Sabtu, 29 Agustus 2020

Mencoba Jual Hasil Panen Buah di Pasar atau Buka Lapak Sendiri







Photo by Tim House on Unsplash - 

Cerita ini kami ambil dari pengalaman seseorang yang baru pindah ke Florida, salah satu negara bagian di Amerika Serikat.

Silahkan menyerap informasi dan ilmu dari apa yang telah ia dapatkan dari pengalamannya menanam pohon jeruk.

Biasanya motivasi utama menanam pohon yang menghasilkan buah-buahan hanyalah keasyikan memelihara pohon dan bisa memakan buah lezat yang berasal darinya.

Namun, menurut pengalaman pribadi saya ada kemungkinan untuk melakukan usaha yang lebih menguntungkan dari menanam pohon buah-buahan yaitu dengan membuka kios buah atau berpartisipasi dalam pasar tani sekitar.

Ketika saya pindah ke Florida, saya sedikit tertekan karena harus menerima kenyataan bahwa saya harus melakukan kerja keras selama bertahun-tahun untuk membersihkan halaman rumah menjadi rapi dan indah.

Namun, ada hikmah dari masalah tersebut yaitu saya dapat menyalurkan depresi dengan sehat ke dalam keinginan untuk membuat taman dan menanam rumput hias yang baru dan lebih indah.

Rumah tempat saya pindah memang bagus, tetapi pemilik sebelumnya tampak jelas tidak memiliki kecakapan dalam berkebun.

Halaman di sana tandus tanpa fitur apa pun selain hanya hamparan rumput. Rumput yang sudah besar dan banyak serta ada beberapa tanaman kayu.

Namun, saya telah memutuskan karena sekarang berada di iklim baru yang belum pernah saya alami sebelumnya, maka saya akan mulai menanam beberapa pohon yang sebelumnya tidak pernah saya ditanam.

Saya memutuskan untuk melakukan hal yang benar-benar khas di Floridian dan coba membeli beberapa bibit pohon jeruk. Ternyata, bibit itu jauh lebih mudah didapatkan dari yang saya bayangkan.

Walau dulu pernah mengalami beberapa pengalaman yang buruk dengan menanam pohon buah, tetapi menanam pohon jeruk bukanlah masalah sama sekali saat itu.

Saya memutuskan untuk memilih Jeruk Valencia, hanya karena buah jeruk itu paling populer untuk ditanam dan hampir semua orang berhasil menanamnya di sana.

Setelah saya memilih jenis jeruk yang saya inginkan, saya memutuskan untuk coba membeli 5 bibit pohon jeruk. 

Saya membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk menggali semua lubang yang diperlukan dan mulai menanam pohon.

Selama proses penanaman itu, hampir semuanya sempurna dan saya benar-benar merasa seperti seorang ahli.

Pohon-pohon itu tumbuh sehat dan tertata rapi serta menghasilkan buah pada waktu yang telah alam tentukan.

Walaupun telah sekitar 3 atau 4 tahun pohon jeruk saya tidak menghasilkan banyak buah tetapi saya telah merasa itu cukup.

Karena dengan itu saya tidak pernah kehabisan jeruk untuk konsumsi pribadi saya dan saya hampir tidak minum minuman manis apa pun kecuali jus jeruk.

Akan tetapi saya tidak memiliki jumlah yang fantastis seperti yang mungkin Anda harapkan dari 3 pohon selama 4 tahun itu.

Namun, saya tidak akan mengatakan saya kecewa dengan pepohonan yang saya tanam dan merasa senang bisa mendapatkan beberapa buah daripada tidak sama sekali.

Tetapi saya pernah mendengar orang menghasilkan ratusan hingga ribuan buah jeruk dari beberapa pohonnya dan saya sedikit bingung mengapa tidak seberuntung itu.

Sekitar setahun setelah itu saya terus merawatnya dan pohon jeruk saya benar-benar tumbuh subur. 

Suatu hari saya berjalan keluar untuk melihat-lihat tanaman dan ternyata pohon jeruk yang saya tanam berbuah 5 kali lebih banyak dari musim sebelumnya.

Saya pikir saya mimpi melihat semua itu, tetapi saya sadar semuanya itu memang terjadi.

Saya memanen begitu banyak jeruk tahun itu, bahkan hampir tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan semuanya.

Saat itulah tetangga saya menyarankan agar ikut berjualan di pasar buah atau tani.

Saya menyadari waktu terus berjalan dan dengan segera menyewa tempat untuk parkir mobil angkutan saya untuk berjualan.

Memang ada beberapa pasar buah yang mengizinkan Anda untuk datang dan menjual secara gratis, tetapi itu jarang karena Anda akan hanya dikenakan biaya parkir untuk truk Anda.

Dalam sehari pertama di pasar buah, dalam perkiraan saya biaya pendapatan itu telah mengembalikan hampir semua uang yang saya habiskan untuk membeli bibit jeruk.

Jeruk saya benar-benar menjadi terkenal dan tidak tahu kenapa saya mendapatkan lebih banyak pelanggan daripada penjual lainnya atau mungkin karena keberuntungan.

Setelah selama satu minggu, saya dan keluarga secara bergantian tidak pernah melewatkan 1 hari pun berada di pasar buah.

Walaupun jumlah uang itu tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari, tapi penghasilan tambahan itu cukup bagus yang hanya dengan menjual buah jeruk.

Selain itu, saya terus memikirkan cara apa lagi yang akan saya lakukan pada tanaman jeruk itu agar tumbuh makin subur dan banyak buahnya.

Saya tahu pasti jika pohon jeruk itu berhasil berbuah banyak, maka tidak bisa memakan semuanya sendirian.

Pada intinya, jika Anda memiliki buah tanaman yang berlebihan, jangan pernah membuangnya atau mencoba memakannya sendiri.

Rawatlah tanaman itu dan bawa buahnya ke pasar buah atau tani dan coba dapatkan uang ekstra untuk membayar tenaga Anda atau orang yang berkontribusi pada kebun Anda.

Apabila Anda tidak sempat untuk menjualnya maka minta bantu seseorang atau hanya titipkan di pasar buah untuk dijualkan. Jika produk buah Anda enak dan segar, pasti akan disukai konsumen.
Baca Juga :

Artikel Terkait