Sabtu, 24 Oktober 2020

Mendesak Penggunaan Energi Alternatif Selain Minyak dan Batubara Demi Masa Depan






Rekor tingginya harga minyak di pompa bensin Amerika serta timbulnya permasalahan ekonomi di Timur Tengah, Nigeria, dan area penting lainnya adalah suatu hal yang harus dikhawatirkan tentang minyak.
Photo by Maximalfocus on Unsplash

Hal ini telah menjelaskan kepada kita bahwa dunia perlu mengembangkan banyak jalan baru untuk memastikan tersedianya pasokan energi dan produksi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Singkatnya, kita perlu mengurangi ketergantungan kita pada minyak.

Minyak bumi memiliki sifat yang terbatas karena berasal dari pembusukan makhluk hidup di dalam tanah yang memakan waktu selama ratusan tahun.

Terus terang sumber minyak yang murah dan mudah didapat yang dikeluarkan dari bumi ini semakin menipis.

Konsultan dan analis energi bersikeras bahwa minyak murah telah terkuras dan bahkan tidak butuh waktu lama lagi kemungkinan akan habis.

Artinya bagi kami adalah biaya hidup manusia di masa depan akan sangat mahal.

Kecuali jika kita dapat menemukan sumber baru untuk menggerakkan peralatan mekanik dan elektronik menggunakan sumber alternatif selain minyak.

Kita juga harus beralih ke bentuk energi alternatif karena sumber yang kita gunakan saat ini terlalu merusak atmosfer. 

Namun kebanyakan manusia termasuk para pembaca tulisan ini tidak percaya bahwa masalah pemanasan global sudah memprihatinkan.

Karena ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas umat manusia, singkatnya ini adalah siklus alami dan tidak ada yang dapat dilakukan selain bersiap menerima efeknya.

Kita tentu saja menyadari manusia lah yang berkontribusi banyak pada kerusakan lingkungan dan hal-hal seperti polusi udara hasil dari pemanfaatan sumber energi kita sebagaimana adanya.

Batubara memang sumber energi lain yang bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan. Namun sekali lagi, sumber ini terbatas, kotor dan penambangannya berbahaya serta merusak lingkungan.

Kita sebenarnya sudah mengeksplorasi metode baru yang efisien untuk menghasilkan listrik yang begitu banyak melalui tenaga air.

Sehingga itu tidak terlalu mengganggu lingkungan, maka kita membutuhkan pembangunan perusahaan dan sumber air yang banyak seperti bendungan besar.

Seperti pengakuan Amerika Serikat, negara-negara berkembang yang telah menjadi fokus industri dalam beberapa dekade terakhir khususnya akan membutuhkan manfaat dari penelitian dan pengembangan energi alternatif.

Karena mereka saat ini melakukan lebih banyak kerusakan lingkungan daripada yang terjadi di Amerika Serikat.

Amerika Serikat, Jepang, dan beberapa negara Eropa telah melaksanakan studi dan program untuk pengembangan sumber energi alternatif, oleh karena itu mereka telah memimpin dalam mengurangi kerusakan lingkungan.

Negara-negara berkembang seperti Cina dan India perlu melihat Jepang dan Barat sebagai contoh penelitian dan pengembangan yang mendapat dukungan pemerintah dan dana investasi swasta.

Warga Amerika mengakui bahwa mereka dapat menambah kekuatan ekonominya sendiri dengan menjadi yang terdepan dalam pengembangan sumber energi alternatif.

Kemudian memasarkan teknologi dan layanan ke negara-negara seperti India, Cina, Brazil, dan seterusnya.

Kita juga dapat memanfaatkan bahan bakar nabati dari sumber-sumber seperti supertrees atau pohon super dan kedelai, teknologi hidroelektrik yang disempurnakan, gas alam, sel bahan bakar hidrogen, pembangunan lebih lanjut dari pembangkit energi atom atau nuklir, pengembangan berkelanjutan sel fotovoltaik energi surya, serta lebih banyak penelitian tentang tenaga yang memanfaatkan angin.

Semua ini adalah sumber energi yang layak dan dapat digunakan sebagai alternatif dari sejumlah besar minyak bumi dan batu bara yang saat ini sangat kita andalkan untuk gaya hidup kita.

Energi masa depan haruslah ramah lingkungan, hemat, sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga :