Selasa, 08 Juni 2021

Manfaat Homeschooling Bagi Anak-Anak yang Orang Tua Harus Tahu





Photo by Annie Spratt on Unsplash - 

Mengapa orang tua Tom dan Lisa memilih anaknya untuk belajar di rumah daripada mengirim mereka ke sekolah?

Pertama-tama orang tua tentu tidak perlu lagi membangunkan anak-anak mereka setiap jam 7 pagi.

Setelah itu mereka membawa anaknya ke sekolah dengan banyak instruksi dan menunggu dengan cemas tentang banyak hal sampai anak mereka kembali.

Dengan adanya program Homeschooling, itu akan memberi orang tua lebih banyak kendali atas situasi yang mungkin bisa memengaruhi anak. 

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak baik dapat disingkirkan dari proses yang tidak diketahui orang tua.

Anda dan masing-masing anggota keluarga dapat memutuskan apa yang perlu dilakukan atau dipelajari oleh anak-anak.

Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan minat anak adalah salah satu manfaat paling nyata dari program homeschooling ini.

Perhatian individu adalah manfaat lain dari program homeschooling.

Misalnya, jika Lisa membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar Matematika, maka dia dapat mengurangi waktu untuk pelajaran bahasa Inggrisnya.

Artinya, tidak ada jam belajar yang tetap pada setiap mata pelajaran.

Seorang anak memiliki keuntungan dengan menetapkan lebih banyak jumlah jam untuk pelajaran yang tampaknya sulit dia pahami.

Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari setiap mata pelajaran akan tergantung pada kemampuan dan minat anak.

Sekolah di rumah adalah kegiatan yang melibatkan langsung anggota keluarga dan mereka akan turut serta dalam setiap langkah prosedur pembelajaran.

Kunjungan lapangan dan eksperimen akan menjadi kegiatan rutinitas keluarga.

Dengan demikian, anak mendapatkan waktu yang lebih berkualitas dengan orang tuanya.

Seluruh keluarga bisa berbagi permainan, tugas, dan proyek pekerjaan anak. Kedekatan keluarga akan menjadi fokus pada program ini. 

Anak akan bebas dari pengaruh negatif teman sebayanya saat mereka membuat pilihan dan keputusan.

Persaingan akan terbatas dalam program homeschooling.

Anak tidak perlu membuktikan kemampuannya kepada anak-anak yang lain. Hal itu akan membuat kepercayaan dirinya tetap utuh.

Karena orang tua memiliki pemahaman yang mendalam tentang anak mereka, mereka dapat merencanakan program pembelajaran untuk menarik minat anak.

Dimungkinkan juga untuk menyelingi tugas-tugas sulit dengan kegiatan yang menyenangkan.

Satu jam pelajaran Aljabar yang sulit, dapat dilakukan dengan perjalanan ke museum terdekat. Cara ini akan menjadi proses belajar yang menyenangkan.

Orang tua juga bisa menyesuaikan kurikulum dengan gaya belajar anak.

Beberapa anak cepat memahami pelajaran dengan membaca, sementara yang lain perlu menulis dan yang lain lagi perlu melihat benda-benda secara langsung.

Homeschooling juga memungkinkan orang tua untuk mengambil kendali atas pembelajaran moral dan agama anak.

Orang tua memiliki fleksibilitas untuk memasukkan keyakinan dan ideologi mereka ke dalam kurikulum anak.

Program ini bisa mengurangi kebingungan dalam pikiran anak. Karena tidak ada variasi antara apa yang diajarkan dan apa yang dipraktekkan.

Terakhir, sekarang ini semakin banyak orang tua yang kecewa dengan sistem yang diterapkan di sekolah umum.

Mereka beranggapan bahwa bahwa anak-anak mereka telah dididik terlalu keras atau malah kurang mendapatkan perhatian.

Isu-isu mengkhawatirkan yang berkaitan dengan disiplin dan etika juga membuat sistem sekolah umum kurang diterima orang tua.

Banyak orang tua menolak filosofi pendidikan pengelompokan anak di kelas yang semata-mata berdasarkan usia.

Beberapa orang tua memiliki kenangan tersendiri yang tidak menyenangkan di sekolah umum yang itu memotivasi mereka untuk memilih homeschooling sebagai jalur pendidikan anaknya.

Homeschooling adalah cara terbaik untuk mengajar seorang anak jika Anda memiliki waktu, kemampuan dan minat untuk mengikuti pendidikannya.

Lagi pula, tidak ada yang bisa memahami atau menghargai anak Anda lebih dari diri Anda sendiri.
Baca Juga :