Minggu, 13 Februari 2022

Mengenal Teleskop Hubble yang Menakjubkan







Photo by NASA on Unsplash - 

Dalam sejarah astronomi modern, tidak ada satu pun lompatan yang jauh ke depan selain pembangunan dan peluncuran teleskop ruang angkasa yang dikenal sebagai Hubble.

Meskipun NASA telah mengalami banyak pasang surut penelitian, peluncuran dan operasi terus-menerus terhadap teleskop luar angkasa Hubble mungkin berada pada peringkat terbaiknya.

Karena setelah pendaratan di bulan, pengembangan Space Shuttle merupakan salah satu pencapaian eksplorasi ruang angkasa terbesar dalam 100 (seratus) tahun terakhir.

Suatu kebenaran bahwa beberapa hal yang luar biasa dari astronomi ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja.

Hanya sekitar 10% (sepuluh persen) dari alam semesta telah berhasil terlihat dengan menggunakan metode observasi konvensional.

Karena alasan itu, Hubble benar-benar merupakan penciptaan dengan lompatan yang besar ke depan. Salah satu alasan yang sederhana bahwa Hubble dapat beroperasi di luar atmosfer Bumi.

Mencoba melakukan penjelajahan luar angkasa secara signifikan melalui teleskop dari permukaan bumi ini adalah hal yang sulit.

Sesuatu yang membuat kita tetap hidup yaitu atmosfer Bumi ini lah yang menghadirkan gangguan serius untuk bisa melihat lebih dalam dan lebih jauh ke ruang angkasa.

Teleskop luar angkasa Hubble ini dinamai sesuai dengan nama ilmuwan dan visioner hebat yaitu Edward Hubble.

Ia menemukan bahwa alam semesta ini mengembang yang dijelaskan oleh apa yang sekarang dikenal dalam ilmu pengetahuan sebagai Hukum Hubble.

Untuk benar-benar merasakan pencapaian luar biasa yang dicapai dengan peluncuran teleskop Hubble, mereka mendokumentasikannya di situs web NASA (http://hubble.nasa.gov) dan didedikasikan untuk proyek ini.

Ada juga sejumlah situs di mana Anda dapat menikmati beberapa gambar menakjubkan dari Hubble yaitu https://hubblesite.org/http://heritage.stsci.edu/ dan http://www.stsci.edu/ftp/science/hdf/hdf.html.

Sulit untuk percaya berapa lama Hubble telah mengorbit bumi dan mengirimkan kembali video serta gambar menakjubkan dari apa yang ditemukannya di luar angkasa.

Hubble pada awalnya diluncurkan pada tanggal 25 April 1990 dan ini adalah puncak dari beberapa dekade penelitian dan konstruksi yang dimulai pada tahun 1977.

Harapan yang sangat tinggi ketika teleskop itu bisa mengorbit dan benar-benar mulai berfungsi untuk melakukan penjelajahan di luar angkasa.

Semuanya tidaklah selalu sempurna, karena awalnya teleskop ini menangkap gambar-gambar yang mengecewakan.

Setelah beberapa penelitian, NASA menemukan bahwa alasan kegagalan awal ini adalah kelengkungan salah satu lensa utama teleskop.

Mereka mengakui mungkin tidak akan pernah bisa menjaga peralatan yang rumit ini tetap beroperasi karena tidak memiliki program Antar-Jemput untuk memberi mereka alat yang bisa mengimplementasikan perbaikan dan peningkatan Hubble.

Pada tahun 1993 sebuah lensa baru dipasang pada Hubble dan mengoreksi masalah resolusi gambar yang dicatat pada awal pengoperasian teleskop.

Dua misi perbaikan dan peningkatan lainnya telah dibuat untuk Hubble dari sejak diluncurkan.

Keduanya pada tahun 1997 yang bertujuan untuk meningkatkan peralatan yang telah tua dan memperbaiki teleskop untuk memperpanjang masa manfaatnya hingga 2010.

Sangat menakjubkan ketika keajaiban ilmiah dan mekanis ini telah memiliki operasi hingga sekarang lebih kurang selama 10 (sepuluh) tahun tanpa pemeliharaan.

Kita harus yakin bahwa rencana lain sedang dikerjakan NASA dalam meningkatkan atau mengganti suku cadang Hubble.

Tujuannya adalah untuk memperpanjang masa manfaatnya lebih lama lagi dari kerangka waktu 2010, 2015, 2020 dan seterusnya.

Sulit membayangkan untuk memperoleh ilmu astronomi atau pencarian alami dalam pengetahuan yang lebih besar tentang alam semesta ini tanpa menggunakan teleskop Hubble.

Sementara berkali-kali mereka di suatu negara yang tidak mau mendanai eksplorasi ruang angkasa dan telah mencoba memotong dana untuk perbaikan Hubble.

Padahal operasi teleskop ini sangat penting bagi para astronom dan bagi kesejahteraan ilmiah umat manusia, serta planet kita untuk terus menggunakan Hubble atau penerus berikutnya.

Kita akan selalu memerlukan 1 (satu) set mata di langit untuk menyaksikan alam semesta dan menemukan lebih banyak fakta yang tersembunyi di dalamnya.
Baca Juga :

Artikel Terkait