Minggu, 05 November 2023

13 Teknologi Rekrutmen Terbaik yang Membantu Perusahaan Besar







Photo by Julian Hochgesang on Unsplash - 

Proses rekrutmen yang sudah berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi, membuat banyak teknologi baru dalam proses rekrutmen muncul.

Teknologi baru ini hadir untuk membantu membuat proses rekrutmen menjadi lebih efektif dan efisien lagi.

Pekerjaan recruiter yang sebelumnya terasa sangat rumit karena diperlukan ketelitian yang tajam, menjadi lebih ringan dengan hadirnya beberapa teknologi dalam rekrutmen tersebut.

Beradaptasi dengan teknologi sudah seakan menjadi suatu kewajiban di era yang serba cepat dan canggih ini.

Jangan sampai perusahaan Anda kehilangan kesempatan untuk merekrut top talent karena keterbatasan penggunaan teknologi yang digunakan dalam proses rekrutmen di perusahaan Anda.

Ada beberapa teknologi yang sangat eksis di dunia rekrutmen pada saat ini, beberapa diantaranya yaitu:

1. Application Tracking System (ATS)

Sebagian besar dari rekruter sudah mengandalkan Application Tracking System (ATS) untuk diterapkan dalam proses rekrutmennya.

Penggunaannya yang terbilang “mudah dipelajari” membuat mereka merasa lebih nyaman untuk merekrut kandidat menggunakan ATS.

Selebihnya, ATS juga dapat mempercepat dan mengefisienkan proses rekrutmen, sehingga proses rekrutmen dapat menjadi lebih sistematis dan mudah diatur.

ATS dapat digunakan dari mulai tahap awal proses rekrutmen, yaitu mengirimkan iklan lowongan ke website resmi perusahaan atau situs lowongan tertentu.

ATS juga dapat mengirimkan e-mail notifikasi kepada para pelamar secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu repot-repot lagi mengontak mereka secara satu per satu.

2. Crowdsource Recruitment

Bagi rekruter, crowdsource recruiting bisa diibaratkan sebagai sumber kehidupan. Manfaat yang bisa diperoleh diantaranya mulai dari penghematan waktu dan usaha yang signifikan.

Mencari, memilih, dan menghubungi kandidat biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih lagi jika kandidat yang terpilih tersebut kurang responsif dan susah untuk dihubungi.

Hal ini tidak hanya membawa keuntungan pada job seeker saja, melainkan juga untuk para rekruter.

Dengan memasang lowongan pekerjaan dalam platform rekrutmen, para kandidat potensial akan muncul dengan sendirinya ketika mereka merasa tertarik untuk mendaftar.

Kehadiran crowdsourcing akan membantu rekruter mempermudah pekerjaannya, dimana rekruter tidak perlu menyaring kandidat secara manual, karena kandidat yang lolos adalah kandidat yang sudah sesuai dengan apa yang mereka butuhkan karena adanya teknologi artificial intelligence yang mampu dengan cepat mencocokkan profil kandidat dengan kebutuhan perusahaan

Hadirnya recruitment technology crowdsource recruitment juga mampu memberikan transparansi ke kandidat mengenai lowongan apa saja yang tersedia di perusahaan, sehingga kandidat akan dengan mudah juga menemukan perusahaan atau jenis pekerjaan yang paling sesuai dengan minat mereka.

Tidak ada batasan waktu dan tempat untuk melamar pekerjaan, situasi yang sangat menguntungkan untuk kandidat dan rekruter.

3. Employer Background Check

Bukan suatu hal yang baru ketika sebuah perusahaan ingin mempekerjakan karyawan baru, calon karyawan tersebut harus melewati satu proses yang dinamakan employee background checks atau pemeriksaan latar belakang.

Proses ini dilakukan untuk menyaring kandidat yang mendaftar dan mencari kandidat yang paling cocok dengan perusahaan.

Recruiter biasanya mengacu pada beberapa hal saat melakukan background checks seperti, riwayat pekerjaan, pendidikan, catatan kriminal, catatan mengemudi, dan lainnya.

Menurut penelitian Hireright, 57% employers mengatakan manfaat utama dari employee background checks adalah mampu meningkatkan Quality of Hire menjadi lebih baik.

4. Chatbots

Salah satu inovasi terbaru untuk perekrutan adalah recruitment technology Chatbots yang dapat mengotomatiskan interaksi kandidat dengan recruiter dengan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan feedback lebih cepat kepada kandidat baik terkait open position atau status wawancara sesuai tahapan interview.

Peran Chatbots tidak terbatas hanya tanya jawab dengan kandidat.

Setelah pra-penyaringan selesai chatbot juga dapat memberikan informasi atau insight kepada recruiter (dengan menimbang berbagai faktor) bagaimana respon dan cara berkomunikasi para kandidat.

Interaksi yang cepat dan komunikasi yang terbuka seperti ini dapat meningkatkan candidate experience dan disisi lain mengurangi keluhan banyak kandidat terhadap recruiter selama ini sebagai korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) karena seringnya putus komunikasi terkait kelanjutan tahapan-tahapan recruitment oleh recruiter Perusahaan.

5. Gamification

Gamification adalah sebuah konsep yang menggunakan mekanika/metode permainan untuk menginspirasi seseorang yang terlibat dalam kegiatan yang dilakukan secara rutin dan terkadang membosankan.

Proses recruitment dapat dikatakan bisa didefinisikan seperti itu: dilakukan secara rutin dan terkadang membosankan.

Salah satu alasan utama perusahaan perlu menerapkan recruitment technology konsep gamification dalam proses recruitment ialah untuk menarik minat para kandidat agar menjadi lebih excited dan ekspresif saat menjalani berbagai proses recruitment.

Manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung, kandidat akan memiliki daya saing. Mereka akan bersaing untuk menjadi kandidat terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ini juga bisa membuat perusahaan Anda menjadi lebih mudah dalam mencari talenta terbaik.

Gamification ini dapat dikatakan adalah cara yang unik dilakukan dalam proses recruitment. Meskipun demikian, beberapa perusahaan besar dunia telah menerapkan konsep ini, salah satunya yaitu biro intelijen dan keamanan di Inggris.

Mereka membuat kode pesan misterius saat merekrut mata-mata terbaik. Kandidat yang ada haruslah mengetahui isi pesan tersembunyi itu untuk bisa melanjutkan proses seleksi selanjutnya.

GCHQ dapat menentukan siapa kandidat terbaik melalui tes dan permainan ini.

6. Online Assessment

Assessment merupakan recruitment technology yang sangat berharga untuk menilai keterampilan dan karakteristik kandidat secara relevan.

Selain itu, assessment juga akan secara otomatis memberi nilai untuk kandidat berdasarkan skor yang mereka dapatkan, dan meminimalisir potensi bias rekruteran yang mungkin akan mempengaruhi proses seleksi.

Ada beberapa jenis assessment yang dirancang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Beberapa assessment difokuskan pada pengukuran keterampilan, sedangkan yang lainnya diarahkan untuk mengukur hal-hal seperti kemampuan kognitif, karakteristik kepribadian, dan perilaku situasional.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan dengan menggunakan recruitment technology assessment dari awal proses rekrutmen adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Objektivitas: Assessment dapat membantu meningkatkan objektivitas dalam proses rekrutmen, dimana Anda dapat menetapkan persyaratan pekerjaan di awal dan mampu menilai kandidat berdasarkan seberapa cocok mereka untuk mengisi kebutuhan lowongan yang sedang terbuka ketika mereka menyelesaikan assessment yang Anda berikan.
  2. Tidak terpaku pada CV & Resume: Assessment dapat memberikan penilaian informasi yang dibutuhkan untuk bisa membuat keputusan dengan tidak hanya terpaku pada CV & Resume yang dilampirkan oleh kandidat dengan menggali lebih dalam kemampuan kandidat apakah sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan perusahaan.
  3. Mengerucutkan kandidat: Assessment dapat memudahkan rekruter dalam mengerucutkan kelompok kandidat yang mendaftar karena hasil yang diberikan akan membantu rekruter untuk melihat kandidat mana yang terlihat lebih cocok untuk bisa mengisi posisi lowong yang sedang tersedia.
  4. Bangun talent pool: Assessment memberikan kesempatan untuk membangun database kandidat yang mungkin tidak cocok untuk pembukaan saat ini, tetapi mungkin memiliki potensi ketika pekerjaan yang berbeda di kemudian hari.

7. Virtual Assessment Center

Berbeda dengan assessment online atau tradisional, virtual assessment center yang dikelola secara online, secara optimal menggunakan teknologi terbaru untuk mencapai hasil yang komprehensif dan efisien.

Dengan seperangkat alat dan teknologi yang lengkap, virtual assessment center membantu perusahaan dalam mencocokkan karyawan dengan peran tertentu, yang ditentukan oleh serangkaian kompetensi.

Recruitment technology ini dirancang untuk mengukur berbagai keterampilan dan kompetensi untuk peran tertentu, virtual assessment center menggunakan inventaris kepribadian, tes kemampuan kognitif, tes penilaian situasional, situasi sehari-hari, permainan peran (roleplaying), simulator studi kasus, presentasi, wawancara berbasis kompetensi, dan kegiatan sejenis lainnya dalam kombinasi dan format digital.

Talentics kini hadir dengan virtual assessment center yang dapat membantu Anda untuk membuat keputusan seleksi dan suksesi karyawan dengan lebih akurat, serta dapat menilai potensi kandidat dan talenta Anda secara instan dan tidak terbatas lokasi.

Talentics Virtual Assessment Center membantu Anda untuk mengidentifikasi 15 kompetensi dan area pengembangan melalui:

  1. Case Study Analysis: Menggunakan simulasi dengan konteks yang unik berupa analisis kasus untuk memahami bagaimana kandidat memproses informasi.
  2. Simulasi Situational Judgement: Menilai kemampuan kandidat dalam memecahkan masalah di tempat kerja dengan situasi hipotetik sesuai konteks bekerja.
  3. Inbox Exercise: Simulasi berupa serangkaian email yang disesuaikan dengan konteks dan situasi di tempat kerja.
  4. Critical Incidence: Menganalisis kompetensi kandidat dengan metode STAR melalui pengalaman kandidat dari 2-3 tahun terakhir.

8. Self-Onboarding

Self Onboarding dimana kandidat yang baru diterima kerja sebelum masuk, mempersiapkan data dirinya sendiri untuk masuk ke perusahaan dengan cara mengisi daftar isian / daftar unggah yang sudah diarahkan dan di-set up recruiter sebelumnya.

Melengkapi data digital yang diperlukan dengan cara self service baik dengan input data pribadi kandidat seperti informasi umum pribadi & keluarga, rekening bank, dan atau upload data-data pendukung seperti KTP, NPWP, kartu BPJS dan lainnya.

Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan yang akan memudahkan HR dengan tingkat akurasi data yang lebih tinggi karena dilakukan sendiri oleh orang yang bersangkutan.

9. Recruitment Automation with Artificial Intelligence

Ketika membicarakan tentang manfaat, tentunya harus ada hasil yang memudahkan atau menguntungkan suatu pekerjaan.

Salah satu manfaat AI yang paling sering dibicarakan mungkin adalah untuk memudahkan rekruter dalam menyaring setiap lamaran yang masuk dengan melihat dan mempelajari keterampilan para kandidat, yang kemudian kandidat akan direkomendasikan ke lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka tersebut.

Dalam kata lain, AI hadir untuk membantu mengurangi beban pekerjaan rekruter yang sebelumnya harus men-listing kandidat secara manual dan mengubahnya menjadi automasi.

Selain itu, masih ada beberapa manfaat lain yang tentunya akan membantu proses rekrutmen di perusahaan Anda.

Beberapa diantaranya adalah:

  1. AI dapat membantu rekruter untuk mengurangi tugas-tugas yang memakan waktu lama dan berlebihan seperti aktivitas administrasi data kandidat.
  2. AI memungkinkan tim HR untuk bisa melakukan lebih banyak pekerjaan dengan lebih baik lagi, walaupun dengan jumlah SDM yang lebih sedikit.
  3. AI membantu meningkatkan kualitas rekruteran melalui analisis data rekrutmen secara berkala.
  4. AI mengurangi time-to-hire dengan menghilangkan proses yang sebelumnya kurang efisien atau melakukan proses dengan lebih cepat.
  5. Al memberikan tim HR alat yang kuat untuk menangani tugas yang paling menantang, memakan waktu, dan membutuhkan banyak biaya

10. Interview Scheduler

Interview scheduler merupakan salah satu recruitment technology yang tidak disangka dapat sangat membantu proses rekrutmen menjadi lebih baik lagi, dimana dengan menggunakan teknologi ini, recruiter akan lebih mudah untuk set-up jadwal interview dengan kandidat.

Tidak hanya itu, kandidat juga akan mendapatkan reminder otomatis pada hari interview. Hal ini tentu saja akan menguntungkan recruiter dan kandidat.

Jika ada perubahan waktu interview, recruiter hanya perlu melakukan konfirmasi dengan mengupdate waktu interview dalam interview scheduler dan notifikasi akan otomatis masuk ke email kandidat.

11. Automated Video Interview

Automated video interview terdiri dari serangkaian pertanyaan yang telah direkam sebelumnya yang perlu dijawab oleh kandidat dalam video.

Interview semacam ini akan memungkinkan Anda untuk melihat dan menemukan kepribadian kandidat dengan lebih baik daripada interview via telepon.

Ini juga memastikan proses perekrutan yang adil, karena semua kandidat akan mendapatkan pertanyaan yang sama.

Talentics memiliki pre-interview automation yang dapat membantu Anda untuk membuat automated video interview secara otomatis, yang dapat digunakan untuk menginterview beberapa kandidat dengan adil.

Pertanyaan interview dalam pre-interview automation Talentics bersifat tidak live, tetapi kandidat akan merasa seakan akan sedang di-interview secara live oleh recruiter.

12. Virtual Reality

Virtual Reality (VR) tidak hanya dapat digunakan untuk hiburan saja, melainkan cocok untuk digunakan dalam proses rekrutmen.

Salah satu kelebihan menggunakan VR juga dapat membangun persepsi bahwa perusahaan Anda merupakan perusahaan yang terbuka pada perubahan dan kemajuan teknologi, serta memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengoptimalkan proses rekrutmen.

Beberapa perusahaan sudah mengaplikasikan penggunaan recruitment technology VR dalam proses rekrutmen mereka.

Kandidat dapat mengakses video jarak jauh yang dapat ditonton dengan VR tools dari mana saja untuk melihat apa yang tersedia untuk mereka, jika mereka memilih untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan kata lain, kandidat dapat merasakan sensasi yang lebih real saat prosesnya berlangsung.

13. Social Recruitment

Beberapa perusahaan mungkin belum mengoptimalkan kegunaan dari social media, tetapi platform ini bisa menjadi salah satu tempat yang tepat untuk merekrut kandidat.

Baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, atau jaringan profesional seperti LinkedIn, Anda dapat menemukan semua jenis kandidat profesional yang mudah untuk dihubungi karena Anda hanya memerlukan koneksi untuk dapat terhubung dengan kandidat tersebut melalui platform social media yang Anda gunakan untuk menjangkau mereka.

Dalam hal teknik perekrutan, metode ini sangat efektif untuk menargetkan milenial dan generasi Z, yang cenderung lebih sering menggunakan social media daripada generasi X ke atas dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga :

Artikel Terkait