Friday, April 9, 2021

Keuntungan Anak Mengikuti Program Luar Sekolah Bidang Non Akademik

AdriĆ  Crehuet Cano on Unsplash - 

Program setelah sekolah atau program luar sekolah di Amerika Serikat terbagi menjadi 3 yaitu akademik, non akademik dan sosial.

Perkembangan anak yang positif terjadi apabila adanya keseimbangan antara prestasi fisik, mental, dan pendidikan akademik.

Sesuai namanya, program luar sekolah bidang non akademik biasanya diisi dengan kegiatan olahraga dan kesenian.

Beberapa aktivitas fisik yang biasa dijumpai adalah olahraga sepak bola, renang dan basket.

Ada juga lembaga pelatihan lain yang menawarkan kegiatan seperti senam, trekking, dan hiking.

Dalam kegiatan non akademik, anak-anak juga sering diberikan pelatihan singkat tentang pertolongan pertama pada berbagai ancaman.

Program luar sekolah bidang non akademik menawarkan anak-anak kesempatan untuk melepaskan ketegangan dan mengurangi kejenuhan mereka.

Suasana kelas tertutup, hari yang penuh dengan teori, buku pelajaran dan tulisan dapat menyebabkan anak-anak merasa jenuh dan kehilangan semangatnya.

Kondisi ini membuat energi anak-anak tidak tersalurkan dengan baik. Kebanyakan aktivitas anak hanya duduk di kelas dan memperhatikan gurunya mengajar.

Jelas terlihat bahwa aktivitas fisik cukup rendah sepanjang waktu belajar di kelas.

Pikiran yang jenuh, otot yang lesu dan fisik yang lemah karena belajar di kelas bisa diatasi dengan kegiatan non akademik ini.

Meningkatnya kekhawatiran orang tua tentang obesitas dan diabetes pada anak-anak mengharuskan mereka melakukan beberapa olahraga berat agar mengeluarkan keringatnya.

Tidak seperti program pendidikan akademik, program non akademik ini diusahakan agar tidak membebani mental dan pikiran anak-anak. 

Banyak fakta membuktikan bahwa program non akademik bisa menjadikan anak-anak lebih aktif ketika belajar di sekolah.

Seorang anak yang aktif secara fisik juga mempunyai mental yang sehat, sehingga mampu memfokuskan pikiran pada pekerjaan yang ada.

Selain itu, program non akademik biasanya akan mengajarkan anak-anak untuk disiplin, mahir dalam mekanisme kerja tim, dan bermain dengan sportif.

Hal itu adalah pelajaran penting dalam proses pertumbuhan anak-anak.

Dengan semakin banyaknya anak berinteraksi dengan keluarga dan teman-temannya, berarti anak tersebut berada dalam isolasi yang lebih besar.

Banyak anak yang terus berpindah kelas dan tempat tinggal, karena mereka tidak memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat di lingkungannya. 

Di sinilah program non akademik akan memberikan anak-anak banyak ilmu tentang sosial masyarakat.

Lembaga pendidikan non akademik adalah tempat yang nyaman untuk dikunjungi anak-anak bahkan ketika tetangga mereka tidak begitu ramah.

Program Pramuka adalah salah satu program luar sekolah yang sangat baik untuk anak-anak atau remaja Anda.

Belakangan ini, kegiatan berkemah telah dirancang untuk dapat menggabungkan olahraga fisik dengan keterampilan bertahan hidup.

Ditambah lagi adanya permainan edukatif yang mengajarkan anak-anak bagaimana cara menangani keadaan darurat.

Seperti halnya program luar sekolah yang baik, program non akademik dirancang untuk memberikan anak-anak tempat yang aman di mana mereka dapat menikmati beberapa kegiatan kelompok yang menarik bagi mereka.

Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menjauhkan anak-anak dari pergaulan yang salah dan permasalahan di masyarakat.

Tetapi orang tua perlu berhati-hati saat mendaftarkan anak mereka ke program luar sekolah berjenis non akademik ini.

Karena faktor usia, temperamen dan kekuatan fisik anak adalah sesuatu yang harus diperhitungkan sebelum memilih program yang tepat untuknya.

Sunday, April 4, 2021

Kegiatan Luar Sekolah Telah Jadi Kebutuhan Orang Tua dan Anak di Amerika Serikat

Spikeball on Unsplash - 

Ketika anak telah melaksanakan pembelajaran dan kegiatan olahraga di sekolah, mungkin tampak berlebihan jika kita mendaftarkan lagi mereka pada kegiatan luar sekolah.

Meskipun demikian, program luar sekolah bermunculan cukup banyak dan sebagian besar kelas-kelasnya sudah penuh.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya kebutuhan yang nyata pada kegiatan luar sekolah.

Tidak sempatnya orang tua untuk mengawasi anak-anak setiap hari adalah penyebab utama kebutuhan program luar sekolah. 

Contohnya di Amerika Serikat, terlihat bahwa banyak anak yang menghabiskan waktu sekitar 20-25 jam seminggu tanpa pengawasan dan sendirian di rumah.

Dan seperti kata pepatah di sana, "Pikiran yang kosong adalah celah masuknya setan".

Anak yang dibiarkan sendirian di banyak waktu luang, dikhawatirkan akan jatuh ke dalam pertemanan yang salah. 

Penyalahgunaan narkoba, alkohol, tembakau, dan kejahatan lain akan datang menghampiri mereka lebih cepat.

Para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke berbagai program luar sekolah, bertujuan membuat mereka sibuk dengan hal yang positif dan produktif.

Dengan cara ini, anak bebas untuk bersenang-senang dalam kegiatan yang positif dan diawasi dengan baik.

Perilaku kenakalan remaja dianggap sering terjadi pada jam-jam pulang sekolah yaitu antara jam 3 sampai jam 4 sore.

Selama masa itu, anak-anak pasti akan membutuhkan perlindungan.

Mengumpulkan remaja di kelas kesenian, olahraga atau lainnya serta mendorong mereka untuk berperan dalam kegiatan kelompok adalah perlindungan yang cukup.

Kegiatan ini juga akan mengalihkan mereka dari rasa jenuh dan bosan.

Obesitas juga menjadi masalah yang semakin memprihatinkan di negeri ini. Terlihat dari semakin banyaknya anak-anak yang menjadi gumpalan lemak.

Sepulang sekolah, kebanyakan dari mereka akan bersantai di sofa dengan satu bungkus keripik, minuman dingin, atau cokelat sambil menonton televisi.

Di Amerika Serikat sebanyak 30% anak di bawah usia 19 tahun telah mengalami kelebihan berat badan dan sekitar 15% di antaranya mengalami obesitas.

Program luar / setelah sekolah bisa menghilangkan rasa bosan pada anak-anak tersebut dan membuatnya sibuk.

Hal ini juga bisa membantu mengurangi ketergantungan anak pada TV, permainan komputer dan gadget.

Kegiatan luar sekolah yang mempromosikan kesadaran sosial bertujuan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial sebagai individu.

Terbukti bahwa program semacam ini tidak hanya menjauhkan anak-anak dari masalah, tetapi juga membantu menghasilkan warga negara yang bertanggung jawab.

Sejauh itu, program luar sekolah dianggap sebagai motor penggerak yang dapat mendorong anak untuk membentuk kepribadian yang hebat.

Waktu terus berjalan, peradaban akan berubah dan orang tua ingin anak-anak mereka bisa berprestasi di bidang akademik dan bidang lainnya.

Hal ini mungkin cerminan dari keinginan orang tua untuk berprestasi pada masa kecilnya tetapi tidak terpenuhi.

Apapun alasannya, para orang tua saat ini mengajak anak mereka mendaftarkan diri dalam berbagai program dan mengembangkan keterampilan hidup mereka.

Anak-anak tampaknya merasa nyaman mempelajari banyak hal pada sesuatu yang disukainya dan memperoleh kepuasan saat mereka berhasil menaklukkannya.

Apalagi kegiatan itu dilakukan secara bersama-sama dengan teman di kelasnya yang itu akan menambah kesenangan anak-anak.

Saturday, April 3, 2021

Bijaklah Menentukan Waktu Kegiatan Luar Sekolah Anak Anda

David Vilches on Unsplash - 

Apakah anak Anda pergi latihan sepak bola sebanyak 5 hari dalam seminggu?

Atau cukupkah latihan sebanyak 3 hari dalam seminggu?

Orang tua biasanya sedikit bingung ketika harus memutuskan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk anak-anak mereka mengikuti kegiatan luar sekolah.

Ada yang berpendapat bahwa karena sebagian besar kegiatan itu menyenangkan, anak-anak akan rajin mengikuti kelas-kelas ini.

Tapi yang dikhawatirkan adalah ketika mereka terlalu banyak mengikuti kegiatan fisik, itu akan membuat anak kelelahan dan sakit.

Berikut ini adalah panduan sederhana di Amerika Serikat yang akan membantu Anda memutuskan berapa banyak waktu kegiatan yang disarankan untuk anak:

1. Usia Taman Kanak-Kanak.

Pada usia ini, anak Anda baru mulai belajar berinteraksi dan mulai terbiasa dengan disiplin. Maka, kegiatan setelah sekolahnya harus sederhana dan tanpa beban.

Satu atau dua kali per minggu mengikuti kelas sudah cukup di awal waktunya.

Setelah anak mulai merasa tenang dan terbiasa, cobalah aktivitas yang lebih menantang seperti belajar musik.

2. Sekolah Tingkat 1.

Kegiatan permainan dan kunjungan taman cukup direkomendasikan sebanyak satu atau dua kali per minggu.

Hindari aktivitas olahraga yang kompetitif, karena anak ini masih terlalu kecil untuk memikirkan antara menang dan kalah. 

Setelah kesibukan sehari penuh belajar di sekolah, anak membutuhkan kegiatan yang sehat untuk menyalurkan energinya yang terpendam.

Aktivitas fisik dan olahraga non kompetitif adalah yang terbaik untuk usia ini.

2. Sekolah Kelas 2.

Anak Anda sudah cukup dewasa untuk menyuarakan pendapat tentang kegiatan apa yang dia inginkan. 

Olahraga, skating, berenang, atau komputer adalah kegiatan yang biasa disukainya. Maka, Anda bisa arahkan dia ke sana.

Banyak juga anak yang memulai pelajaran musik pada usia ini.

Jangan lupa berikan anak Anda kebebasan di mana dia dapat bersantai dan melakukan apa pun yang dia inginkan dengan sendirinya.

3. Sekolah Kelas 3.

Sosialisasi mulai menjadi pusat perhatian anak pada tingkat kelas 3. Maka, olahraga tim adalah salah satu pilihan yang tepat.

Mengembangkan keterampilan motorik, melukis, menggambar dan yang lain juga bagus untuk anak pada usia ini.

Biarkan anak-anak menjelajahi bidang minatnya. Namun sediakan waktu yang cukup untuk dia berkumpul bersama keluarga dan bermain dengan teman-temannya.

4. Sekolah Kelas 4.

Pada usia kelas 4, anak akan memberi tahu Anda apa yang dia suka. Ia perlu terlibat dalam aktivitas yang akan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Hal ini juga akan membantunya mengelola emosional, karena pada saat itulah tekanan sosial mulai meningkat. 

Waspadalah terhadap masalah pekerjaan rumah yang diberikan gurunya. Anak Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar.

Sangatlah penting menentukan waktu yang tepat bagi anak untuk mengerjakan tugas sekolah dan aktivitas lainnya.

5. Sekolah Kelas 5.

Anak kelas lima itu penuh dengan energi dan ingin melakukan apa saja. Dia mungkin dengan mudah mengabaikan pelajaran di sekolahnya.

Jadi, perlu pengawasan ketat tentang apa saja yang dilakukan anak Anda. Luangkan satu atau dua hari libur untuk waktu bersama keluarga dan aktivitas bermain.

Pada usia ini adalah waktu yang tepat untuk membuat anak Anda tertarik pada pengabdian masyarakat.

6. Sekolah Menengah.

Saat memasuki sekolah menengah, jauhkan dia dari berlama-lama menonton TV. Ajak anak Anda terlibat dalam aktivitas yang mendorong pembelajaran.

Prestasi akademis dapat ditingkatkan dengan mengajak remaja Anda untuk bergabung dengan klub belajar seperti Pramuka, klub bahasa, klub catur, dan lainnya.

Sebagai aturan umum di Amerika Serikat, sebanyak 16-20 jam aktivitas ekstrakurikuler anak dalam seminggu sudah lebih dari cukup.

Tapi perhatikan tanda-tanda saat dia mulai kelelahan.

Apa yang Anda pilih untuk anak dan berapa lama dia harus mengerjakan kegiatan, pada dasarnya ditentukan oleh temperamen masing-masing anak.

Sebagai orang tua, Anda harus mengamati anak Anda dengan cermat dan mendasarkan keputusan Anda pada umpan balik dari anak itu sendiri.

Friday, April 2, 2021

Cara Menilai Efektivitas Kegiatan Luar Sekolah Agar Anak Pintar dan Kreatif

Jerry Wang on Unsplash - 

Seperti yang kita tahu bahwa ada begitu banyak aktivitas yang ditawarkan program luar sekolah dan hampir semuanya terlihat bagus.

Akan lebih membingungkan lagi ketika ada lebih dari 2 kegiatan yang bagus dan itu disukai oleh anak Anda.

Jadi, bagaimana Anda mengukur nilai dan efektivitas dari masing-masing kegiatan ini?

Saya tahu tentu Anda menginginkan aktivitas yang disukai anak-anak.

Tetapi kita tidak bisa terus membuang waktu anak-anak hanya untuk bersenang-senang, bukan?

Jadi, harus ada keuntungan dan pengetahuan yang bisa didapatkan dari sana ketika mereka mengikutinya.

Di bawah ini adalah beberapa daftar karakteristik yang harus dimiliki setiap lembaga pendidikan luar sekolah.

Hal pertama yang harus dilihat adalah kejelasan tujuan dan sasaran program tersebut. Apa saja kegiatan yang ditawarkan kursus ini?

Bagaimana cara mereka untuk mencapai hasil yang terbaik?

Berapa banyak anak dalam satu kelompok belajar?

Cara mengetahuinya yaitu Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan ke sekolahnya.

Sama seperti ketika ingin membuat kue yang enak, Anda harus memahami bahan-bahan dan cara pembuatannya.

Kegiatan luar sekolah yang baik akan memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep yang cukup kompleks.

Hal ini juga berlaku untuk kegiatan yang berjenis non akademik seperti kesenian, olahraga dan kegiatan sosial.

Contohnya saat belajar melempar bola atau menari, anak-anak harus menyesuaikan gerakan dan iramanya.

Apa pun aktivitas yang dikerjakan, anak harus didorong untuk lebih kreatif, memahami konsep bahkan menemukan konsep yang baru.

Kegiatan yang cukup menantang tidak hanya bisa mencegah kebosanan pada anak, tetapi juga dapat membangun kepercayaan dirinya.

Pengembangan keterampilan akademik, pribadi dan sosial merupakan salah satu tujuan utama dari kegiatan luar sekolah.

Seiring perkembangan keterampilan yang dimilikinya, harga diri anak juga akan terus meningkat.

Tujuan lain kegiatan luar sekolah adalah meningkatkan kompetensi agar menjadi lebih baik.

Kegiatan luar sekolah yang baik dan efektif akan meningkatkan kualitas hidup para remaja.

Menjadikan mereka tumbuh lebih kuat baik secara fisik, mental dan emosional.

Keselamatan adalah salah satu faktor penting dari kegiatan setelah sekolah atau luar sekolah ini.

Lembaga tersebut harus memiliki staf yang berkualifikasi khusus, memadai dan mempunyai tingkat kewaspadaan yang baik.

Jangan pernah menempatkan anak Anda dalam program dimana tingkat keamanan dan keselamatannya rendah.

Mereka harus memiliki staf yang ramah dan bisa membangun hubungan yang positif dengan anak tersebut.

Secara garis besar, program harus memiliki staf yang profesional, terlatih dan senang berinteraksi dengan anak-anak.

Lembaga atau kursus tersebut harus memelihara sikap kooperatif dan suportif serta terstruktur dengan baik.

Partisipasi dan kolaborasi dalam proses belajarnya harus diutamakan, sehingga tidak menimbulkan antagonisme dan persaingan yang tidak sehat pada anak-anak.

Usahakan mencari program yang juga melibatkan anak dalam perencanaan kegiatan dan pengambilan keputusan.

Karena kebanyakan orang dewasa sering kali lupa untuk mendengarkan pendapat anak-anaknya.

Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyuarakan pendapat, belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dimana anak-anak termotivasi untuk berpartisipasi.

Mental anak akan tumbuh baik ketika mereka didengarkan, dihormati dan diizinkan untuk berkontribusi.

Evaluasi rutin adalah bagian penting dari mengikuti program luar sekolah.

Jika anak tidak mendapat manfaat dari sebuah kelas, jangan buang waktu dengan terus mempertahankannya.

Anda sekarang siap untuk mencari aktivitas sepulang sekolah yang sempurna untuk anak Anda. Dengan harapan mereka dapat mencoba sesuatu yang baru. 

Namun, jangan sampai kita lupa bahwa bersenang-senang juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembangnya.

Anak berhak mendapatkan kesenangan dan waktu bermain selama beberapa jam waktu istirahat.

Tetapi ketika saatnya belajar dan bekerja, anak harus serius mengikutinya dan tidak boleh bermain-main.

Wednesday, March 31, 2021

Penting Memperhatikan Perkembangan Anak Saat Ikut Program Luar Sekolah

note thanun on Unsplash - 

Sebelum seorang anak tumbuh menjadi orang dewasa, mereka harus melakukan pengembangan dalam aspek kesehatan fisik, emosional dan mentalnya.

Cara membantu seorang anak untuk mencapai potensi sepenuhnya yaitu dengan mengenali kebutuhan dan kemampuan perkembangan anak.

Agar efektif, program luar sekolah perlu memberikan tugas yang bisa mereka selesaikan selama tahap perkembangan.

Kurva pertumbuhan anak di Amerika Serikat dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu:

1) Anak kecil (usia 3-5)
2) Anak sekolah menengah (usia 6-8)
3) Anak sekolah yang lebih tua (usia 9-12)

Terdapat 4 domain penting dalam perkembangan anak yaitu Domain Fisik, Domain Sosial, Domain Emosional, dan Domain Intelektual.

Masing-masing domain ini perlu dibentuk secara terpisah selama tingkatan fase pertumbuhan anak. 

Program luar sekolah harus berkonsentrasi pada pengembangan setiap domain yang disesuaikan dengan usia anak.

Meskipun anak-anak yang berpartisipasi dalam program ini mungkin memiliki kebutuhan perkembangan dan usia yang sama, jangan harap perkembangan mereka bisa serentak.

Yang artinya anak-anak akan berkembang saat mereka siap. Berikut saya jelaskan 4 domain penting tadi dalam perkembangan anak:

1. Domain Fisik.

Ketika anak-anak masih kecil, mereka ingin menyempurnakan keterampilan yang baru saja mereka pelajari dan mengendalikannya.

Berbagai gerakan seperti melompat, menangkap dan melempar adalah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka.

Sebaliknya, anak sekolah menengah ingin mempelajari keterampilan yang lebih kompleks dan biasanya terlibat langsung dalam olahraga tim.

Saat itu juga adalah waktu yang terbaik untuk mempelajari peraturan dan disiplin dalam kegiatan olahraga.

Anak sekolah yang lebih tua siap untuk kegiatan yang lebih mirip orang dewasa yaitu kegiatan yang membutuhkan struktur dan tingkat disiplin lebih tinggi, seperti menari, senam, kelas musik dan lain-lain.

2. Domain Sosial.

Anak kecil punya kebiasaan untuk mengamati orang lain dan akan tertarik pada perilaku atau permainan yang dilakukan oleh anggota keluarganya.

Mereka akan melakukan persahabatan jangka pendek dan membutuhkan kehadiran orang dewasa untuk membuat mereka merasa nyaman.

Anak sekolah menengah tertarik dengan masyarakat dan akan menyukai perjalanan ke taman, pabrik, gedung, fasilitas publik dan lain-lain.

Mereka ingin tahu bagaimana dan mengapa itu terjadi pada sesuatu yang dilihatnya.

Sedangkan anak sekolah yang lebih tua siap untuk belajar tentang budaya, makanan, dan adat istiadat yang berbeda.

Beberapa dari mereka ada yang ingin melakukan sejumlah pekerjaan sosial.

3. Domain Intelektual.

Anak sekolah kecil akan langsung mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari.

Anak sekolah menengah ingin mempelajari lebih banyak keterampilan dan akan mulai menunjukkan minatnya dalam membaca, drama, dan pemecahan masalah.

Sedangkan anak sekolah yang lebih tua siap untuk meneliti dan menyelidiki.

Mereka senang jika mendapatkan teka-teki dan memikirkan cara menyelesaikannya.

Program luar sekolah perlu memperhatikan minat anak yang disesuaikan pada kondisi setiap anak. 

Mengenalkan anak ke program pelatihan, menyampaikan kebutuhan dan minat anak akan membantu pelatih atau gurunya untuk merencanakan dan menyusun program yang paling berguna bagi anak-anak Anda.