Rabu, 10 Maret 2021

4 Saran Penting Mengatur Anggaran Keluarga Agar Selalu Beruntung

Tags




John-Mark Smith on Unsplash - 

Sering kali, kesalahpahaman tentang pengelolaan anggaran menjadi sumber konflik di dalam sebuah rumah tangga.

Orang yang menjadi pencari nafkah utama sering membuat keputusan keuangan terakhir yang tidak selalu merupakan kesepakatan yang disambut baik oleh orang lain.

Karena uang adalah bagian terpenting dalam kehidupan rumah tangga, maka anggota keluarga perlu mencapai kesepakatan dalam aspek ini.

Berikut 4 saran dalam menganggarkan keuangan keluarga agar terus berkecukupan, terpelihara perdamaian dan keharmonisan :

1. Tetapkan prioritas Anda.

Prioritas jelas berbeda dari tujuan. Prioritas adalah aspek-aspek dalam keluarga Anda yang ingin difokuskan, katakanlah untuk kesehatan atau masa depan anak-anak.

Berbeda dengan prioritas, tujuan adalah target khusus yang mendukung prioritas tersebut. Dalam menetapkan prioritas, janganlah terlalu banyak karena akan merusak tujuan.

Idealnya, setiap manusia atau kelompok hanya boleh ada satu tujuan. Tetapi karena kehidupan yang semakin berkembang, maka 2 prioritas banding 3 tujuan masih masuk akal.

Penting untuk diingat adalah saat prioritas ditetapkan dan telah disepakati maka tulis di sebuah catatan.

Pasang catatan atau rencana di mana semua orang dapat melihatnya untuk mengingatkan mereka tentang apa yang menjadi fokus keluarga Anda selama beberapa tahun ke depan.

2. Buat daftar tujuan Anda.

Setelah keluarga menetapkan dan menyetujui prioritas, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan. Tujuan adalah kondisi spesifik dan terukur yang jika tercapai akan dapat mendukung prioritas.

Dalam menetapkan tujuan, tetapkan target yang menantang namun dapat dicapai.

Sebanyak 10 % - 15% dari pendapatan keluarga adalah target tabungan yang baik untuk pendidikan masa depan anak Anda dan jika memungkinkan bisa ditingkatkan lagi.

Cobalah untuk membatasi keinginan keluarga Anda dengan menetapkan 1-2 tujuan per prioritas yang gunanya untuk mempertahankan fokus.

3. Bekerja mengarah ke tujuan Anda.

Setelah menetapkan prioritas dan tujuan Anda, mulailah menjalaninya. Semua aktivitas keluarga akan diarahkan untuk mencapai tujuan Anda.

Lacak kemajuan, terutama pada tujuan keuangan dengan menggunakan alat pelacak yaitu rincian pendapatan dan pengeluaran.

Cara termudah adalah dengan memiliki buku catatan dan mencatat semua pengeluaran dan pendapatan. Lalu tentukan juga anggaran untuk pengeluaran di masa depan.

Ada yang mencatat dalam perangkat lunak komputer atau dalam buku catatan keluarga. Apapun itu, yang penting memiliki sistem monitoring kinerja keluarga untuk mencapai tujuannya.

4. Evaluasi kehidupan keluarga Anda.

Pada titik waktu tertentu, ketika Anda merasa sudah waktunya untuk mengevaluasi hidup Anda, periksa bagaimana kinerja keluarga Anda terhadap tujuan tersebut.

Tujuan yang telah dicapai dapat diberi kode selesai pada daftar dan yang baru agar dirumuskan jalannya.

Kadang-kadang dalam perubahan yang besar, misalnya pindah karier atau ketika anggota keluarga ada yang pergi, mungkin sudah waktunya untuk mengevaluasi kembali prioritas Anda.

Ketika saat seperti itu tiba, maka siklus perjalannya dimulai kembali. Walaupun kelihatan sulit, seperti itulah kehidupan yang setiap pengalamannya adalah pembelajaran berharga.
Baca Juga :