Minggu, 25 Oktober 2020

4 Sumber Daya Energi Alternatif, Bisa Dioptimalkan Sebaik Mungkin





Photo by Max Kukurudziak on Unsplash - 

Ada berbagai bentuk energi alternatif yang tersedia, salah satunya yang pertama adalah tenaga surya. Tenaga surya digerakkan oleh sel fotovoltaik ini semakin murah dan semakin canggih.

Tenaga surya dapat digunakan untuk listrik, pemanas ruangan dan pembuatan air panas. Energi matahari tidak menghasilkan polusi, karena masukannya sepenuhnya berasal dari sinar matahari.

Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar kita dapat memanfaatkan energi matahari secara lebih ekonomis.

Untuk saat ini, sumber daya ini agak terlalu bersyarat dengan harus adanya baterai penyimpanan diperlukan untuk digunakan sebagai cadangan di malam hari dan pada hari-hari cuaca kurang baik.

Selanjutnya kedua, yaitu energi angin yang telah menjadi sumber energi alternatif yang paling banyak diinvestasikan oleh investor swasta dan pemerintah secara bersama-sama.

Susunan panjang kincir angin 3 jari-jari telah ditempatkan di mana-mana sumber ladang angin, untuk menangkap gerakan angin dan menggunakan energi kinetiknya yang diubah menjadi energi mekanik atau listrik.

Tentu, tidak ada yang baru tentang konsep kincir angin dalam menciptakan energi listrik. Turbin angin modern adalah variasi yang lebih maju dari jenis yang lama.

Tentu saja kekurangan memanfaatkan energi angin adalah saat kondisi hari tenang tidak ada angin sama sekali.

Selama masa-masa ini perusahaan listrik yang menyalakan rumah atau kantor Anda tidak akan bekerja dan energi angin tidak sepenuhnya independen.

Ketiga, energi hidroelektrik tersedia sebagai sumber energi alternatif dan dapat menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah besar.

Sederhananya, energi hidroelektrik menggunakan gerakan air yang alirannya sebagai respons terhadap gravitasi, artinya air akan menuruni bukit untuk memutar turbin yang kemudian menghasilkan energi listrik.

Tak perlu diragukan lagi, air ada di mana-mana. Oleh karena itu, menemukan sumber air untuk menggerakkan turbin hidroelektrik tidak lah terlalu menjadi masalah.

Namun, pembangkit listrik tenaga air sebagai sumber energi alternatif bisa jadi rumit dan mahal untuk diproduksi.

Bendungan dibangun gunanya untuk dapat mengontrol aliran air secara memadai untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan.

Membangun bendungan untuk menyimpan dan mengendalikan potensi air dan energi kinetik membutuhkan kerja yang cukup banyak.

Lalu membangun dan mengontrol bendungan juga rumit dan para konservasionis semakin khawatir akan hal itu.

Tentunya bendungan juga tidak dibutuhkan lagi jika tidak bisa digunakan memenuhi kebutuhan listrik kota atau daerah padat penduduk lainnya.

Ada konverter pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan run-of-river kecil dan baik untuk memasok listrik ke lingkungan kantor atau rumah individu.

Sumber keempat yang mungkin merupakan bentuk energi alternatif yang paling dilupakan dan kurang diminati adalah energi panas bumi.

Secara sederhana ini merupakan energi yang terjadi secara alami karena dihasilkan oleh pemanasan air artesis / air tanah yang berada tepat di bawah kerak bumi.

Panas ini ditransfer ke dalam air dari inti leleh bagian dalam bumi.

Air diambil dengan berbagai metode yang berbeda, ada dengan pembangkit listrik uap kering, pembangkit listrik flash, dan pembangkit listrik biner untuk memanfaatkan energi panas bumi sebagai penghasil listrik.

Tujuan pengambilan air panas ini adalah untuk mengumpulkan uap.

Geyser, kira-kira 100 mil di utara San Francisco yang mungkin sumber paling terkenal dari semua bidang tenaga panas bumi yang sering diistilahkan sebagai tanaman sungai kering.
Baca Juga :