Kamis, 18 Maret 2021

Longgarkan Jadwal Kegiatan Anak dan Manfaat Jika Dijalankan dengan Tepat





Judul I. Jangan Jadwalkan Kegiatan Anak Terlalu Padat

Beberapa penelitian mengungkapkan adanya keprihatinan tentang program luar sekolah yang seperti memaksa anak-anak untuk melakukan terlalu banyak kegiatan di setiap harinya.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa anak-anak melakukan kegiatan dari pagi hingga sore hari terdiri dari kegiatan belajar, berada di perjalanan, berolahraga dan bentuk kegiatan terorganisir lainnya.

Kesibukan ini menyebabkan mereka tidak benar-benar mendapatkan waktu bermain selayaknya anak-anak.

Hal ini bahkan juga menyebabkan mereka kehilangan waktu berharga bersama keluarga.

Tidak diragukan lagi, akan ada dampak negatif pada anak-anak yang terus dibebani jadwal yang terlalu padat dan kehilangan waktu bermain. 

Salah satunya yaitu dapat menyebabkan meningkatnya gejala stres pada anak dan juga anggota keluarga.

Pelajaran di sekolah mereka tidak dapat diabaikan, anak-anak hampir selalu tergesa-gesa untuk segera menyelesaikannya.

Anak-anak seperti itu benar-benar menanggung beban ransel yang terlalu berat untuk bahu kecil mereka yang lemah.

Dalam kebiasaan yang ideal, semua anak akan langsung pulang setelah sekolah menemui kedua orang tuanya yang penuh kasih dan perhatian di rumah.

Tetapi kenyataannya karena faktor sosial dan ekonomi keluarga, banyak anak yang harus mengikuti kursus setelah sekolah karena tidak ada seorangpun yang bisa mengajarkannya di rumah.

Apabila ada orang tua yang menginginkan anak-anaknya aktif, kelas-kelas belajar atau pelatihan akan sangat direkomendasikan.

Namun, orang tua juga harus menahan diri untuk tidak terlalu banyak mengikutsertakan anak pada kegiatan ini.

Kebanyakan program setelah sekolah ini bersifat gratis atau sudah masuk ke iuran sekolah bulanan.

Anak-anak Anda perlu diberi dukungan dan perhatian serta disesuaikan dengan kemampuannya.

Judul II. Manfaat Program Sepulang Sekolah yang Tepat

Sehubungan dengan anak-anak yang menjadi fokus utama masyarakat demi masa depan dunia, para ahli sedang meneliti cara dan sarana untuk memastikan keselamatan dan perkembangan mereka.

Pemerintah Amerika Serikat juga telah bersatu untuk menyukseskan program-program semacam ini.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa program setelah sekolah menjadi sangat diperlukan:

1) Mencegah kenakalan, kejahatan dan pertengkaran antar remaja.

Di Amerika Serikat, sekitar 10% kejadian kenakalan remaja terjadi antara pukul 15.00 - 16.00 sore hari.

Maka dari itu anak-anak ini perlu diamankan dan diberi kesibukan lain agar terhindar dari berbagai masalah.

2) Mencegah mereka mengkonsumsi alkohol, narkoba dan rokok/tembakau.

Perilaku negatif yang mereka lakukan itu penuh dengan risiko.

Banyak tujuannya hanya untuk menunjukkan keunggulan dalam suatu kelompok dan banyak terjadi pada remaja belasan tahun.

Anak-anak di usia pra-remaja, jika mereka memiliki kesibukan yang bermakna dengan seorang pelatih, kecil kemungkinannya untuk membawa diri mereka dalam perilaku yang merusak semacam ini.

3) Menurunkan nafsu makan saat nonton televisi.

Rata-rata durasi anak-anak menonton TV sekitar 23 jam per minggu.

Ketika mereka didaftarkan pada suatu kegiatan, anak tersebut akan menggunakan kemampuan mental, pikiran dan kekuatan fisiknya untuk menghadapi berbagai macam tantangan.

4) Meningkatkan prestasi akademik.

Anak yang mengikuti kursus atau bimbingan belajar yang tepat dan melakukannya dengan sepenuh hati akan memiliki prestasi yang bagus di sekolah.

5) Meningkatkan kehadiran sekolah.

Anak yang lebih percaya diri dan punya minat belajar yang tinggi akan menghasilkan tingkat kehadiran yang lebih tinggi di sekolah.

Sebuah program yang mengajarkan anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik akan membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.

6) Peningkatan perilaku dan keterampilan antar pribadi anak.

Anak-anak yang rutin menghadiri kegiatan setelah sekolah, mampu menangani konflik dengan baik dan bisa bekerja sama dengan teman-temannya.

Sehingga ini adalah contoh anak yang mempunyai sifat seorang pemimpin.

7) Ikatan keluarga dan punya komunitas yang aktif.

Mengikuti program ekstrakurikuler yang tepat akan membuat anak lebih mandiri, aktif dan memiliki pertemanan yang luas.
Baca Juga :