Minggu, 18 Oktober 2020

Pendapat dan Kekhawatiran Konsultan Ahli Bidang Energi Alternatif Dunia






Konsultan energi alternatif memberi tahu kami bahwa transisi dari ekonomi yang digerakkan oleh minyak bumi dan masyarakat secara keseluruhannya tidak akan berjalan mulus.
Photo by Austin Distel on Unsplash

Saat ini jumlah teknologi dan infrastruktur baru yang perlu dikembangkan dan dibangun untuk energi alternatif cukup menjadi perhatian.

Contohnya saja di Jerman, mereka termasuk dalam 10% dari seluruh negara yang berhasil menggunakan turbin angin dan susunan energi tenaga surya.

Lalu ditambah lagi ketika korporasi demi korporasi bermunculan, dibantu oleh berbagai keringanan pajak pemerintah dan insentif rabat yang semuanya demi memajukan misi energi alternatif.

Kita telah begitu lama tertidur tidak sadar begitu pentingnya energi alternatif dalam skala besar sehingga kita sekarang harus berjuang mengejar ketertinggalan karena akses ke minyak yang semakin sulit untuk didapatkan dari masa ke masa.

Konsultan energi alternatif juga memberi tahu kita bahwa kita membutuhkan upaya multilateral internasional yang sejalan satu sama lain untuk melepaskan diri dari ketergantungan yang berat hampir sepenuhnya pada bahan bakar fosil.

Kita harus sadar bahwa bahan bakar fosil akan semakin mahal, membakarnya akan mencemari atmosfer dan menggalinya akan mengganggu lingkungan dan alam.

Kita memiliki waktu sekitar 30 tahun lagi untuk bisa menikmati minyak dan gas yang cukup murah dan mudah.

Bahkan konsultan mengatakan bahwa dalam 20 tahun setelah itu, sebaiknya kita lebih kurang 90% tidak lagi menggunakan energi dari salah satu bahan bakar itu.

Sayangnya, pada saat ini sebagian besar dunia tidak bertindak seolah-olah peka dengan keadaan demikian.

Rasa haus akan minyak tumbuh, bukannya melemah dan sekarang bahkan tumbuh lebih cepat daripada yang terjadi di tahun 1970-an.

Salah satu masalah utama transisi energi yang para konsultan kemukakan adalah bahwa harga minyak dan gas yang lebih tinggi dapat mendorong perekonomian suatu negara.

Hal ini bertentangan dengan apa yang dipercaya oleh banyak ahli bahwa semakin banyak energi maka semakin banyak masyarakat sekitar yang makmur.

Tetapi faktanya adalah minyak dan gas ditemukan, lalu diproduksi dan diangkut oleh perusahaan besar yang mempekerjakan banyak pekerja staf dan kontraktor dari dalam maupun luar.

Dari keuntungan besar yang mereka dapatkan, sebagian besar keuntungan diambil oleh pemegang saham seperti di Wall Street.

Sebaiknya energi alternatif atau energi hijau harus lebih ramah pasar, lebih menguntungkan bagi investor dan bagi calon pemberi kerja.

Tetapi faktanya Wall Street tidak menyukai perubahan, jadi akan ada perlawanan terhadap transisi ekonomi yang sangat dibutuhkan ini.

Karena inilah banyak konsultan mengatakan bahwa kita membutuhkan inisiatif internasional yang didukung oleh setiap pemerintahan.

Kita diberitahu bahwa kita tidak dapat mengharapkan pertumbuhan ekonomi baru muncul dalam satu malam.

Kesemuanya perlu proses, dipoles dan disempurnakan seperti dari abu hitam bahan bakar fosil menjadi seekor phoenix ekonomi.

Negara-negara kaya dan berproduksi besar seperti AS, Jepang, Eropa Barat dan lain-lain harus menjadi ujung tombak upaya melepaskan diri dari ketergantungan bahan bakar fosil ini.

Karena negara-negara yang lebih kecil dan lebih miskin tidak akan pernah mencapai tingkat produksi energi maksimal melalui batu bara, minyak dan gas yang dimiliki oleh negara-negara itu.

Kami mengkhawatirkan ketika mereka tidak siap lalu tiba-tiba akses mudah ke bahan bakar fosil akan menghilang.

Mereka tidak akan pernah dapat menstabilkan keseimbangan peradaban baru mereka dan bangkit seperti yang telah kami lakukan.

Maka, seluruh lapisan masyarakat dan negara harus segera mentransisi energi dari yang hitam ke hijau sekarang.
Baca Juga :