Kamis, 03 September 2020

Mencari Ketenangan dan Kekuatan Hidup dari Pengendalian Diri Terhadap Masalah










Kesempatan sukses sebenarnya ada di dalam darah setiap manusia. Ada orang-orang yang nasibnya kurang beruntung pun tidak pernah merasa kehilangan semangatnya.

Photo by Tim Gouw on Unsplash

Merupakan hak alami setiap manusia untuk bahagia dan lepas dari semua kesengsaraan hidup. Kebahagiaan adalah kondisi normal yang sama alaminya dengan pemandangan dan musim.

Adalah tidak wajar untuk menderita hanya karena ketidaktahuan apa inti dari kebahagiaan itu. Bukan sebab kekurangan kita menderita, tetapi kebahagiaan adalah produk dari kebijaksanaan.

Untuk mencapai kebijaksanaan yang sempurna itu maka perlu memahami sepenuhnya tujuan hidup dan menyadari pentingnya hubungan manusia satu sama lain.

Cara-cara tadi adalah untuk mengakhiri semua penderitaan dan melepaskan diri dari setiap penyakit dan kekhawatiran yang menimpa kita.

Kebijaksanaan sempurna adalah kegembiraan yang tak terbayangkan. Jadi, mengapa kita masih menderita dalam hidup?

Jawabannya, karena dalam skema alam kita dipaksa maju dalam evolusi dan kita kekurangan penerangan spiritual yang sejatinya dapat menerangi jalan dan memungkinkan kita untuk bergerak dengan aman di antara rintangan yang ada di hadapan kita.

Biasanya kita bahkan tidak melihat atau mencurigai adanya masalah sampai masalah itu tiba-tiba menyerang kita seperti harimau yang diam-diam menerkam.

Seperti kejadian ini, suatu hari lingkaran sebuah keluarga lengkap dan bahagia, lalu seminggu kemudian kematian datang, seseorang pergi dan kegembiraan diganti dengan penderitaan.

Hari ini kita punya teman, besok dia akan menjadi musuh dan kita tidak tahu kenapa itu terjadi. Hal lainnya yaitu beberapa waktu yang lalu mereka memiliki kekayaan dan semua kemewahan materi.

Ada perubahan mendadak dan sekarang mereka menderita kemiskinan dan kesengsaraan, yang pada akhirnya sia-sia mencari alasan mengapa ini harus terjadi.

Ada saat ketika seseorang memiliki kesehatan dan kekuatan, tetapi kedua rezeki itu telah pergi dan tidak memberi tahu penyebab pastinya.

Selain dari tragedi kehidupan yang besar ini, ada banyak lagi konsekuensi dan permasalahan yang lebih rendah terjadi terus menerus kepada kita, yang menimbulkan penderitaan kecil dan sakit hati ringan.

Semua orang sangat ingin menghindarinya tetapi ada beberapa yang tidak pernah melihat tanda-tandanya sampai masalah itu menyerang, akibat terlena dalam gelap ketidaktahuan dan itu adalah suatu kerugian.

Hal yang kurang dari kita adalah iluminasi atau penerangan spiritual yang akan memungkinkan kita untuk melihat jauh dan luas.

Menemukan penyebab tersembunyi dari penderitaan manusia dan mengungkapkan metode untuk menghindarinya.

Jika kita bisa mencapai penerangan spiritual itu, maka perjalanan evolusi dapat dilakukan dengan nyaman dan cepat.

Seolah-olah kita harus melewati ruangan panjang dan gelap yang dipenuhi perabotan yang berserakan. Dalam kegelapan itu laju kehidupan kita akan lambat, menyakitkan dan banyak menimbulkan luka.

Tetapi jika kita dapat menekan tombol yang akan menyalakan lampu, kita dapat melakukan perjalanan pada kondisi itu dengan cepat dan aman serta mendapat kenyamanan yang sempurna.

Menurut metode pendidikan lama yaitu manusia biasanya menyimpan pikiran dengan sebanyak mungkin fakta, atau kenyataan yang bisa diduga, yang dapat dikumpulkan dan memberikan polesan luar pada kepribadian seseorang.

Teori lainnya adalah bahwa ketika seorang pria lahir, saat itu dia menjadi manusia yang sempurna.

Yang bisa dilakukan orang lain untuknya adalah memberinya informasi yang akan dia gunakan untuk keterampilan hidupnya, sesuai dengan kemampuan unik yang kebetulan dia miliki dari lahir.

Ide teosofisnya adalah bahwa manusia dan semua yang membentuk hidupnya di dunia adalah sebuah ekspresi yang sangat parsial atau terhubung seluruhnya dalam diri manusia.

Bahwa di dalam ego masing-masing manusia, secara praktis ada kekuatan dan kebijaksanaan yang tidak terbatas.

Hal ini dapat dibawa ke dalam ekspresi tubuh yang hidup di dunia bersama rekan-rekannya yang tak terlihat dan merupakan kendaraan kompleks dari manifestasi ego, terus berkembang dan disesuaikan dengan tujuan.

Dalam proporsi yang tepat, upaya sadar ini dapat memberikan pengembangan diri yang lebih baik, ditambah dengan penerangan spiritual maka akan tercapai kebijaksanaan itu.

Dengan demikian, cahaya yang menuntun menuju kebahagiaan dinyalakan dari dalam diri dan penderitaan dari perjalanan evolusi yang dilakukan semua orang dapat dihindari.

Ada pertanyaan mengapa kematian mendatangkan kesengsaraan? Jawabannya, terutama karena kematian memisahkan kita dari orang yang kita cintai.

Satu-satunya alasan lain mengapa kematian mendatangkan kesedihan atau ketakutan adalah karena kita tidak mengerti dan tidak memahami peran yang dimainkannya dalam evolusi manusia.

Tetapi diantara ketidaktahuan kita itu, jika kita dapat memberi jalan untuk mengedalikan ketakutan, maka ketakutan itu akan lenyap dan kebahagiaan yang tenang akan menggantikannya.

Mengapa kita memiliki musuh yang perkataan dan tindakannya membuat kita menderita?

Karena dalam kesadaran fisik manusia yang terbatas, kita tidak bisa merasakan kesatuan dari semua kehidupan dan menyadari bahwa pemikiran dan perbuatan salah kita terus bereaksi terhadap kita melalui orang lain.

Kita tidak bisa menghadapi situasi yang tidak ada jalan keluarnya ini, kecuali dengan berhenti berpikir negatif dan kemudian dengan sabar menunggu waktu penyembuhan ketika penyebab masalah yang telah kita buat habis sepenuhnya.

Ketika penerangan spiritual hadir dan kita tidak lagi tersandung di keadaan ketidaktahuan, maka musuh terakhir akan menghilang dan tidak akan bertahan selamanya.

Mengapa orang menderita kemiskinan dan suatu penyakit?

Kita kadang stress dan menambah penyakit lain hanya karena ketidaktahuan kita yang keliru.

Yang memungkinkan sadar akan keberadaan masalah itu dan karena kita tidak memahami makna dan pelajaran hidup, juga kita tidak tahu sikap yang harus diambil.

Seandainya kita memiliki kebijaksanaan untuk memahami mengapa kemiskinan dan penyakit itu datang kepada manusia, mengapa jadi faktor terpenting dalam evolusi, maka itu tidak akan mengganggu kita dalam waktu yang lama. 

Ketika pelajaran alam berhasil dipelajari sepenuhnya, permasalahan sebagai guru yang bisu ini akan lenyap. Begitu pula dengan semua bentuk penderitaan yang kita alami.

Masalah-masalah itu sekaligus menjadi reaksi dari perbuatan bodoh kita dan instruktur terbaik yang menunjukkan cara yang lebih aman ke depannya.

Ketika kita telah memahami pelajaran yang permasalahan itu ajarkan, masalah itu tidak lagi ditemukan dan menghilang.

Pada dasarnya bukan dengan perolehan fakta lahiriah manusia menjadi bijaksana dan hebat.

Tetapi dengan mengembangkan jiwa dari dalam hati sampai menerangi otak dengan aliran cahaya maka manusia itu layak disebut jenius.

Baca Juga :