sumber energi terbarukan ini menyumbang 10% dari semua produksi energi Jerman per tahun.

Pada tahun 2006 saja, Jerman memasang 100.000 sistem pengumpulan energi matahari.

Di AS, perusahaan BP telah mendirikan Energy Biosciences Institute (EBI) untuk mempelopori upaya penelitian dan pengembangan baru yang ekstensif ke dalam sumber energi terbarukan dengan pembakaran bersih, terutama biofuel untuk kendaraan darat.

Investasi BP mencapai $ 50 juta (AS) per tahun selama dekade berikutnya. EBI ini secara fisik akan berlokasi di University of Illinois Urbana-Champaign.

Universitas bermitra dengan BP, dan akan bertanggung jawab untuk penelitian dan pengembangan tanaman bahan bakar nabati baru, sistem pertanian penghasil biofuel, dan mesin untuk menghasilkan bahan bakar terbarukan dalam bentuk cair untuk kendaraan mobil.

Universitas secara khusus akan menjadi ujung tombak upaya dalam bidang rekayasa genetika sehubungan dengan penciptaan tanaman biofuel yang lebih maju.

EBI juga akan memiliki inovasi teknologi titik fokus utama untuk mengubah hidrokarbon berat menjadi bahan bakar yang bebas polusi dan sangat efisien.

Juga di AS, pertempuran berkecamuk antara Kongres dan Geothermal Energy Association (GEA).

Direktur Eksekutif GEA Karl Gawell baru-baru ini menulis surat kepada Kongres dan Departemen Energi.

Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa DOE dan OMB tidak hanya kembali ke desakan irasional mereka untuk menghentikan program penelitian panas bumi adalah dengan menjadwalkan sidang kongres khusus tentang panas bumi, energi, potensinya, dan peran penelitian federal.

Lebih lanjut, Gawell melanjutkan dengan mengatakan bahwa studi terbaru oleh National Research Council, Western Governors Association Clean Energy Task Force dan Massachusetts Institute of Technology.

Kesemuanya mendukung perluasan pendanaan penelitian panas bumi untuk mengembangkan teknologi yang diperlukan agar memanfaatkan sumber energi domestik terbarukan yang luas dan belum dimanfaatkan ini.

Pendukung energi panas bumi, seperti penulis ini kagum dengan kesadaran yang sangat kecil yang dimiliki masyarakat tentang manfaat besar yang akan diberikan oleh penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif terbarukan bagi AS, baik secara praktis maupun ekonomis.

Energi panas bumi sudah lebih murah untuk diproduksi dalam kilowatt per jam daripada batu bara yang ditambang di Amerika Serikat.

Energi panas bumi sebenarnya sudah tersedia, hanya beberapa mil di bawah kaki kita dan mudah diakses melalui pengeboran.

ORMAT adalah salah satu perusahaan yang merupakan produsen energi panas bumi terbesar ketiga di AS dan memiliki pabrik di beberapa negara berbeda.

Dan sudah menjadi bisnis besar yang bernilai miliaran dolar per tahun. Mereka juga mengatakan energi panas bumi jelas layak secara ekonomi.