Sabtu, 04 Desember 2021

Apa Itu Prosesor Dual Core ? Berikut Penjelasannya







Foto oleh Pixabay dari Pexels - 

Prosesor dual core dapat diartikan sebagai prosesor yang memiliki inti pemroses atau otak ganda. Prosesor dual core meleburkan dua prosesor sekaligus beserta cache-nya ke dalam sebuah chip.

Prosesor dual core dari Intel untuk desktop diluncurkan dengan nama kode Smithfield yang memiliki kecepatan 3.2 GHz dengan masing-masing core dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB.

Chip yang dinamai Pentium D tersebut memiliki kecepatan clock jauh lebih rendah dari CPU core tunggal 3.8 GHz, seperti seri 570 dan 670.

Pada Intel Pentium D juga dilakukan peningkatan branch prediction unit.

Dengan memperbaiki kinerja branch prediction unit, akan membuat prosesor dapat bekerja secara optimal dan memperkecil kemungkinan kesalahan.

Kecepatan selalu jadi acuan dari sebuah prosesor pada sebuah motherboard.

Namun, kepuasan pengguna dan tuntutan kerja yang semakin beragam, kerja prosesor kini dituntut lebih, yaitu melakukan apa yang dinamakan multi- threading.

Contoh melakukan sebuah pekerjaan seperti melakukan aktivitas pengetikan atau sambil menyusun materi untuk presentasi.

Pada prosesor dual core ini akan terjadi penggabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau Integrated Circuit (IC).

Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip.

Di balik kelebihannya tersebut, dual core juga memiliki kekurangan. Di antara kekurangan itu misalnya membutuhkan Operating System (OS) yang mampu mengoptimalkan kinerjanya.

Setidaknya kemampuan OS untuk mengoptimalkan SMP (Symmetric Multi-Processing). Selain itu, dibutuhkan juga aplikasi yang sudah mendukung pengoptimalan prosesor ini.

Secara teknis dapat dikatakan, dual core sebenarnya tidak akan membuat detak komputer (clock speed) jadi lebih cepat daripada prosesor single core yang mempunyai clock speed tinggi.

Dual core hanya akan meningkatkan operasional pengguna PC saja.

Ini disebabkan karena drag yang terjadi akibat resource yang dibagi untuk dua core pada prosesor tersebut.

Selain itu, masih ada masalah lisensi untuk beberapa software dan sistem operasi. Terutama untuk kebutuhan perusahaan.

Dalam diagram perbedaan antara prosesor single core dan dual core khususnya pada prosesor AMD Opteron. Bahwa perbedaan utamanya terletak pada jumlah inti pemroses.

Dual core menggunakan 2 CPU dan 2 L2 Cache, sedangkan single core hanya menggunakan 1 CPU dengan 1 L2 Cache.

*Sumber: Arief Van Reza, Mardhatillah Minur, Rizky Tunnafiz, Sefnyatul Fitria
Baca Juga :

Artikel Terkait