Rabu, 07 Februari 2018

Dakwah Membuat Pengembannya Berfikir Cerdas dan Cemerlang

Tags




Dakwah Membuat Pengembannya Berfikir Cerdas dan Cemerlang
Dakwah adalah cinta, bukti cinta seorang Rasul kepada ummatnya, bukti cinta seseorang kepada saudara/i nya.

Karena cinta adalah dakwah. Mengajak orang yang dicintai kepada jalan yang diridhoi Allah.

Dakwah juga bukti cinta seorang hamba kepada Robbnya, betapa ia menyadari bahwa dakwah merupakan sebuah kewajiban yang ia pikul sejak ia baligh dan mengaku seorang muslim/ah.
Terkisah dalam siroh sang kekasih yang hari-harinya selalu dicaci, dimaki, diludahi, hingga dilempari.

Bayangkan apa jadinya jika Rasul tak pernah berdakwah, mungkin kita semua tidak akan pernah merasakan manis dan indahnya Islam.

Saking cintanya Rasul kepada ummatnya, bahkan jika bulan dan matahari berada digenggamannya beliau tidak akan pernah meninggalkan dakwah yang mulia ini.

Jika suatu hari kamu berada dibawah terik mentari, tiba-tiba ditawarin Es teh manis jumbo. Yang tadinya kamu lemes banget pasti langsung segerkan ngeliat Es teh manis jumbonya.

Sama halnya dakwah, bisa nyegerin kamu yang lagi gersang gak tentu arah tujuan.

Nyegerinnya dimana ?

Sebelum memulai berdakwah tentunya kamu ngisi ilmu dulukan untuk disampaikan kepada ummat, kalau rutin ngecas ilmu dan kemudian disampaikan ilmu kamu jadi segar kan ?

Tidak membusuk karena diendapkan dikepalamu.

Selain nyegerin dakwah juga merubah pola fikirmu loh, dari yang sebelumnya kamu berfikir hidup ini hanya sekali, jangan dibuat susah, nikmati aja. Hidup ini sudah susah jangan ditambahin susah.

Hello... Kalau kamu tau hidup ini cuma sekali apalagi cuma sementara, yuk digunain untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat untuk ummat.

Berdakwah misalnya, kamu bakal tau dari mana kamu berasal, untuk apa diciptakan, juga akan kemana setelah mati.

Pasti kamu bakal bisa jawab kalau kamu sudah terjun di dunia dakwah. Kalau kamu sudah bisa menjawab tiga pertanyaan tersebut artinya fikiranmu sudah mulai cerdas dan cemerlang.

Coba deh kalau misal kamu punya waktu luang tapi tidak digunain untuk berdakwah atau mengikuti agenda dakwah, kamu ngapain aja dirumah ?

Kalau aku tebak pasti kamu mager, malas-malasan di kamar, mainin Hp. Atau kamu main tak jelas menghabiskan waktu luangmu.

Iyakan ?

Waktumu terbuang sia-sia, kamu menjadi pemalas, ilmumu tidak bertambah, fikiranmu juga dangkal dan tidak berkembang apalagi sikapmu.

Nah, kalau sudah begitu apa yang terjadi ?

Akibat dari kemalasanmu itu maksiat semakin banyak bak jamur dimusim hujan. Bukan mereka yang terlalu jahat.

Tapi karena diamnya orang-orang baik sepertimu yang tak mau mendakwahi mereka.

Masih ingat peristiwa tsunami di Aceh ?

Bencana tersebut datang bukan untuk orang-orang yang bermaksiat saja. Buktinya Allah tidak memilih siapa yang kena bencana.

Tapi karena orang-orang shaleh dan baiknya tidak mau berdakwah sehingga berdoapun mereka memohon kepada Allah tidak lagi didengar.

Nah yang rugi siapa ? Yaa semua nya.

Pengen sih ikut agenda dakwah, tapi sibuk kerja, tapi takut kuliahnya keganggu, takut IPK turun, takut ini takut itu.

Lalu kamu fikir orang-orang yang berdakwah itu pengangguran semua ?
Justru mereka semua adalah orang-orang cerdas yang bisa memanajemen waktu dengan baik, mampu mengatur agenda sebaik mungkin, percaya deh kamu tidak akan kesulitan membagi waktu kuliah/kerja dengan dakwah.

Kuncinya jangan habiskan waktu luangmu untuk hal-hal yang sia-sia alias tidak ada manfaatnya.

Yang terpenting inginku sampaikan, jadikan dakwah sebagai poros kehidupan mu. Jika kita menolong agama Allah, Allah juga akan menolong dan meneguhkan kedudukan kita, bukan ?

Jangan khawatir akan hal dunia mu, jika kamu mengejar akhirat maka duniapun bisa kamu dapat.

Yang penting selalu libatkan Allah dalam setiap hal, kalau sudah ada kata Allah. InsyaAllah urusan pasti beres. Amin

*Oleh: Syahkila
Baca Juga :