Rabu, 21 Oktober 2020

Mengembangkan dan Meminimalisir Dampak Tenaga Nuklir Sebagai Energi Alternatif






Banyak peneliti percaya bahwa memanfaatkan kekuatan atom dalam reaksi fisi adalah sumber energi alternatif paling signifikan yang kita miliki, karena faktanya reaksi ini bisa menghasilkan daya yang sangat besar.
Photo by Science in HD on Unsplash

Pembangkit listrik tenaga nuklir termasuk dalam pembakaran yang bersih dan efisiensinya cukup mengejutkan. 

Tenaga nuklir dihasilkan pada efisiensi 80%, artinya energi yang dihasilkan oleh reaksi fisi hampir sama dengan energi yang digunakan untuk menghasilkan reaksi fisi.

Tidak banyak bahan limbah yang dihasilkan oleh fisi nuklir, meskipun anggapan bahwa tidak ada yang namanya menciptakan energi tanpa juga menciptakan sejumlah limbah walaupun sedikit.

Keprihatinan masyarakat seperti pecinta lingkungan tentang pemanfaatan tenaga nuklir sebagai pusat sumber energi alternatif di sekitar limbah ini, yaitu gas radioaktif yang harus segera ditahan.

Radiasi dari gas-gas ini berlangsung dalam waktu yang luar biasa lama, sehingga tidak akan pernah bisa dilepaskan setelah dibendung dan disimpan.

Namun, volume limbah gas yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir ini lebih kecil dibandingkan dengan berapa banyak N2O (nitrous oxide).

N2O yaitu polusi udara yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan pada jam sibuk di Los Angeles selama satu hari.

Sementara radiasi jelas lebih mematikan di antara dua bahan limbah, tetapi radiasi juga jauh lebih mudah untuk ditahan dan disimpan.

Terlepas dari keprihatinan para pecinta lingkungan, tenaga nuklir sebenarnya adalah energi alternatif yang ramah lingkungan dan risiko keluarnya radiasi sebenarnya cukup rendah.

Dengan volume material limbah yang dihasilkan relatif rendah, seharusnya tidak menjadi hal yang sulit sama sekali untuk solusi penyimpanan dan pembuangan untuk jangka panjang yang dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi.

Pembangkit ini dilakukan dengan terjadinya pemisahan atom melepaskan energi dalam bentuk panas dan cahaya.

Pembangkit listrik tenaga atom mengontrol reaksi fisi sehingga tidak mengakibatkan ledakan dahsyat seperti yang ditimbulkan oleh bom atom dan hidrogen.

Tidak ada kemungkinan pembangkit listrik tenaga atom meledak seperti bom nuklir, karena kondisi khusus dan Plutonium murni yang digunakan untuk melepaskan kekuatan ganas bom atom sama sekali tidak ada di dalam pembangkit listrik tenaga nuklir.

Walaupun itu ada tetapi resiko kehancurannya sangat rendah.

Meskipun peristiwa terakhir ini telah terjadi beberapa kali, ketika kita khawatir dan menganggap bahwa ada lebih dari 430 reaktor nuklir yang tersebar di 33 negara.

Dan bahwa reaktor nuklir telah digunakan sejak awal 1950-an, peristiwa ledakan ini adalah kejadian yang jarang terjadi.

Dan peristiwa-peristiwa itu adalah termasuk kesalahan bahan usang yang seharusnya dijaga dengan baik agar tidak merusak alam dan lingkungan.

Meskipun energi nuklir dapat menjadi bentuk energi alternatif yang lebih diterima secara luas, akan ada sedikit pertanyaan tentang teknis dan biaya pemeliharaannya.

Saat ini, 6 (enam) negara bagian di Amerika menghasilkan lebih dari setengah dari semua kebutuhan energi listrik mereka melalui tenaga nuklir.

Namun media disana tidak dipenuhi dengan cerita horor yang mengerikan tentang pembangkit listrik bermasalah.
Baca Juga :