Selasa, 06 Maret 2018

Troubleshooting Hardware dan Software (Ms. Word), Teknik Forward, Teknik Backward







Photo by Tadas Sar on Unsplash - 

Troubleshooting

Troubleshooting adalah proses pemeriksaan (diagnosa) sumber masalah. Proses ini digunakan untuk memperbaiki masalah hardware, software, dan produk-produk lainnya.

Pendahuluan dan Penjelasan

Segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya.

Kerusakan pada komputer dalam garis besarnya dapat dibagi dua, yaitu :
  1. Faktor Perangkat Keras (Hardware)
  2. Faktor Parangkat Lunak (Software)
Hardware

Kerusakan pada faktor Perangkat Keras (Hardware) bisa disebabkan karena :
  • Instalasi hardware belum benar seperti pemasangan kabel, jumper, slot, baut atau skrup dll.
  • Kerusakan pada komponen hardware, seperti Processor, Motherboard, Memory, VGA Card, Hardisk dll. > Power Supply
Kerusakan pada Faktor Parangkat Lunak (Software) bisa disebabkan karena :
  • Kerusakan pada System Operasi
  • Kerusakan pada Program Aplikasi >  Microsoft Word
  • Kerusakan pada Driver
Troubleshooting Hardware Pada Power Supply

Power Supply : Alat atau perangkat keras yang mampu menyuplai tenaga atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke tegangan listrik yang lainnya.

Power supply biasanya digunakan untuk komputer sebagai penghantar tegangan listrik secara langsung kepada komponen-komponen atau perangkat keras lainnya yang ada di komputer tersebut, seperti hardisk, kipas, motherboard dan lain sebagainya.

Fungsi : Mengubah tegangan AC menjadi DC dan menyuplai tegangan tersebut ke komponen yang membutuhkan arus dan tegangan pada motherboard.

Pemasalahan yang sering terjadi pada power supply :

Kasus 1: Kipas yang ada di power supply tidak bekerja atau mengeluarkan suara yang berisik.

Solusi:
  • Melepaskan power supply. Sebelum nantinya akan dipasang kembali, bersihkan debu yang menempel pada power supply tersebut dengan menggunakan peralatan yang memang disiapkan untuk membersihkan debu. Dalam kondisi yang bersih, maka power supply tidak akan mengeluarkan suara yang berisik dan akan bekerja dengan baik.
Kasus 2: Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa-apa, tetapi power supply tidak mau hidup.

Solusi: 
  • Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, Kita harus mengecek konektor dari switch power ke konektor Power Switch yang ada di motherboard. Sangat sering terjadi, khususnya ketika memasang case computer dengan sistem ATX, konektor yang dipasang keliru dan terbalik sehingga menyebabkan PC tidak bisa menyala. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.
Kasus 3: Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.

Solusi: Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off di belakang tepatnya di belakang Power Supply sudah dalam posisi On.

Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus.

Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.

Kasus 4: Lampu power tidak menyala, kipas pendingin power supply berputar tetapi sistem tidak mau hidup

Masalah: Ada 2 kemungkinan penyebabnya.

Pertama suplai tegangan listrik dari rumah Anda terlampau rendah, atau kemungkinan kedua, terjadi kerusakan pada output power supply yang ada di CPU Anda.

Solusi: Pastikan terlebih dahulu bahwa suplai tegangan cukup. Tegangan yang terlalu kecil akan membuat power supply tidak dapat berfungsi normal.

Gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan output yang keluar dari power supply. Biasanya, tegangan output dari kabel power supply berukuran +5 volt.

Bila sinyal voltase tidak terdeteksi atau terlampau lemah, kemungkinan kerusakan ada pada power supply. Ganti power supply di CPU Anda.

Kasus 5: Power Supply meledak
  • Setelah aliran listrik melalui stabilizer jalan, komputer coba dihidupkan.
  • Tiba-tiba kabel power yang dipasang pada power supply terbakar.
  • Setelah itu diganti baru, tetap terbakar. Kali ini terbakar pada ujung stabilizer     
Penyebab:

Jika dilihat dari kasus di atas, penyebabnya ada beberapa kemungkinan :
  • Daya listrik power supply berlebihan
  • Stabilizer rusak.
Untuk itu kita cek tegangan yang ada pada power supply. Jika tidak terdapat masalah, berarti kesalahan ada pada stabilizer yang rusak.

Solusi:
  • Tancapkan komputer langsung pada listrik rumah tanpa melalui stabilizer
  • Perbaiki atau ganti stabilizer.
Troubleshooting Software (Microsoft Word)

Microsoft Word adalah aplikasi pengolah kata yang sangat populer pada saat ini.

Aplikasi yang dikembangkan oleh microsoft ini terdapat dalam satu paket Microsoft Office yang berisi Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Power Point, Microsoft Office Publisher, Microsoft Office Access.

Fungsi Microsoft Word: Sebagai pengolah kata sehingga semua pekerjaan yang berhubungan dengan pengolahan kata dapat dilakukan dengan aplikasi ini.

Seperti:
  1. Membuat surat
  2. Membuat tabel
  3. Membuat tulisan dengan berbagai variasi (Word Art)
  4. Membuat dokumen
Permasalahan Yang Terjadi Pada Microsoft Word

Kasus 1: Ms. Word Error Saat Instalasi

Solusi:
  • Klik tombol Start kemudian ketik Regedit dari search box Windows dan enter.
  • Cari key di registry editor anda sebagai berikut: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Office\12.0\Word\Data
  • Tandai/pilih folder Data kemudian hapus key-key di dalamnya (bukan folder "Data"-nya).
  • Tutup registry editor.
  • Install lagi Office.
Kasus 2: Ms. Word Tidak Bisa Dibuka (Error)

Solusi :
  • Tutup semua program office.
  • Klik Start, Klik Run, ketik regedit, dan tekan enter.
  • Pada jendela Registry Editor masuk ke          HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Office\14.0\Word\Data
  • Klik Data, klik menu File kemudian klik Export.
  • Berilah nama file tersebut Wddata.reg, kemudian simpan di desktop (File Wddata.reg tersebut digunakan untuk mengembalikan regedit yang telah dirubah nanti).
  • Klik Delete pada menu Edit, dan klik Yes.
  • Tutup jendela Registry Editor.
  • Buka Ms. Word anda.
Kasus 3: Backspace tidak berfungsi pada tulisan yang diblok

Solusi:
  1. Beri tanda cek pada “Typing replace selected text“. 
  2. Letaknya ada di MS. Word 2010 Options –> Advanced.
Kasus 4: Microsoft Word yang tidak mau dibuka. Pesannya “Microsoft Word has stopped working – A problem caused the program to stop working correctly. Windows will close the program and notify you if a solution is available”

Solusi: Ketikkan “winword.exe /a” di kotak search windows, perintah ini akan menjalankan program Microsoft Word dalam safe-mode, tanpa menjalankan add-in nya.

Klik tombol “Yes” untuk menjalankan Ms. Word dalam safe-mode.

Ini akan menjalankan Ms. Word dalam safe-mode, klik tab file dan pilih Options. Dalam Opsi Ms. Wordnya, pilih Add-ins.

Browse dan cari add-in yang sedang aktif dan nonaktifkan yang kira-kira menyebabkan masalah ini.

Dalam kasus ini, add-in yang menimbulkan masalah ialah add-in “Send to Bluetooth” yang menyebabkan Ms. Word 2010 tidak bisa dibuka, klik “go to manage this add-in” dan non aktifkan (kosongkan contengan) dan klik OK.

Kasus 5: Aktivasi Microsoft Word Bermasalah

Solusi:
  1. Download Microsoft Toolkit KMS Activator
  2. Jalankan Microsoft Toolkit
  3. Klik tombol Lambang Microsoft Office
  4. Pilih tab Activation
  5. Pilih AutoKMS dari Activator/Tools dan kllik Install
  6. Lalu klik pada tombol dengan teks hijau bertuliskan EZ-Activator.
Terdapat 2 macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward.

Teknik Forward : Teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang teknisi komputer yang sering melakukan perakitan komputer.

Contoh Teknik Forward:
  • Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
  • Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
Teknik Backward : Teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik).

Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar.

Contoh Teknik Backward :
  1. Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
  2. Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
*Sumber: Edil Efendibar, Figo Aprilah, Iqbal Samimi, Puji Lestari, dan Sahlan
Baca Juga :

Artikel Terkait