Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2025

Ar-Raafi - The Exalter, Yang Maha Meninggikan

Photo by Tommy Tsao on Unsplash - 

A.S.S.A.H dirimu! 

(Amalkan Satu Hari Satu ASMAUL HUSNA)

AR-RAAFI - THE EXALTER, YANG MAHA MENINGGIKAN


ALLAH Pemilik sifat AR-RAAFI’ YANG MAHA MENINGGIKAN. DIA Yang Meninggikan Benda-benda di langit.

DIA juga lah Yang Meninggikan derajat para Nabi serta orang Beriman dengan Kebahagiaan dan Surga.

Ingat dan teladani selalu AR-RAAFI’. Angkatlah orang-orang yang lemah dan tak berdaya di kiri kananmu.

Niscaya ALLAH akan mengangkat derajatmu. Angkat mereka menuju ALLAH AR-RAAFI’. Itulah fungsimu sebagai Rahmatan lil Alamin.

Aplikasi dalam keseharian:

Gemar mencari Ilmu dan mengamalkannya, untuk diri sendiri dan orang lain, membantu orang yang sedang kekurangan dan kesulitan, memberi motivasi pada orang yang sedang kehilangan semangat.

#NasihatAsmaulHusna
#GEMAESQ165
#AryGinanjarAgustian
#99AsmaulHusna
#ArRaafi

Minggu, 23 November 2025

Al Mu’izz - Yang Maha Memuliakan - The Giver Of Honor

Photo by okeykat on Unsplash - 

A.S.S.A.H dirimu! 

(Amalkan Satu Hari Satu ASMAUL HUSNA)
⁣
AL MU’IZZ - YANG MAHA MEMULIAKAN - THE GIVER OF HONOR


Milikilah hati yang bening dan berkilau. Itulah hati yang mulia. Engkau adalah wakil AL MU’IZZ YANG MAHA MEMULIAKAN. Bukankah engkau juga menyukai segala sesuatu yang Mulia?⁣
⁣
Ingatlah selalu, hanya hati yang bening dan mulia yang mampu menerima HidayahNYA, yang mampu merasakan keberadaan ILAHI di setiap keindahan CiptaanNYA
⁣
Banyak hal yang bisa mengotori hatimu, maka itu janganlah bosan untuk membeningkan dan memuliakan hati kembali, dengan mengingat ALLAH AL MU’IZZ.

Aplikasi dalam keseharian:

Membaca BASMALLAH setiap hendak melakukan pekerjaan, banyak beristigfar memohon ampun, selalu berlindung pada ALLAH, dan menjaga hawa nafsu.

Berprasangka baik, bertutur kata santun dan memberi manfaat pada orang di sekitar.

#NasihatAsmaulHusna #GEMAESQ165 #AryGinanjarAgustian #99AsmaulHusna #AlMuizz

Sabtu, 04 Oktober 2025

Al Ahad - The One, The All Inclusive, The Indivisible - Yang Maha Esa

Photo by Hunters Race on Unsplash - 

A.S.S.A.H dirimu!
 
(Amalkan Satu Hari Satu ASMAUL HUSNA)

AL AHAD - THE ONE, THE ALL INCLUSIVE, THE INDIVISIBLE - YANG MAHA ESA⁣
⁣
Janganlah engkau mengabdikan hidup dan berTuhan pada kedudukan, pangkat, harta, harga diri, atau dunia.⁣

Semua itu akan sirna binasa. Yang tetap kekal abadi adalah ALLAH AL AHAD YANG MAHA ESA.

Jangan pernah merasa memiliki apapun di muka bumi ini, agar engkau tidak pernah merasa kehilangan apapun.⁣

Hanya ALLAH AL AHAD YANG MAHA ESA tujuanmu. Pegang prinsip ini, karena sesungguhnya engkau diciptakan untuk mengabdi hanya pada AL AHAD.⁣

Aplikasi dalam keseharian:

Hanya Mengharap Ridho ALLAH dalam aktivitas apapun. Percaya bahwa semua sifat-sifat-NYA tidak dapat dibandingkan dengan makhluk, menjauhi perbuatan yang mendekati kesyirikan, selalu berdoa dan memohon kepada-NYA.

#NasihatAsmaulHusna #GEMAESQ165 #AryGinanjarAgustian #99AsmaulHusna #AlAhad

As Shamad - The Self Sufficient, The Impregnable, The Eternally Besought Of All, The Everlasting - Yang Maha Diperlukan

Photo by Madrosah Sunnah on Unsplash - 

A.S.S.A.H dirimu! 

(Amalkan Satu Hari Satu ASMAUL HUSNA)
⁣
AS SHAMAD - THE SELF SUFFICIENT, THE IMPREGNABLE, THE ETERNALLY BESOUGHT OF ALL, THE EVERLASTING - YANG MAHA DIPERLUKAN

Dalam hidup ini ada banyak orang yang memerlukanmu dan bergantung padamu.

Keluargamu, orang-orang fakir miskin, saudaramu yang sedang sakit, mungkin lingkunganmu, mereka bergantung padamu.

Ada kalanya engkau merasa berat dan berpikir mengapa mereka memberatkan hidupmu?

Ingatlah dan sadarilah engkau diciptakan oleh AS SHAMAD YANG MAHA DIPERLUKAN, tempat bergantung semua makhluk. Renungkanlah siapakah wakil⁣ AS SHAMAD itu?⁣

Siapa yang Meniupkan sifat itu agar semua tergantung padamu? Itulah Fitrahmu, bahwa engkau diciptakan untuk menjadi WAKIL ALLAH AS SHAMAD.

Kebahagiaanmu bukan semata ketika engkau mendapatkan atau memperoleh. Bukankah engkau bahagia ketika mereka bergantung kepadamu?⁣

Bukankah engkau merasa bahagia ketika anak-anakmu datang kepadamu meminta uang, meminta barang kesukaan, minuman, makanan, dan engkau berikan mereka semua itu.

Bukankah engkau bahagia? Maka terimalah orang-orang yang bergantung padamu. Engkaulah hamba AS SHAMAD yang ada di muka bumi.⁣

Aplikasi dalam keseharian:

Berusaha menjadi orang yang Mandiri, dapat diandalkan, dan bermanfaat bagi orang lain.

Berusaha memberi saudara yang kesusahan, selalu berikhitar dalam melakukan kebaikan, membantu mencari solusi atas permasalahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dengan ikhlas.

#NasihatAsmaulHusna
#GEMAESQ165
#AryGinanjarAgustian
#99AsmaulHusna
#AsShamad

Minggu, 28 Mei 2023

9 Waktu Puasa yang Dilarang Selain Hari Tasyrik

Photo by Dan Gold on Unsplash - 

Hari Tasyrik jatuh pada 11, 12, 13 Zulhijah. Bagi umat muslim, di hari-hari yang jatuh setelah Idul Adha ini, dilarang berpuasa.

Pada 3 hari ini, umat Islam masih dalam suasana hari raya Idul Adha, sehingga sebagian besar ulama mengharamkan berpuasa.

Meski begitu sebagian lagi berpendapat hukumnya makruh, bukan haram.

Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dan haji untuk puasa 3 hari selama ibadah haji.

Namun dalam hadist yang diriwayatkan HR Muslim disebutkan: "Sesungguhnya hari itu (Tasyrik) adalah hari makan, minum dan zikrullah."

Soal larangan puasa ini ternyata tidak hanya pada hari-hari Tasyrik saja, ada 9 puasa yang masuk kategori haram. Apa saja?

1. Puasa di hari raya Idul Fitri

Tanggal 1 Syawal telah ditetapkan sebagai Hari Raya Sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan gembira.

Karena itu syariat telah mengatur bahwa pada hari itu tidak diperkenankan seseorang berpuasa sampai pada tingkat haram.

Meskipun tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak ada yang harus membatalkan puasanya atau tidak berniat puasa.

2. Puasa Saat Hari Raya Idul Adha

 Hal yang sama juga berlaku saat Idul Adha yang jatuh setiap 10 Zulhijah. Idul Adha bisa dibilang hari raya kedua bagi umat Islam dan diharamkan berpuasa.

Saat Idul Adha, umat Islam juga disunnahkan menyembelih hewan kurban serta membagikannya kepada fakir miskin, kerabat serta keluarga agar semua bisa merasakan kegembiraan.

Larangan puasa di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha diriwayatkan oleh HR Bukhori, "Rasulullah saw. melarang puasa pada dua hari, yaitu hari raya Fithr dan hari Nahr."

3. Puasa Khusus Hari Jumat

Puasa khusus hanya hari Jumat haram hukumnya, bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya.

Namun, jika ada kaitan dengan puasa sunah lainnya seperti puasa sunah Nabi Daud AS, yakni sehari berpuasa sehari tidak, maka hukumnya diperbolehkan.

Sementara itu sebagian ulama lain tidak mengharamkan puasa khusus hari Jumat, mereka hanya memakruhkan. Oleh karena itu bila jatuh hari Jumat giliran berpuasa, maka diperbolehkan.

Soal larangan puasa di hari Jumat ini, HR Muslim meriwayatkan, "Janganlah kalian khususkan hari Jum'at dengan berpuasa dan tidaklah pula malamnya untuk ditegakkan."

4. Puasa Sunah Paruh Kedua Syakban

Menurut Mazhab Asy-Syafi'iyah, hukum puasa mulai tanggal 15 Syakban hingga akhir bulan Syakban haram. Dasarnya adalah sabda Rasulullah saw berikut ini:

"Apabila bulan Syakban telah lewat separuhnya, janganlah berpuasa." (HR Ahmad)"

Namun sebagian ulama tidak mengharamkan melainkan hanya memakruhkan. Alasannya, hadist riwayat Al-Imam Ahmad dianggap hadist yang lemah periwayatannya.

Terlepas dari perbedaan tersebut, apabila setelah melewati tengah bulan Syakban seseorang masih punya utang puasa Ramadan tahun yang lalu, dia tetap wajib mengerjakannya.

Bila seseorang terbiasa berpuasa sebulan penuh pada bulan Syakban, justru itu merupakan sunah.

5. Puasa di Hari Syak

Hari Syak jatuh pada tanggal 30 Syakban bila orang-orang ragu tentang awal Ramadan karena hilal tidak terlihat.

Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadan atau belum. Ketidakjelasan ini disebut Syak.

Secara syar'i, umat muslim dilarang berpuasa pada hari itu dengan dasar hadist Rasulullah saw berikut ini.

"Janganlah kalian mendahului bulan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bila seseorang memang terbiasa melakukan puasa sunah, silakan melakukannya." (HR Bukhari dan Muslim)

Namun ada juga yang berpendapat tidak mengharamkan tapi hanya memakruhkannya.

6. Puasa Selamanya

Diharamkan bagi seseorang berpuasa terus setiap hari selamanya. Puasa ini sering disebut dengan shaumul abad.

Meski seseorang merasa sanggup mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Tetapi secara syar'i puasa seperti ini dilarang dalam Islam.

"Tidak sah puasa orang yang puasa selamanya." (HR Bukhari dan Muslim)

Bagi mereka yang ingin berpuasa Rasulullah saw menyarankan puasa seperti Nabi Daud as., yaitu sehari puasa sehari berbuka.

7. Puasa Wishal

Perbedaan puasa Wishal dengan puasa selamanya adalah bahwa dalam puasa Wishal seseorang tidak berbuka, tidak sahur, dan tidak makan di malam hari.

Sedangkan puasa selamanya secara teknis tetap sahur, tetap berbuka, dan makan pada malam hari sepanjang hidupnya.

Keharaman puasa Wishal berdasarkan sabda Rasulullah saw yang secara tegas mengharamkannya. "Janganlah kalian berpuasa Wishal." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hal puasa Wishal ini, Rasulullah bahkan punya kekhususan tersendiri. Beliau diberi fasilitas khusus yang tidak diberikan kepada umatnya Rasulullah saw secara pribadi justru berpuasa Wishal.

Seperti yang diriwayatkan HR Bukhari dan Muslim ini: Rasulullah saw melarang para sahabat berpuasa Wishal sebagai bentuk kasih sayang kepada mereka.

Para sahabat bertanya, "Anda sendiri berpuasa Wishal?" Beliau SAW menjawab, "Aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya Allah memberiku makan dan minum."

8. Puasa Perempuan yang Sedang Haid atau Nifas

Perempuan yang haid atau sedang menjalani nifas diharamkan berpuasa, karena kondisi tubuhnya yang tidak dalam kondisi suci dari hadas besar.

Apabila tetap berpuasa berdosa hukumnya. Untuknya diwajibkan menggantikannya pada hari lain.

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Bukankah bila perempuan mendapat haid, dia tidak boleh salat dan puasa?" (HR Muttafaq 'alaihi)

9. Perempuan yang Berpuasa Sunnah Tanpa Izin Suami

Seorang istri bila akan melaksanakan puasa sunah, maka wajib meminta izin dari suaminya terlebih dahulu.

Bila mendapatkan izin, maka ia boleh berpuasa. Sedangkan bisa tidak diizinkan tetap berpuasa, maka puasanya haram secara syar'i.

Dalam kondisi ini suami berhak memaksanya berbuka puasa, kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membutuhkannya.

Misalnya, jika suaminya sedang bepergian atau dalam keadaan ihram haji, umrah, atau sedang beriktikaf.

Ketika hak suami wajib ditunaikan dan merupakan kewajiban bagi istri, sedangkan puasa hukumnya sunah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunah.

Minggu, 30 April 2023

11 Dongeng dan Kisah Khusus Anak Islami Penuh Hikmah

Foto oleh cottonbro studio: https://www.pexels.com/ - 

1. Dongeng Si Tukang Semir Saleh Mengorbankan Tabungan Hajinya

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang miskin dan ia hanya berprofesi sebagai tukang semir sepatu. Tetapi walau pun ia miskin, ia sangat rajin beribadah.

Seperti kebanyakan orang-orang, ia juga sangat bermimpi agar bisa naik haji suatu hari nanti.

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, ia rajin mengumpulkan uang hasil semir sepatunya demi harapan suatu saat ia bisa naik haji.

Uang yang dikumpulkannya tidak pernah mencukupi untuk ongkos naik haji. Namun karena ia sabar, pada akhirnya tabungan untuk naik hajinya pun sudah cukup.

Melihat tabungannya sudah mencukupi untuk naik haji, ia sangat bergembira. Namun, tiba-tiba ia kaget karena tetangganya sedang sakit parah dan memerlukan banyak biaya untuk berobat.

Si tukang semir pun mengunjungi tetangganya yang sedang sakit tersebut yang juga miskin. terdengar tetangganya merintih kesakitan karena sakit yang dideritanya.

Karena merasa kasihan, si tukang semir pun memberikan semua tabungan hajinya untuk tetangganya berobat.

Si tukang semir memang batal naik haji, tetapi di dalam hatinya ia senang karena bisa memberikan harapan dan ketenangan kepada tetangganya yang sedang ditimpa musibah dan membutuhkan biaya untuk berobatnya.

Berikanlah pertolongan pada orang-orang di sekelilingmu jika itu memang bisa kau lakukan.

Karena Allah pasti akan membalas pertolonganmu itu dengan pahala yang berlipat ganda dan akan menjadi kejutan yang menakjubkan.

2. Dongeng Nenek yang Menggosok Besi Batangan Menjadi Jarum

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil tinggal di desa yang terpencil. Karena kenakalannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dan menulis yang seharusnya Ia ikuti.

Dia lebih suka bermain-main menyusuri jalanan dan tepian sungai.

Suatu hari, ditepian sungai bocah kecil ini memperhatikan seorang Nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Ia menggosok-gosokan sesuatu pada sebuah batu.

Sampai beberapa hari berikutnya, si bocah kecil ini masih memperhatikan hal yang sama yang dilakukan oleh Nenek itu.

Melihat Nenek itu si bocah kecil pun menjadi penasaran. Dan Ia pun memberanikan diri mendekati si Nenek.

"Nek, Sudah beberapa hari ini saya perhatikan dan saya lihat Nenek melakukan hal yang sama terus-menerus.. Sebenarnya Nenek sedang melakukan apa?"

"Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak..." Jawab si Nenek.

Si bocah kecil pun semakin penasaran. "Untuk apa Nenek menggosok besi batangan itu , Nek?"

"Nenek menggosok besi batangan ini untuk dibuat sebuah jarum, Nak !" Tandas si Nenek.

Si bocah kecil ini tampak tidak percaya. "Wah ... mana mungkin Nek, besi batangan digosok menjadi jarum?"

Si Nenek pun menghentikan kegiatannya yang sedang menggosok besi batangan dan memandang si bocah kecil itu dan berkata "Selama kita memiliki kemauan dan kesabaran, besi batangan ini bisa di gosok terus menerus, pasti bisa menjadi Jarum...!"

Si bocah kecil pun merasa kagum mendengar jawaban si Nenek.

Dan peristiwa itu membuatnya menjadi pelajar yang rajin, disiplin, dan teguh. Setelah dewasa, si bocah tadi menjadi seorang sastrawan terkenal, Ia selalu teringat pesan dari Nenek tua itu.

Hikmah Dongeng

Selama kita memiliki keteguhan hati dan bersabar, segala yang kita anggap mustahil akan bisa dilakukan dan bakal terwujud.

Ini diibaratkan dengan besi batangan yang bisa menjadi jarum apabila digosok secara terus menerus.

3. Kisah Tukang Kebun Rajin Sedekah

Pada suatu hari, ada seorang musafir yang sedang berjalan di padang pasir, tiba-tiba saja seorang musafir itu mendengar suara dari langit, "Siramilah kebun milik si Fulan."

Dan setelah si musafir mendengar suara itu tiba-tiba hujan turun sangat derasnya, menyirami kebun milik si Fulan.

Si Musafir pun terlihat keheranan, dan dari rasa penasarannya si musafir pun mencari pemilik kebun tersebut.

Setelah si musafir bertemu dengan si pemilik kebun dia pun bertanya kepada si pemilik kebun.

"Siapa namamu?" tanya si musafir

"Fulan, Mengapa bertanya tentang namaku?" jawab si pemilik kebun

"Saat aku sedang berjalan di padang pasir tiba-tiba aku mendengar suara di langit, yang memerintahkan hujan untuk menyirami kebun milikmu. Dan tidak lama setelah suara itu hujan pun turun. Aku sangat keheranan dan penasaran, sebenarnya amalan apa yang engkau perbuat?" Tanya si musafir.

"Mungkin karena aku sering sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, sepertiganya aku buat makan bersama keluargaku, dan sepertiganya lagi aku biarkan." Jawab si Pemilik kebun.

Hikmah Dongeng

Dunia ini adalah tempat mengumpulkan pahala kebaikan sebagai bekal kita nanti saat kita kembali kepada Allah SWT. Salah satu amal kebaikan yang sangat Allah cintai adalah Bersedekah.

Kita harus tahu bahwa dalam harta yang kita miliki atau yang kita dapatkan, itu terdapat hak-hak anak yatim, orang miskin, dan orang-orang yang membutuhkan.

Karena itu, mari rajinlah bersedekah, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari yang kita sedekahkan.

4. Dongeng Pemuda yang Tulus & Ikhlas dalam Menolong Mendapat Imbalan Terindah

Di satu cerita, ada seorang bapak tua yang mempunyai empat orang anak. sang ayah jatuh sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya berbaring di ranjang saja sepanjang hari.

Salah seorang dari ke empat anaknya itu merawat sang ayah yang sedang terbaring sakit, karena tiga anak yang lainnya tidak mau mengurus dan merawat ayah mereka yang sedang sakit.

Ia tetap melakukan semuanya dengan tulus dan dengan hati yang ikhlas.

Suatu ketika, sang ayah meninggal dunia, dan ia pun begitu sedih. Selain karena kehilangan ayah yang sangat dicintainya, harta warisannya pun diambil semua oleh ketiga saudaranya yang lain.

Pada suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan sang ayah, didalam mimpinya sang ayah menyuruhnya untuk pergi ke suatu tempat. Ditempat itu ada uang dengan jumlah seratus dinar.

Pada pagi harinya ia pun menceritakan mimpinya itu kepada sang istri yang langsung menyarankan agar ia mendatangi tempat itu. Namun ia tidak mau.

Pada malam berikutnya, Ia bermimpi lagi dengan mimpi persis seperti malam sebelumnya. Namun Ia tetap tidak mau mendatangi tempat yang disebut dalam mimpinya.

Kemudian di malam ketiga berikutnya lagi Ia bermimpi lagi hal yang sama persis.

Dan akhirnya pun ia pergi ke tempat yang disebutkan oleh sang ayah didalam mimpinya itu untuk mengambil uang sejumlah seratus dinar.

Tapi sesampainya ditempat itu ia hanya mengambil satu dinar saja dari sana.

Dengan suka cita, Ia pun pergi ke pasar. Dan ia pun membeli dua ekor ikan yang besar-besar. Sesampai dirumah, istrinya sangat senang dan segera membersihkan ikan-ikan itu.

Betapa terkejut istrinya ketika membelah perut ikan terdapat dua buah mutiara yang paling indah dari yang pernah ia lihat selama hidupnya.

Orang-orang dikampungnya mendengar berita temuan ajaib itu, dan berdatangan ingin melihatnya. Dan pada akhirnya berita ini pun sampai ke telinga Raja.

Ketika Raja melihat mutiara yang menjadi pembicaraan ramai di masyarakat, ia sangat terpesona akan keindahan dari mutiara itu.

Lalu ditukarlah dua mutiara indah itu dengan uang emas yang banyak sekali jumlahnya.

Hikmah Dongeng

Kita harus melakukan perbuatan baik dengan hati yang ikhlas dan tanpa mengharapkan imbalan. Allah SWT akan menyukai dan akan membalas perbuatan kita di suatu saat yang tidak terduga.

5. Kisah Nabi Musa AS dan Qorun

Pada zaman dahulu kala ketika Nabi Musa a.s. memimpin Bani Israil, ada seorang pengikutnya yang sangat taat beribadah bernama Qorun.

Setiap hari ia hanya beribadah dan tidak mementingkan kehidupan duniawi. Kehidupan keluarganya pun jauh dari kata layak, tapi ia sangat disegani sebagai ulama.

Sang istri yang bernama Ilza sering mengeluh karena menginginkan kehidupan yang lebih layak.

Hingga pada suatu hari, ada dua orang laki-laki utusan dari Raja Gholan memberinya hadiah berupa uang emas yang sangat banyak.

Qorun menolaknya dan berdalih bahwa ia tak mengenal Raja Gholan, pun ia tak pernah membantunya.

Ternyata kedua utusan itu berhasil membujuk istrinya untuk menerima hadiah tersebut. Qorun ingin marah kepada istrinya, tapi tak tega karena melihatnya begitu senang.

Ia pun akhirnya menerima hadiah tersebut. Qorun yang kini hidupnya berlimpah harta mulai jarang melakukan ibadah.

Apalagi istrinya juga melarang ia untuk mengunjungi Nabi Musa a.s. dengan alasan mereka hidup susah saat menjadi pengikutnya.

Ia pun tidak pernah lagi beribadah dan semakin tengelam dalam urusan duniawi.

Seorang kawan lamanya berkunjung dan mengingatkannya untuk bersedekah atas hartanya. Dengan terpaksa, ia mendatangi Nabi Musa a.s. untuk bertanya seberapa banyak zakat yang harus ia bayar.

Ternyata jumlah yang harus dibayarnya begitu besar, lalu timbullah prasangka buruknya terhadap Nabi Musa a.s..

Qorun kemudian menghasut saudagar lain untuk tidak membayar zakat. Ia juga tega untuk memfitnah Nabi Musa a.s.. Kemudian beliau berdoa kepada Tuhan dan Ia mendatangkan azab untuk Qorun.

Qorun meminta ampun, tapi semuanya sudah terlambat. Ia beserta hartanya pun habis ditelan bumi.

Janganlah kita terlalu terperdaya dengan harta benda yang kita punya karena itu bisa melalaikan kita untuk selalu mengingat Allah. Belajarlah untuk selalu sederhana dalam keadaan apapun.

6. Kisah Seorang Nabi dan Seekor Semut

Pada suatu hari, ada seorang Nabi dan rombongannya yang sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat.

Waktu itu hari sedang hujan, mereka memutuskan untuk berteduh di bawah sebuah pohon yang rindang. Perjalanan akan dilanjutkan ketika hujan telah reda.

Tiba-tiba nabi tersebut merasakan tangannya nyeri. Setelah dilihat, ternyata rasa nyeri tersebut diakibatkan oleh gigitan seekor semut.

Nabi tersebut kemudian bangkit berdiri. Saat melihat ke bawah ternyata dia sedang menduduki sarang semut. Tanpa pikir panjang, ia menyuruh rombongannya untuk membakar sarang semut tersebut.

Saat mereka hendak membakar sarang itu, Allah SWT mengingatkan sang nabi. Lalu ia berkata, “Hanya karena gigitan seekor semut, engkau akan membakar suatu kaum?”

Mendengar itu, sang nabi pun tersadar akan perbuatannya yang salah. Ia lalu merenung bahwa memang benar tak adil jika membakar semua semut hanya karena satu ekor yang menggigitnya.

Mungkin si semut hanya mengingatkan bahwa ia telah berbuat salah yaitu dengan menduduki sarangnya.

Akhirnya, sarang tersebut dibiarkannya tetap utuh. Hujan pun reda, sang nabi dan rombongannya kemudian melanjutkan perjalanannya.

Hikmah Kisah

Bahkan seorang nabi pun ketika merasa sakit karena digigit makhluk kecil ciptaan Allah, langsung menyadari kesalahannya karena telah menduduki sarangnya.

Inilah salah satu contoh suri tauladan dari nabi terdahulu yang patut kita ambil pelajarannya.

7. Kisah Nabi Daud dan Seekor Ulat

Nabi Daud A.S merupakan nabi yang sangat taat kepada Allah. Sehingga Allah memberikan keistimewaan pada beliau berupa kepercayaan untuk menyebarkan kitab Zabur.

Beliau merupakan seorang pemikir dan pembelajar yang baik. Suatu ketika, beliau sedang membaca kitab Zabur sembari duduk tenang dalam suraunya.

Tak disangka, ada seekor ulat merah berada di dekatnya.

Alhasil, nabi Daud mengawasi ulat tersebut sambil berpikir dalam hati, "Apa ya, yang Allah harapkan dari ulat kecil ini?"

Sesaat setelah nabi Daud berpikir demikian, seketika Allah memberikan izin bagi ulat tersebut untuk sanggup berkata-kata seperti manusia.

Ulat merah itu pun kemudian berkata kepada nabi Daud AS:

"Wahai nabi Allah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku untuk selalu membaca tasbih, Subhanallahu walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar setiap hari sebanyak 1000 kali pada siang hari. Pada malam harinya, Allah SWT mengilhamkanku untuk membaca Allahummasolli ada Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim, sebanyak 1000 kali juga."

Kemudian ulat tersebut berkata kepada nabi Daud AS:

"Lalu apa yang dapat kau dapat katakan kepadaku agar aku mendapat faedah darimu ya nabi Allah?"

Mendengar perkataan ulat tersebut, nabi Daud menjadi sadar. Beliau sadar bahwa dirinya khilaf. Dia telah memandang remeh makhluk Allah yang terlihat kecil dan tak bisa apa-apa.

Padahal mereka bahkan bisa lebih dahsyat ibadahnya terhadap Allah dengan cara mereka.

Alhasil, nabi Daud pun memohon ampun dan berserah diri pada Allah. Begitulah sifat nabi Daud sebagai pemikir yang bijak.

Sejak saat itu dia tidak akan menganggap rendah lagi segala makhluk ciptaan Allah.

Hikmah Cerita

Nah, maka dari itulah, kita sebagai umat muslim jangan sampai memandang rendah dan mengecilkan orang lain.

Siapa tau dia justru lebih baik dari kita? Siapa tau dia seperti ulat dalam cerita ini, terlihat kecil, diam dan tak bisa apa-apa, padahal dalam diamnya dia selalu mengingat Allah.

8. Dongeng Penggembala yang Suka Berbohong

Awal cerita, ada seorang penggembala yang sedang menggiring dombanya menuju padang rumput di dekat desa.

Ketika si penggembala domba sedang duduk santai sambil menggembala dombanya, terlintas dibenak si penggembala untuk mempermainkan para penduduk desa.

"Serigala..! Serigala...! " teriak si penggembala sekeras-kerasnya. Para penduduk desa pun berhamburan lari dari rumah dengan membawa tongkat untuk menolong si penggembala.

Tapi penduduk desa tidak menemukan apa-apa, yang ada hanya penggembala yang sedang mentertawakan kebodohan mereka.

Singkat cerita, di hari kedua, Si penggembala mengulangi kembali perbuatannya. Ia berteriak " Serigala...! Serigala...! ".

Orang-orang desa pun kembali berhamburan berlarian ingin menolong si penggembala.

Tapi penduduk desa tidak menemukan apa-apa yang ada hanya si penggembala yang dengan girangnya ia menertawakan mereka.

Di hari yang ke tiga, seekor serigala benar-benar datang, si penggembala pun terlihat ketakutan.

Karena ketakutannya terhadap serigala ia pun berteriak-teriak memanggil penduduk desa, "Serigala! Serigala...!"

Domba gembalaannya diterkam serigala, namun tak satu pun penduduk desa datang menolongnya. Karena menyangka penggembala hanya mau membohongi mereka lagi.

Hikmah Dongeng

Dari cerita diatas bisa kita simpulkan bahwasanya apabila kita sudah melakukan kebohongan maka orang yang pernah kita bohongi tidak akan percaya lagi kepada kita, walaupun apa yang kita katakan itu benar kejadiannya tapi mereka tidak akan percaya.

Makanya janganlah sekali-kali kita berbohong kepada teman-teman, guru, orang tua, ataupun kepada orang lain. Karena si pembohong pasti tidak akan selamat dari hukuman.

9. Kisah Gadis yang Berubah Jadi Angkuh

Rinrin adalah anak yang baik, tetapi setelah peringkat kelasnya dikalahkan oleh Rendi, sikapnya jadi aneh, jadi orang yang sok tahu, dan selalu ingin terlihat paling pintar.

Jika ada anak-anak yang sedang berkumpul, dia selalu ikut nimbung secara tiba-tiba, tanpa mau tahu apa yang dibahas dia langsung sok tahu dan menjelaskan.

Teman-teman sudah memakluminya, karena itu lah sifatnya jika nilainya turun, seakan tidak mau tahu dan tidak percaya diri.

Waktu itu hampir semua anak yang sekelas dengan Rinrin sedang makan di kelas, mereka sedang asyik membahas masalah pelajaran, tiba-tiba Rinrin masuk dan berbicara sangat kencang, “Heh! jika sedang makan jangan sambil bicara, itu tidak boleh!” ucapnya dengan lantang.

Semua anak terdiam dan tidak ada yang bicara, karena mereka tahu jika menjawabnya malah akan ribet dan ribet deh pokoknya.

Tiba-tiba ada Indra masuk ke dalam ruangan yang sedang sepi itu, “sepi amat kaya kuburan, hello ini kelas,” sontak suasana yang sedang tegang itu menjadi seru dengan tawa riang semua anak-anak yang ada di sana kecuali Rinrin.

“Kamu juga Indra, kalo minum itu harus sambil duduk, itu ada haditsnya,” tegus Rinrin yang berusaha menjelaskan.

“Kamu kenapa sih Rin, iya aku tau kok adab makan dan minum!”

Rinrin yang sudah mendengar jawaban itu, dia kemudian membalikkan badan keluar ruangan. Berjalan menuju toilet dengan tergesa-gesa karena malu air matanya mau keluar.

Dia sadar teman-temannya tahu bahwa dia sudah berubah, sudah menyakiti hati teman-temannya. “aku harus kembali,” gumamnya dalam hati.

Maka, setelah itu dia berubah kembali menjadi dirinya sendiri, anak yang baik, penyayang, dan suka menolong. Nilainya kembali bagus dan menjadi ranking satu di kelasnya lagi.

Segala sesuatu memang harus pada tempatnya. Ketika kita hendak memberi nasihat kepada orang lain, harus dengan cara yang sopan dan santun tentunya, supaya tidak menyinggung perasaan orang lain.

10. Kisah Cerita Syekh Al-Bazzaz yang Selamat dari Badai

Pada suatu ketika ada seorang syekh yang bernama Syekh Al-Bazzaz sedang melaksanakan ibadah haji.

Saat ia berada di Masjidil Haram di Makkah, tiba-tiba ia merasa sangat lapar sekali, tapi ia tidak mempunyai makanan untuk mengganjal perutnya.

Ia pun terus mencari sesuatu yang bisa dimakan olehnya. Namun ia tidak mendapatkan apa-apa.

Dalam pencariannya ia menemukan sebuah kantung berbahan sutra, ia pun membawa kantong sutra itu ke rumah tinggalnya di Makkah.

Sesampainya dirumah, ia pun membuka kantong dari kain sutra itu, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah permata cantik yang ada didalam kantung itu.

Ia pun buru-buru mengikatnya kembali dan meneruskan mencari makan.

Saat ia sedang mencari makanan, tiba-tiba ia mendengar seorang tua berteriak-teriak dari kejauhan. "Barang siapa yang menemukan kantong sutra, akan diberi hadiah lima ratus dirham emas."

"Sekarang aku sangat lapar, apakah aku harus mencuri kalung permata ini dan mengembalikan kantungnya saja? Tidak, aku harus mengembalikan kepada orang tua itu." ujar syekh Al-bazzaz didalam hati.

"Wahai bapak, kemarilah...! Ayo kerumahku," ajak Syekh kepada orang tua itu.

"Aku kehilangan sebuah kantung sutra" orang tua itu menyebutkan ciri-ciri kantung sutra yang hilang.

"Bapak, inilah kantung sutra yang seperti ciri-ciri yang bapak sebutkan" kata syekh Al-Bazzaz

"Inilah uang lima ratus dirham emas sebagai hadiah dariku untukmu"

"Bapak, aku tidak akan menerimanya, dan tidak akan meminta balasan darimu sedikit pun." jawab Syekh Al-Bazzaz

"Sudahlah tidak apa-apa, ambillah ini sebagai hadiah" orang tua itu sedikit memaksa.

"Demi Allah, aku tidak akan menerimanya. Aku hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT saja," Jawab Syekh Al-Bazzaz

Dan kemudian orang tua itu pun pergi, setelah orang tua itu pergi Syekh Al-Bazzaz tidak merasa ada penyesalan karena dia tidak mengambil hadiah yang ditawarkan oleh orang tua itu.

Setelah musim haji selesai, Ia pun hendak pulang kampung dengan menaiki perahu.

Dalam perjalanan pulang, perahu yang ditumpanginya diterjang badai ombak yang bergulung sangat besar dan angin yang meniup sangat kencang sekali.

Perahu yang ia tumpangi pun pecah terbelah dihantam badai dan kemudian tenggelam.

Semua penumpang perahu itu terlempar ke laut beserta semua barang yang diangkut dalam perahu.

Namun, Syekh Al-Bazzaz selamat, dengan berpegangan pada pecahan kayu sisa perahu. Ia pun terapung-apung selama beberapa hari di lautan, hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau.

Didalam pulau itu terdapat warga tidak bisa membaca dan menulis. Ia pun berhenti dan masuk disebuah Masjid, lalu ia mengambil sebuah Al-Qur'an dan membacanya.

Karena mendengar suara Syekh Al-Bazzaz, Orang-orang dipulau itupun melihatnya dan berkumpul di sekeliling Syekh Al-Bazzaz.

"Tuan, maukah Tuan mengajarkan kami membaca Al-Qur'an" kata mereka satu persatu.

Syekh Al-Bazzaz pun akhirnya mengajarkan mereka satu persatu sampai pintar membaca Al-Qur'an.

"Di pulau ini ada seorang gadis yatim, dia mempunyai kalung permata, dan kami ingin menikahkanmu dengannya" ujar seorang Bapak kepada Syekh Al-Bazzaz.

"Tidak, aku harus melanjutkan perjalanan lagi ke kampungku," Balas Syekh AL-Bazzaz.

"Engkau harus menikah dengannya, agar bisa tinggal di kampung ini dan mengajar kami." Kata si bapak itu sedikit memaksa.

Akhirnya Syekh Al-Bazzaz pun menerima tawaran itu. Di hari pernikahannya ketika gadis itu berada dihadapannya, tampak olehnya kalung permata melingkar di leher sang gadis.

Ia terus memandang dan memandang kalung permata itu.

"Wahai Syekh, engkau telah mengecewakan hati gadis ini, engkau hanya melihat kalungnya saja" ujar seorang kerabat.

"Aku dan kalung ini punya cerita sendiri." Syekh Al-Bazzaz pun menceritakan kisah yang terjadi dahulu dengan kalung itu.

Setelah mendengarkan cerita Syekh Al-Bazzaz, orang-orang di sekelilingnya mengucapkan takbir.

"Ada apa dengan kalian, tiba-tiba bertakbir dan bertahlil?" Tanya Syekh Al-Bazzaz.

"Orang tua yang dahulu kehilangan kalung itu adalah ayah si gadis yatim ini. Selama perjalanan pulang dari ibadah Haji, Ia tidak henti-hentinya berdo'a, "Ya Allah, aku tidak pernah bertemu dengan seorang muslim sebaik laki-laki yang telah menemukan kalung permataku. Ya Allah pertemukan aku dengannya Sekali lagi, agar bisa ku nikahkan putriku dengannya," Dan sekarang doa itu dikabulkan."

Hikmah Cerita

Allah akan membalas yang terbaik dari apa yang sudah kita lakukan. Lihatlah cerita diatas, Syekh Al-Bazzaz tidak mau menerima imbalan apa-apa dari kalung permata itu.

Dia hanya mengharapkan Ridho Allah SWT.

Dan sebagai balasannya, Syekh selamat dari badai dan Ia pun menikah dengan putrinya dan mendapatkan kembali kalung permata itu.

11. Dongeng Persahabatan Karena Allah

Pada suatu hari diceritakan ada sang pengembara berangkat untuk mengunjungi saudaranya di perkampungan. Jarak tempuh kerumah saudaranya cukup jauh sekali, harus melewati bukit-bukit.

Tanpa disadari oleh sang pengembara, Allah telah mengirimkan malaikat berbentuk manusia untuk menemaninya dalam perjalanan.

Singkat cerita, Sesampainya sang pengembara di depan pintu gerbang perkampungan, malaikat yang berwujud manusia itu bertanya kepada si pengembara.

"Hendak Kemana?" tanya malaikat kepada si pengembara.

"Aku mau mengunjungi saudara ku di perkampungan ini" jawab si pengembara.

Malaikat pun kembali bertanya," Adakah utang budinya saudaramu, sehingga engkau jauh-jauh datang untuk mengunjunginya?"

"Tidak, bukan karena utang budi aku mengunjunginya, dan bukan juga karena yang lainnya. Aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Allah, karena itu saja." jawab si pengembara.

"Aku adalah malaikat Allah Yang Maha Pengasih, yang diperintahkan untuk menemanimu dalam perjalananmu, sungguh Allah mencintaimu. Sebab cintamu kepada kawanmu karena Allah" Ujar sang malaikat.

Ternyata Allah sangat mencintai orang-orang yang hidupnya saling bersahabat karena Allah.

Jika kita bersahabat jangan pilih-pilih ya, mau dia orang miskin atau pun kaya, cakep atau pun jelek, kita hendaklah tetap mau bersahabat.

Sebab selain kita akan mempunyai banyak teman, Allah SWT pun akan mencintai kita. Kita harus bersahabat janganlah melihat derajat ataupun rupa, tapi kita bersahabat karena Allah SWT.

Minggu, 09 April 2023

10 Cerita Anak Islami yang Menginspirasi Kita Semua

Foto oleh Subhasish Baidya: https://www.pexels.com/ - 

Anda sedang mencari cerita-cerita islami untuk diceritakan kepada Putra dan Putri Anda?

Tenang, di dalam artikel kali ini terdapat beberapa cerita islami yang bisa menjadi inspirasi. Selamat menikmati.

Kumpulan Cerita Pendek Islami

Berikut beberapa contoh cerita Islami dari berbagai sumber:

1. Kesabaran Ibu yang Memiliki Anak Autis

Putriku, sebuah surat kabar memuat kisah tentang perjuangan seorang ibu yang anaknya menderita penyakit Autis.

Autis adalah gangguan perkembangan khususnya yang ter jadi pada masa anak-anak. Anak autis membuatnya tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Mengetahui anaknya menderita autis, sang ibu merasa sedih, frustasi, dan kecewa. Namun, din segera sadar bahwa apa yang dilakukannya itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Kemudian din mulai mempelajari masalah-masalah yang terkait dengan penyakit Autis. Dengan penuh kegigihan, dia membawa anaknya itu ke Australia.

Sang ibu terus menimba ilmu. Salah satunya melalui Internet. Ia berkonsultasi dengan pakar Autis di luar negeri.

Berbagai terapi telah di jalani untuk anaknya. Karena keseriusannya ini, die juga berhasil meraih gelar Master Health Counseling dari Curtin University dan berhasil menulis 3 buah buku tentang Autis.

Kejadian itu juga membuatnya untuk lebih dekat dengan anaknya dan juga mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.

Ilmu yang didapatnya menyebutkan bahwa anak Autis memiliki kelemahan dalam pendengaran, tetapi memiliki kelebihan dalam penglihatan.

Sang ibu kemudian membangkitkan kelebihan tadi. Bersama suami, ia memperkenalkan berbagai profesi berdasarkan kelebihan dalam penglihatan.

Di kelas enam, anaknya yang menderita Autis mulai menekuni dunia fotografi. Kelak, ia ingin menjadi seorang fotografer. Anaknya kini juga sudah mahir berbahasa Inggris.

Putriku tersayang, jika kamu mau bersabar, belajar, dan berjuang sekuat tenaga datum mewujudkan cita-citamu, Insya Allah kamu akan berhasil mendapatkannya.

Semangat kamu dalam menuntut ilmu hari ini akan menentukan masa depan kamu kelak.

2. Kisah Asiyah, Istri Fir’aun

Asiyah namanya. Dia adalah istri Fir’aun yang taat dan beriman kepada Allah. keyakinannya ini sangat jauh berbeda dengan Fir’aun suaminya.

Asiyah memiliki akhlak yang baik, sementara Fir’aun dikenal sebagai orang jahat.

Ketika Fir’aun telah membunuh Masyithah seorang wanita beriman, dia menemui Asiyah dan memamerkan kekuatannya didepan istrinya, lalu memberitahukan ke Islamannya, maka Fir’aun menjadi marah.

Fir’aun bersumpah akan menguji Asiyah dengan kematian atau Asiyah kafir kepada Allah.

Lalu Fir’aun memerintahkannya, ia membentangkan kedua tangannya di atas papan dan mengikat tangan dan kakinya di atas pasak besi.

Fir’aun memerintahkan tentaranya untuk memukulinya, sehingga darah mengalir dari badannya.

Ketika siksaan semakin pedih dan hampir menunjukan kematian, dia melihat ke langit dan berdoa: “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-MU dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”

Doanya dikabulkan Allah. Maka Allah Swt. menampakkan Istananya di langit lalu istri tersenyum kemudian meninggal.

Iya, istri dari Raja itu telah meninggal. Dia berada dalam kenikmatan yang besar, yaitu surga Allah Swt. Asiyah telah kembali kepada Tuhannya, dan kebaikan senantiasa ada padanya.

3. Kisah Masyithah, Pelayan Putri Fir’aun

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Dia adalah wanita yang berani mempersembahkan jiwa raga untuk agama.

Dia seorang ibu yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta yang tulus.

Masyithah berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Anak-anak Masyithah mati syahid disiksa oleh Fir’aun. Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah Swt.

Dia seorang ibu yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang saleh dan baik hati,

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan Ridha dan di Ridhai.

Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk berjuang di jalan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.”

“Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah.

Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah pelayan putri Fir’aun dan anak-anaknya.” Rasulullah Saw. bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, “Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya.

Ia berkata, "Bismillah." Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, "Dengan menyebut nama ayahku. Ia menolak."

"Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah." Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, ‘Wahai Masyithah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?’

Ia menjawab, "Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah". Fir’aun marah besar.

Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.

Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithah meminta satu hal kepada Fir’aun, "Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan". Fir’aun menuruti permintaannya.

Putriku, Masyithah telah lama wafat. Tapi, kisahnya ini dapat kita ambil pelajaran tentang pengorbanan seorang muslimah di jalan Allah.

Masyithah adalah teladan bagi kaum muslimah yang ingin berbuat kebaikan dan beriman kepada Allah.

4. Kisah Muslimah Kulit Hitam Penghuni Surga

Suatu ketika Ibnu Abbas berkata kepada seorang sahabatnya, “Maukah engkau aku tunjukkan kepada seorang wanita ahli surga?”

Sahabatnya menjawab, “Mau.” Ibnu Abbas pun bercerita: Wanita berkulit hitam itu pernah datang menemui Rasulullah Saw.

Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku terserang penyakit epilepsi hingga terbuka auratku. Berdoalah kepada Allah agar aku disembuhkan.”

Rasulullah Saw. bersabda, “Jika engkau mau bersabar, maka engkau akan masuk surga. Tapi jika engkau mau aku akan berdoa untuk kesembuhan mu.”

Wanita itu berkata, “Aku akan bersabar.”

Sesaat kemudian berkata lagi, “Tetapi karena penyakit itu, aurat ku menjadi terbuka, berdoalah agar auratku tidak terbuka.” Kemudian Rasulullah berdoa untuknya.

Putriku tersayang, dari kisah ini kita mendapat pelajaran. Dia adalah muslimah yang lebih menginginkan surga daripada dunia.

Dia meminta kepada Rasulullah agar diberi kesabaran dalam hidupnya sehingga kelak Allah akan menganugerahinya surga.

Sungguh, pilihannya bersabar didasari keimanan yang tinggi. Bahwa sebaik-baik balasan bagi orang yang sabar adalah surga.

5. Kisah Keteladanan Ibu-ibu Palestina

Putriku tersayang, tahu tidak di mana letak Palestina? Ye, dia terletak di wilayah Timur Tengah tepatnya di benua Afrika.

Apa yang istimewa dari Palestina? Di Negara itu terdapat Masjidil Aqsha. Masjid ini adalah masjid yang diberkahi Allah.

Rasulullah Saw. pernah berkiblat ke arah masjid ini, namun kemudian kembali lagi berkiblat ke arah Ka’bah di Masjidil Haram.

Keistimewaan lainnya, negeri ini adalah tempat lahir beberapa orang Nabi. Banyak juga ulama-ulama terkenal lahir di negeri ini.

Sebut saja misalnya, Imam Asy-Syafil seorang ahli fikih terkenal, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani seorang ahli hadits terkenal, hingga mujahid-mujahid terkenal seperti Syaikh Abdullah zzam, Syaikh Izzuddin Al-Qassam, hingga Syaikh Ahmad Yasin.

Tapi sayangku, kini Palestina dengan Masjidil Aqsha-nya sedang di jajah dan dizalimi oleh Zionis Israel.

Para penjajah itu telah membunuh banyak rakyat Palestina. Di antaranya adalah wanita-wanita dan anak-anak.

Sungguh kasihan, setiap hari ada saja yang mati dibunuh oleh penjajah tersebut. Rumah-rumah hancur, ayahnya menjadi cacat sehingga tak mampu bekerja. Akhirnya, istri dan anak-anaknyalah yang bekerja.

Bagi mereka, keputusasaan tak ada gunanya. Biar bagaimanapun mereka tetap harus hidup walaupun apa adanya. Meskipun hanya makan beberapa potong roti dalem sehari.

Seorang ibu bernama Renaya, harus bekerja menjahit pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya. Ibu yang lain seperti Ummu Hilmi bekerja sebagai pembuat kue.

Ummu Mahrus bekerja sebagai pembuat boneka. Mereka bekerja dari pagi sampai malam memasarkan barang-barang yang mereka buat.

Mereka tidak suka meminta-minta. Mereka lebih suka bekerja walaupun hasilnya apa adanya. Yaitu hanya mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Putriku tersayang, apa yang membuat mereka begitu kuat dan tegar menghadapi ujian don cobaan tersebut?

Ya, karena mereka memiliki iman. Mereka yakin dengan pertolongan Allah. Mereka yakin pada saatnya nanti rakyat Palestina akan merdeka.

Kemudian mereka dapat hidup layaknya dengan tenang, aman, dan nyaman. Untuk memperoleh hal tersebut, mereka harus berjuang dengan penuh kesungguhan.

Putriku tersayang, ibu-ibu Palestina adalah contoh teladan bagi kita.

Sementara orang lain di luar Palestina banyak yang berputus asa karena satu ujian yang tak seberapa, mereka begitu kuat menghadapi ujian yang sangat besar.

Mereka sangat sabar dan bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

6. Kisah Kekayaan Seorang Raja

Di sore yang indah dan sejuk, Khalifah Harun Al Rasyid berbincang bersama penasihatnya. Khalifah memanfaatkan suasana yang menyenangkan itu untuk meminta nasihat kepada sang penasihat.

“Aku ingin engkau memberikan nasihat agar aku menjadi pemimpin yang lebih bijak,” pinta Khalifah.

Sang penasihat merasa dia sudah banyak memberi nasihat. Dia berpikir, nasihat apa lagi yang bisa dia berikan. Kemudian, dia berkata, “Tuan, apa saya boleh minta dua gelas air putih?”

Segera Khalifah meminta pelayan membawa dua gelas air putih. Segelas untuk penasihat dan satu lagi untuk dirinya.

“Tuan, jika saat ini sedang berada di padang pasir yang sangat gersang, pastinya Tuan akan kehausan. Kemudian, ada seseorang yang membawa segelas air untuk Tuan tapi harus dibayar dengan sangat mahal. Tuan akan menebusnya dengan apa?” ucap sang penasihat.

“Aku akan menukarnya dengan separuh kerajaanku,” ucap Khalifah.

“Baiklah, mari kita minum air ini,” ucap penasihat.

“Tuan, seandainya air itu tidak bisa keluar dari tubuh Tuan hingga berhari-hari, Tuan berani membayar berapa agar bisa keluar?” tanya penasihat lagi.

“Aku akan menyerahkan separuh negara ku yang tersisa untuk membayarnya,” jawab Khalifah tegas.

“Baik, sekarang Tuan sadar ternyata harga kerajaan tidak lebih dari segelas air putih,” ucap penasihat.

“Itulah kekayaan manusia jika dibandingkan dengan kekayaan Allah Swt.” lanjut sang penasihat.

Khalifah Harun Al Rasyid termenung mendengar nasihat tersebut. Subhanallah, kekayaan manusia memang tidak sebanding dengan kekayaan Allah Swt.

7. Cerita Anak Islami : Bersabarlah Syamil

Hari ini adalah hari pertama bagi Syamil untuk melaksanakan salah satu kewajibannya yaitu berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Betapa senang dan bangganya Syamil bisa berpuasa dengan tanpa ada unsur paksaan dari kedua orang tuanya. Abi, Umi, dan Kak Iffa pun sangat bangga padanya.

Ketika tengah berduduk santai di ruang keluarga sembari mengerjakan PR dari sekolah, Syamil bertanya kepada Uminya yang sedang merapikan buku dan majalah yang berserakan diatas meja.

“Umi, apakah semua orang islam di dunia sekarang ini juga berpuasa seperti Syamil?” Ketika mendengar pertanyaan Syamil.

Umi hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sejenak sebagai suatu jawaban atas pertanyaan Syamil.

Merasa kurang puas akhirnya Syamil pun bertanya lagi. “Tapi mengapa mereka mau berpuasa, Umi?Apakah mereka tidak merasa lapar dan haus?”.

“Adikku sayang. Puasa di bulan ramadhan itu hukumnya wajib bagi umat muslim yang sudah baligh. Makanya hampir semua umat muslim di dunia yang berpuasa di bulan Ramadhan termasuk Abi, Umi, Syamil dan kakak juga” jelas Kakak.

“Ooo, begitu ya kak.” Jawab Syamil dengan mengangguk-anggukkan kepala seolah-olah sudah paham betul dengan penjelasan Kak Iffa.

Tanpa terasa PR Syamil pun selesai. Segeralah ia merapikan buku-buku pelajarannya kembali. Beranjak dari tempat duduk, Kak Iffa menghampiri Syamil dengan membawa Al Qur’an dan mengajaknya bertadaruz.

“Ayo, dik...tadaruz dulu, jangan sia-siakan bulan yang penuh berkah ini.” ajak Kakak.

“Baik, Kak...” jawab Syamil sembari tersenyum.

Belum begitu lama bertadaruz, tiba-tiba Syamil berhenti sejenak dan memandangi perutnya yang sudah mulai bertabuh ria pertanda lapar.

“Ada apa, Nak?” Tanya Umi dengan penuh perhatian.

“hehehe...tidak apa-apa, Umi.” Jawab Syamil seraya menggeleng-gelengkan kepala menutupi laparnya itu.

Melihat tingkah laku adiknya itu, Kak Iffa hanya diam tersenyum.

Sambil berjuang menahan lapar, Syamil melanjutkan tadaruznya hingga sampai di ayat ke -10 dari QS. Al-Baqarah.

Merasa tak tahan lagi dengan kondisi perutnya, tak canggung-canggung lagi Syamil bertanya kepada Umi.

“Waktu berbuka puasa apa sudah dekat, Umi?”tanya Syamil

“Hahaha...Syamil, ini kan baru jam setengah sembilan pagi, sedangkan waktu berbuka puasanya nanti memasuki pukul enam. Masih lamaaa adik” sahut Kak Iffa.

Merasa kasihan dengan Syamil, Umi pun memberikan penjelasan singkat .

“Begini, nak...Kita berpuasa itu wajib. Berpuasa itu menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk nafsu amarah, nafsu makan, nafsu minum, dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Jadi, Syamil harus bisa bersabar.”

“Ow, begitu ya Umi. Ya sudah, kalau Syamil tidur sebentar apakah boleh, Umi?” tanya Syamil

“Tentu saja boleh ,dik.Kan tidurnya orang berpuasa itu ibadah.” Jawab Kak Iffa.

Syamil pun bergegas menuju tempat tidur dan mulai beristirahat sejenak. Waktu pun berjalan hingga tidak terasa sudah masuk sholat dzuhur. Syamil terbangun ketika suara adzan terdengar.

“Umi, apakah ini suara adzan sholat maghrib? Tanya Syamil dengan wajah polosnya.

“Bukan, Syamil. Ini adalah adzan untuk sholat dzuhur” jawab Umi dengan sabar.

“Kenapa lama sekali, Umi?” Tanya Syamil merengek.

“Bersabarlah, Syamil. Orang sabar itu disayang Allah. Apalagi Syamil sedang berpuasa, jadi harus bisa bersabar, bersabar dan bersabar” jawab Umi

Mendengar penjelasan Umi, semangat Syamil bangkit kembali dan bersiap mengambil air wudhu untuk segera melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid bersama Abi.

Waktu bergulir begitu cepat, hingga tibalah saatnya untuk menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Ketika Umi sedang memasak di dapur bersama Kak Iffa, Syamil datang dengan pertanyaan yang sama.

“Apakah ini sudah tiba saatnya berbuka puasa, Umi?” tanya Syamil lagi.

“Belum adik, masih satu setengah jam lagi, bersabarlah” jawab Kak Iffa sembari tersenyum.

Kemudian Syamil kembali bersama Abi yang sedang mencuci sepeda di samping rumah. Mencium aroma masakan Umi dan Kak Iffa di dapur, perut Syamil pun tak kuasa menahan betapa ia ingin makan.

”Umi, bolehkah Syamil mencicipi sedikit saja masakannya?”teriak Syamil.

“Tidak boleh Syamil, bersabarlah, sebentar lagi sudah tiba waktu berbuka puasa. Bersiaplah untuk berbuka”. Jawab Umi dengan bijak.

Dengan penuh semangat, Syamil pun ikut membantu Umi dan Kak Iffa menyiapkan hidangan berbuka di meja makan. Hingga terdengarlah suara adzan pertanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

“Alhamdulillah...” celetuk Syamil dengan sumringah. Mendengar celetuk Syamil, Abi, Umi dan Kak Iffa pun tersenyum sambil menikmati hidangan berbukanya.

8. Cerita Anak Islami : Si Kaya Baik Hati

Alkisah di sebuah desa yang makmur, hiduplah seorang laki-laki yang bernama Pak Irwan, orang baik dan juga dermawan.

Ia mempunyai dua orang anak yang bernama Fatin dan Fatimah.

Mereka adalah keluarga kaya yang bahagia dan selalu hidup sederhana dan sangat senang sekali membantu sesama yang membutuhkan, apalagi kepada fakir miskin dan anak yatim.

Pak Irwan memiliki banyak harta, bahkan mereka keluarga terkaya di desa itu. Usaha yang di miliki Pak Irwan banyak, dan usaha itu berhasil semua.

Selain itu, Pak Irwan juga memiliki tanah dan kebun yang luas, ternak sapi paling besar di daerah itu.

Pak Irwan tetap rendah hati dan tidak menyombongkan kekayaannya, keluarganya pun juga di didik untuk bersikap rendah hati, hidup sederhana dan suka menolong sesama.

“Semua harta yang kita miliki bukan milik kita semuanya, ini adalah titipan dari Allah SWT kepada kita. Maka dari itu kita tidak boleh sombong dan tamak karena harta kita ini.” Nasehat Pak Irwan kepada keluarganya.

Keluarga Pak Irwan selalu menaati dan melaksanakan nasehat Pak Irwan, mereka justru bangga mempunyai ayah yang mengajarkan kebaikan.

Walaupun Pak Irwan orang kaya, namun selalu memiliki waktu untuk keluarganya, beliau membuat jadwal antara pekerjaan dan keluarga.

Kadang Pak Irwan mengajak keluarganya jalan-jalan, namun bukan di mall atau di tempat hiburan lainnya, melainkan di panti asuhan untuk memberi santunan kepada anak yatim.

Fatin dan Fatimah pun tak pernah mengeluh dan memberi arti kepada mereka tentang kehidupan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Pada suatu saat, Fatimah bertanya kepada ayahnya. “Kita ke panti asuhan seminggu sekali untuk apa, yah?’.

“Nak, Allah memerintahkan kita untuk selalu peduli anak yatim. Mereka sangat kasihan, sejak kecil tidak mendapat kasih sayang dari orang tua. Mereka butuh kasih sayang dan santunan dari orang lain, nak.” jawab Pak Irwan sambil tersenyum.

Banyak hikmah yang diambil dari kegiatan Pak Irwan ke panti asuhan.

Fatin dan Fatimah menjadi lebih bersyukur, rendah hati, tidak sombong, suka menolong sesama, berbuat baik, dan selalu patuh kepada orang tuanya.

Hari demi hari mereka lakukan kegiatan itu dengan ikhlas dan rutin.

Hingga pada suatu saat Fatin mendapat kabar dari temannya bahwa Ani teman sekelasnya sakit, sepulang sekolah, Fatin menjenguk ke rumah teman sekelasnya.

Sampai disana ternyata benar Ani sakit, badannya panas, badannya lemah. Sudah 3 hari panasnya tidak turun-turun, “Sudah dibawa ke dokter belum, bu? tanya Fatin.

“Belum nak, cuma ibu belikan obat penurun panas di apotik.” jawab ibunya Ani. “Tapi panasnya kok belum turun, bu?. Coba dibawa ke rumah sakit bu, biar jelas Ani sakit apa dan cepat di tolong.” ucap Fatin.

“Maaf nak Fatin, ibu tidak punya uang untuk biaya Ani di rumah sakit.” jawab ibu Ani.

Fatin mulai khawatir dengan keadaan Ani yang pucat dan lemah. “Bu, sekarang juga Ani harus dibawa ke rumah sakit, yang penting Ani cepat tertolong bu, soal biaya tidak usah di pikirkan.” desak Fatin.

“Nak, ibu cuma pedagang gorengan keliling, bapak Ani kerjanya juga cuma serabutan tidak pasti. Uang dari mana nak untuk biaya rumah sakit Ani? jawab Ibu dengan nada lirih.

“Ibu tidak usah memikirkan biaya, semuanya biar nanti Fatin bilang sama Ayah untuk menanggung biaya Ani di rumah sakit.” imbuh Fatin.

“Maaf nak, Ibu tidak mau merepotkan keluarga kamu.” ucap Ibu Ani. Akhirnya Fatin langsung menelepon taksi dan membawa Ani kerumah sakit.

Tiba di rumah sakit, Ani langsung dibawa ke Ruang Gawat Darurat. Fatin dan keluarga Ani menunggu di luar.

Selang beberapa lama dokter memanggil orang tua Ani. “Bu, untung saja anak ibu cepat-cepat dibawa kerumah sakit, anak ibu terkena demam berdarah, harus membutuhkan perawatan.” ucap dokter.

“Tapi anak saya tidak apa-apa, dok?” tanya ibu. “Ibu tenang saja, kita akan berusaha untuk menyembuhkan Ani, ibu berdoa semoga Allah SWT memberi kelancaran dan kesembuhan anak ibu.” jawab dokter.

Sementara, Fatin diluar ruangan mendapat kabar bahwa Ani harus rawat inap dan mendapatkan perawatan.

“Aku harus mengabari ayah segera” ucap Ani lirih. “Hallo, Ayah” sapa Fatin. “Iya, ada apa nak?, kok kamu belum pulang? “jawab Pak Irwan.

“Maafkan Fatin, Yah. Fatin lupa pamit sama ayah. Ini Fatin sedang dirumah sakit, teman Fatin terkena demam berdarah dan harus di rawat sekarang” jelas Fatin.

“Ya Allah...Sekarang gimana keadaan teman kamu, nak?” tanya Pak Irwan. “Ani sekarang sedang dirawat. Yah. Fatin boleh ngomong sesuatu.?” ucap Fatin.

“Tentu saja boleh, memang ada apa nak? tanya Pak Irwan lagi. “Yah... Fatin ingin mengambil sebagian uang tabungan Fatin, untuk biaya Ani selama rawat inap di rumah sakit. Ani anak orang tidak mampu, Yah. Kasihan.” kata Fatin.

Mendengar kata-kata Fatin di telepon, Pak Irwan terharu. “Alhamdulillah. Anak ayah memiliki hati yang sangat mulia menolong sesama. Ayah terharu mendengar semua ini nak. Ayah sangat mendukung yang kamu lakukan sekarang ini.” jawab Pak Irwan terharu.

“Alhamdulillah. Terima kasih ayah. Fatin ke ATM sekarang, yah. Assalamualaikum.” ucap Fatin.

“Wa’alaikum salam. Hati-hati dijalan, nak. Nanti kalau uang kurang bilang sama ayah.” jawab Pak Irwan.

“Iya terima kasih ayah, InsyaAllah cukup.” ucap Fatin. Setelah itu, Fatin langsung mengambil uang dan diserahkan kepada ibunya Ani.

Beberapa hari kemudian, Ani sembuh dari sakitnya dan dengan orang tuanya berkunjung ke rumah Fatin untuk mengucapkan terima kasih.

Pak Irwan yang juga kebetulan berada dirumah, menyambut Ani dan orang tuanya. Fatin sangat senang sekali membantu Ani hingga dia sembuh.

Akhirnya bapaknya Ani di suruh bekerja di salah satu toko milik Pak Irwan, dan Ibunya Ani di beri modal untuk usaha dagangnya.

“Kamu tidak pernah tahu kalau beberapa perbuatanmu telah menginspirasi seseorang untuk berbuat dengan lebih baik. Terkadang kamu menolong seseorang, tanpa pernah kamu rasakan.”

9. Cerita Anak Islami : Miskin Tapi Dermawan

Di sebuah kampung yang jauh dari perkotaan, hiduplah sebuah keluarga yang miskin, namun keluarga itu selalu bersyukur kepada Allah SWT. mereka dipenuhi dengan rasa kasih sayang kepada sesama.

Keluarga kecil yang bahagia walau serba kekurangan. Banyak sekali cobaan datang silih berganti menimpa keluarga ini, mereka tetap sabar dan ikhlas menjalaninya.

Pada suatu ketika, keluarga itu sedang dalam kesulitan. “Pak, persediaan makanan kita habis, mungkin cuma cukup untuk nanti sore. Ibu sudah tidak mempunyai simpanan uang lagi.” kata istri.

“Iya bu, nanti bapak carikan uang, bapak pergi ke pasar dulu ya, bu.” jawab bapak. “Pak, sekalian jual ini ya pak, buat beli makanan.” ucap ibu sambil mengambil radio buntut yang sudah usang.

“walaupun cuma laku sedikit, bisa buat menyambung hidup pak.” tambah ibu. “Iya. bu. bapak berangkat ke pasar dulu. Assalamualaikum” ucap bapak. “Wa’alaikumsalam. Hati-hati dijalan pak.” jawab ibu.

Berangkatlah bapak ke pasar untuk menjual radio buntut itu. “Radionya dijual pak,” tanya salah satu pedagang.

“Iya, pak. laku berapa ya kira-kira?” jawab bapak. “Paling cuma 20 ribu, pak. radio ini sudah lama, apalagi antena nya juga sudah patah.” kata pedagang.

“Ya sudah, tidak apa-apa mas. Ini radionya.” jawab bapak dengan menyerahkan radionya. Pedagang itu mengambil uang dam membayar radio bapak. Dengan rasa syukur bapak berjalan menuju warung untuk membeli makanan.

Dalam perjalanan, tiba-tiba ada seorang wanita yang menggendong anak kecil menghampiri bapak.

“Tolong, pak. Kami seharian belum makan, anak saya juga kelaparan, kami tidak mempunyai apa-apa pak.” rintih wanita itu.

Anaknya menangis kelaparan, wanita itu pun meneteskan air mata karena bingung harus berbuat apa lagi. Dengan rasa iba bapak berkata dalam hati.

“Ya Allah, segala puji bagi-Mu. ternyata masih ada yang lebih kelaparan dari keluargaku,” ucap bapak dalam hati penuh rasa syukur.

Setelah itu, bapak mengambil uang hasil jual radio tadi dan diberikan kepada wanita itu untuk membeli makanan.

Wanita itu mengucapkan terima kasih. “Alhamdulillah, terima kasih pak. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak.” doa wanita itu.

“Amin. Cepat dibelikan makanan bu, kasihan anak ibu sudah kelaparan.” ucap bapak. Lalu bapak berjalan pulang kerumah, di tengah perjalanan bapak bergumam dalam hati.

“Bagaimana dengan keluargaku?, alasan apa yang harus kuberikan kepada istriku jika aku pulang tidak membawa makanan?”.

Sesampainya dirumah, bapak menceritakan semua kejadian yang di alaminya di pasar tadi. istri bapak mendengar dan kemudian tersenyum, ia tidak menyalahkan suaminya, justru ia memuji suaminya.

“Pak, apa yang bapak lakukan tadi sangat mulia, dan ini merupakan kabar baik. Semoga Allah memberi jalan kepada kita.” kata ibu.

“Sekarang bapak bisa memancing, siapa tahu dapat ikan besar buat kita makan hari ini.” tambah ibu. Dengan semangat bapak pergi ke kali untuk memancing.

Dengan sabar bapak memancing dan menunggu umpan dimakan ikan, setelah beberapa lama belum juga dapat ikan.

Waktu hampir sore, akhirnya bapak berencana untuk pulang, tiba-tiba ada ikan besar memakan umpannya.

Bapak menarik kalinya. Dengan hati yang gembira dan rasa syukur, bapak pulang kerumah, sampai dirumah istrinya menyambut dengan gembira.

Saat membelah perut ikan, ada sebuah mutiara didalamnya, alangkah terkejutnya mereka berdua.

Esok harinya, bapak membawa mutiara itu ke pasar dan menjualnya ke toko emas. Alangkah kagetnya bapak ketika mutiara itu terjual dengan harga tiga ratus juta rupiah.

Secepatnya bapak pulang ke rumah dan memberitahu istrinya. “Alhamdulillah, Allah telah memberi kita nikmat yang luar biasa” ucap istri bapak.

Setelah itu mereka kemudian membagikan sebagian uang kepada fakir miskin dan anak-anak yatim. Kemudian bapak teringat kepada wanita yang dibantunya dulu di pasar.

Setelah tanya sana sini, akhirnya bapak bertemu dengan wanita itu dan mengajaknya pulang. Mereka di angkat menjadi keluarga bapak dan memberikan modal kepada wanita itu untuk berdagang.

“Setiap pertolongan yang kita berikan adalah benih yang kita tanam. Suatu saat akan menghasilkan buah yang manis dan memberi kita kebahagiaan.”

10. Cerita Anak Islami : Kejujuran Ridho

Di sebuah kampung yang jauh, hiduplah sebuah keluarga kecil bahagia, hidup mereka sederhana dan selalu taat menjalankan Sholat 5 waktu.

Itulah keluarga Pak Farhan, keseharian Pak Farhan hidup hanya bercocok tanam. Mereka makan apa adanya hasil dari bercocok tanam.

Ridho anak si mata wayang Pak Farhan rajin membantu kedua orang tuanya, anak yang rajin, jujur, dan berbakti kepada ke dua orang tua.

Sejak kecil, Ridho di didik untuk selalu jujur dan bersikap sopan santun kepada orang lain. Pak Farhan selalu menasehati Ridho dengan sabar jika Ridho berbuat salah.

Setiap berangkat sekolah, Ridho selalu mencium tangan kedua orang tuanya.

Uang saku pun sangat terbatas sekali, namun Ridho tidak pernah mengeluh sedikit pun, ia tetap bersyukur kepada Allah SWT, atas semua kenikmatan yang dimilikinya sekarang.

Ridho tak pernah menuntut orang tua nya jika ia ingin membeli sesuatu, ia membelinya dengan uang saku yang ia tabung setiap hari.

Di sekolah Ridho anak yang pintar, ia selalu menjadi juara kelas namun dia tetap rendah hati dan tidak sombong. Di mata guru-guru, Ridho adalah anak yang jujur dan tidak suka macam-macam.

Suatu siang saat pulang sekolah, Ridho berjalan dengan sendiri. Di tengah jalan yang dia lalui, ada sebuah dompet yang jatuh.

“Ya Allah, dompet siapa ini jatuh di jalan,” kata ridho. Ia mengambil dompet itu dan membuka untuk melihat KTP siapa pemilik dompet itu.

“Alhamdulillah, ada KTP pemilik dompet ini. Inikan Pak Parto, tetangga kampung sebelah” gumam Ridho ketika membaca KTP itu.

“Aku harus mengembalikan dompet ini sekarang, kasihan Pak Parto” kata Ridho sambil berjalan.

Setelah sampai di rumah Pak Parto. “Assalamualaikum, Pak Parto” ucap salam ridho. “Wa’alaikumsalam, eh kamu Ridho, mau cari siapa?” jawab Bu Parto.

“Pak Parto ada bu?” tanya Ridho. “Iya ada, lagi Sholat, silahkan masuk Ridho” jawab Bu Parto. “Terima kasih, bu” ucap Ridho sambil masuk rumah Pak Parto.

Ridho duduk di ruang tamu sambil menunggu Pak Parto yang sedang Sholat. “Sebentar ya, Ridho. Ibu buatkan minuman dulu buat kamu” kata Bu Parto.

“Tidak usah repot-repot bu, terima kasih” jawab Ridho. “Tidak apa-apa, Ridho. Hanya minuman saja kok” sahut Bu Parto.

Setelah beberapa menit, Pak Parto selesai Sholat, dia menemui Ridho di ruang tamu. “Eh kamu Ridho, ada apa kok tumben mampir ke rumah bapak” sambut Pak Parto.

“Iya, Pak Parto. Tadi waktu pulang sekolah, Ridho di jalan menemukan dompet bapak. Ini dompetnya Pak, mohon diperiksa lagi” jelas ridho.

“Alhamdulillah. Bapak tadi juga bingung cari dompet kok tidak ada di saku celana, ternyata kamu yang menemukan.” kata Pak Parto.

Alangkah senangnya hati Pak Parto, ia memeriksa dompetnya, karena ada surat-surat penting di dalam dompet itu.

“Terima kasih, Ridho. Semua masih utuh. Kamu memang anak yang jujur.” kata Pak Parto sambil memeluk Ridho. “Sekali lagi bapak ucapkan terima kasih, Ridho.” ucap Pak Parto

“Iya sama-sama Pak. Dompet ini kan bukan hak Ridho, jadi sudah menjadi kewajiban Ridho mengembalikan dompet ini.” jelas Ridho.

“Ini ada hadiah buat kamu Ridho” kata Pak Parto sambil mengambil uang. “Tidak usah, Pak. Terima kasih, saya ikhlas kok Pak, bukan karena ingin mengharap imbalan” tolak Ridho secara halus.

“Ini bukan imbalan, Ridho. Ini hadiah dari bapak karena kejujuran mu” kata Pak Parto.

“Tidak, Pak. Terima kasih. Ridho tidak bisa menerima hadiah ini. Ridho pamit pulang dulu ya, Pak. Orang tua Ridho pasti khawatir menunggu dirumah” jawab Ridho.

Akhirnya Ridho Pulang kerumah diantar Pak Parto naik mobil, karena Pak Parto memang orang kaya di kampung sebelah.

Sampai dirumah, orang tua Ridho kaget melihat Ridho diantar Pak Parto naik mobil. Pak Parto pun dipersilahkan masuk kerumah Ridho yang sederhana.

Setelah mendengar penjelasan Pak Parto, orang tua Ridho sangat senang dengan kejujuran anaknya, dan yang lebih menggembirakan, Pak Parto bersedia menjadi orang tua asuh Ridho, ia akan membiayai Ridho sekolah hingga cita-citanya tercapai.

Mendengar berita itu, Pak Farhan dan istrinya sujud syukur dan berterima kasih kepada Allah SWT. Tak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Parto.

Allah SWT mempunyai rencana tersendiri untuk hamba-Nya yang taat dan bersabar.

“Kamu tidak bisa mengubah apa yang telah kamu lakukan, namun kamu bisa berkata jujur, meminta maaf, lalu biarkan Allah yang melakukan sisanya.”