Showing posts with label PAUD. Show all posts
Showing posts with label PAUD. Show all posts

Saturday, April 17, 2021

Bijak Memilih, Anak dan Orang Tua Tidak Perlu Takut Terlalu Banyak Sekolah

Photo by Adam Winger on Unsplash - 

Ketika ibu memutuskan untuk mengambil posisi penting sebagai Kepala Divisi Kantor, kadang anak-anak menganggap itu adalah sebuah masalah.

Karena, jam kantor orang tuanya akan melebihi jam bersekolah anak.

Lagi pula, beberapa anak mengetahui rahasia dari banyak diskusi yang dilakukan oleh orang tuanya tentang apa yang akan mereka lakukan dengan anak-anak.

Pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah solusi, yaitu pergi ke program pendidikan setelah sekolah.

Namun, bukankah itu hal yang bagus?

Di sana anak akan mempelajari hal yang baru, sementara orang tua mereka dengan nyaman bekerja menghasilkan uang.

Anak akan langsung pergi ke kelas lain setelah kegiatan sekolah formal selesai.

Brosur tersebut mengatakan bahwa mereka akan menggunakan kegiatan yang menyenangkan dan metode pengajaran yang inovatif untuk mengisi kekurangan pemahaman anak-anak.

Saya perkirakan, mereka sebagai seorang guru akan menuliskan soal untuk pekerjaan rumah dan anak harus menyalin dan menyelesaikannya.

Ada beberapa kasus di program setelah sekolah, memang inilah yang sering terjadi. Tentu saja, anak-anak terkadang tidak memberi tahu orang tua mereka.

Lalu, bagaimana bisa program itu membantu perkembangan anak?

Mereka hanya pendidik yang telah pintar. Mengantarkan anak-anak ke kelas akan hanya membuat anak menyelesaikan pekerjaan rumah.

Sebagian anak-anak tentu membenci kelasnya. Terdapat juga anak-anak yang merasa bosan, menangis atau bahkan tertidur.

Karena setelah berjam-jam di sekolah, siapa yang ingin menghabiskan waktu sepanjang sore dengan buku pelajaran yang sama?

Tetapi, sebagai seorang anak tentunya tidak punya banyak pilihan dalam hal ini.

Terutama ketika orang tua lain dengan mudahnya memberi tahu anak-anak bahwa gaji ibu yang banyak akan bisa membeli TV atau video game baru.

Maksudnya dengan mengorbankan sebagian waktu, kita akan menangkan beberapa hal.

Kemudian, suatu hari seorang anak berani memutuskan untuk menghindar.

Dia mengatakan bahwa sudah cukup banyak belajar dan menolak untuk pergi ke program setelah sekolah berbasis akademik.

Saat itulah orang tua anak mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres.

Tak lama setelah itu, mereka menempatkan anaknya ke dalam program yang lebih baik. Yaitu program pendidikan non akademik.

Kali ini kelasnya lebih besar, lebih cerah dan entah bagaimana lebih menyenangkan.

Di kelas ini juga memiliki beberapa game yang menarik dan peralatan komputer canggih.

Masing-masing dari murid akan mendapat kesempatan untuk melakukan sesuatu di PC mereka. Saat PC baru saja dinyalakan, semangat yang berbeda mulai terasa.

Entah bagaimana, anak-anak berhasil menyelesaikan pekerjaan di kelas dan sebagian lagi tinggal mereka selesaikan di rumah.

Kemudian tibalah waktunya untuk bersenang-senang dan rata-rata anak merasakannya.

Anak-anak tersebut ada yang terlibat dalam kelas akting, pidato, permainan dan tentu saja juga melukis.

Banyak juga waktu belajar yang dihabiskan hanya untuk memercikkan warna pada lembaran-lembaran kanvas.

Sesekali anak menertawakan lelucon konyol yang benar-benar merupakan puncak dari hari yang menyenangkan.

Anehnya, saat dahulu anak-anak malas untuk belajar dan kini mereka mulai menantikan jadwal program setelah sekolah ini.

Setelah bertahun-tahun dilalui, ketika orang tua pergi bekerja dan meninggalkan anaknya di kelas sampai mereka kembali, mereka tahu betapa pentingnya program setelah sekolah ini.

Mungkin cukup sampai di sini kami bahas tentang pengalaman orang tua dan anak dalam program setelah sekolah.

Saya hanya berharap agar bisa terus menyampaikan hal-hal yang akan merubah generasi menjadi lebih baik.

Dan benar, tentu saja akan banyak membahas tentang dunia pendidikan yang menyenangkan.

Friday, April 16, 2021

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan di Kegiatan Setelah Sekolah

Capturing the human heart. on Unsplash - 

Seringkali ada orang tua yang salah mengartikan kalimat "kegiatan setelah sekolah" ini.

Orang tua mungkin dengan mudah percaya bahwa karena kegiatan ini dilakukan saat pulang sekolah, maka kegiatan tersebut tidak terlalu penting.

Tapi, masih ada satu hal yang mungkin bisa Anda percaya.

Penelitian menunjukkan bahwa anak akan mengasah beberapa keterampilan terbaiknya ketika mereka mengikuti program setelah sekolah.

Itulah mengapa anak yang tidak mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pada umumnya lambat dalam prestasinya dan kurang bersemangat.

Lingkungan belajar yang disediakan pada kegiatan setelah sekolah harus disiplin dan fungsional seperti yang ada di sekolah pada umumnya.

Hal ini terutama berlaku untuk program setelah sekolah yang berbasis pendidikan akademik.

Program setelah sekolah adalah tempat terbaik untuk mengajari anak pentingnya keterampilan hidup seperti manajemen waktu dan penetapan tujuan.

Manajemen waktu adalah keterampilan yang penting, tetapi tidak dapat dicapai dengan mudah.

Anak-anak perlu menerapkan disiplin yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan bangga karena menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dalam jangka waktu tertentu.

Anak-anak akan terus mencari sesuatu hal yang berbeda dalam program setelah sekolah ini.

Maka, lingkungan belajar harus menarik, penuh warna dan informatif.

Gunakan alat belajar seperti bagan, gambar, poster, dan lukisan untuk menghidupkan suasana kelas.

Sumber daya tambahan yang unik atau sumber daya yang tidak biasa tersedia akan membuat kelas menjadi menarik.

Misalnya, saat mengajarkan pelajaran biologi, biarkan anak melihat bakteri yang berjalan-jalan melalui mikroskop atau layar.

Hal ini akan menambah ilmunya dan juga membuatnya semakin semangat mengikuti program setelah sekolah.

Disiplin adalah suatu keharusan ketika anak mengikuti kegiatan setelah sekolah.

Dalam kegiatan yang menyenangkan atau yang berjenis olahraga, akan mudah bagi anak untuk keluar dari barisan dan membuat kekacauan. 

Meskipun anak diizinkan untuk bersenang-senang, mereka harus bisa dibatasi dari perilaku yang tidak sewajarnya.

Cara terbaik untuk menegakkan disiplin adalah dengan menyampaikan aturan-aturan di awal pembelajaran.

Biarkan sejak awal anak mengetahui perbuatan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan

Imbalan adalah bagian yang cukup penting dari proses pembelajaran apa pun.

Tidak perlu mahal-mahal, hadiahnya bisa saja berupa tepukan lembut di punggung atau tepuk tangan tanda penghargaan.

Memotivasi anak Anda untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka adalah dengan menghargai pencapaian mereka.

Mengadakan perlombaan atau kegiatan olah raga, dimana anak-anak dapat menunjukkan kemahirannya adalah sebuah penghargaan tersendiri.

Anak-anak itu mudah bosan, terutama saat mereka menempuh pendidikan.

Tujuan utama dari program akademik adalah mengulang apa yang telah diajarkan di kelas dan memungkinkan anak-anak memahaminya dengan cepat.

Cukup sulit membangkitkan minat anak untuk kedua kalinya, terutama bila anak sudah bosan dengan satu mata pelajaran yang sama.

Cara terbaik untuk menghilangkan kebosanan anak bisa dengan menggunakan teknik yang kreatif.

Bisa saja seperti cerita pembukaan yang dadakan tentang topik apa pun, program kuis, atau tayangan slide.

Di Amerika Serikat kegiatan sepulang sekolah menjadi lebih populer dari hari ke hari.

Orang tua bahkan ingin anak mereka belajar lebih banyak.

Anak-anak juga memiliki insting pencarian pengetahuan yang tak pernah terpuaskan.

Dalam program setelah sekolah, sangat disarankan untuk memberikan perhatian kepada individu dan memuaskan mereka dengan berbagai teknik yang efektif.

Wednesday, April 14, 2021

Keuntungan Program Luar Sekolah Berbasis Pendidikan Akademik

Jeswin Thomas on Unsplash - 

Dalam upaya untuk menjaga anak-anak tetap termotivasi dan aman, Pemerintah Amerika Serikat menginvestasikan sejumlah besar dana untuk membantu pembiayaan program luar sekolah setiap tahunnya.

Laporan dari Departemen Pendidikan dan Kehakiman A.S. menjelaskan bahwa program luar sekolah sangat efektif untuk meningkatkan pendidikan dan menjamin kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Menariknya, yang terjadi di Amerika bahwa masyarakat di sana mau menyediakan program luar sekolah berbasis pendidikan akademik di komunitas mereka sendiri.

Untuk mengatasi masalah keamanan, kebosanan, kesepian dan buruknya kinerja siswa, maka dipertimbangankan perlunya program setelah sekolah atau luar sekolah yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan.

Anak-anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah seringkali terlambat dalam hal kemampuan membaca dan tata bahasa yang baik.

Data statistik membuktikan bahwa jika anak hanya bersekolah dan dibiarkan tanpa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, kemungkinannya mereka akan sulit mendapat nilai baik dan malas untuk bersekolah.

Dana yang disediakan oleh Pemerintah A.S. akan memungkinkan sekolah di pedesaan dan dalam kota bisa menyediakan kegiatan selama musim panas, akhir pekan, dan waktu setelah sekolah lainnya.

Kegiatan seperti ini akan mampu mengarahkan anak-anak ke lingkungan yang bebas narkoba, aman, dan diawasi.

Peningkatan pemahaman anak pada suatu ilmu adalah fokus utama dari kegiatan luar sekolah berbasis pendidikan akademik ini.

Dengan demikian, program ini dapat meningkatkan keterampilan anak dalam berbagai hal.

Sebagian besar program pendidikan luar sekolah berbasis akademik menawarkan bantuan dalam les matematika, membaca, pemahaman konsep, dan pemecahan masalah. 

Banyak dari program seperti ini menyediakan kegiatan menarik yang berupaya untuk mempersiapkan siswanya ke jenjang perkuliahan.

Pengalaman dan praktek langsung juga disediakan untuk anak-anak yang ingin belajar menjadi seorang guru, tutor atau mentor. 

Keuntungan lain dari program ini adalah anak-anak dimudahkan untuk akses telekomunikasi, teknologi, serta keterlibatan dalam musik dan seni.

Semua ilmu dan fasilitas yang didapatkan adalah sesuatu yang tak ternilai harganya.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini sangat berguna terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, di mana kegiatan semacam itu dianggap sebagai kemewahan.

Bagi anak-anak, mereka akan senang ketika mendapatkan uang saku dari orang tuanya dan dianggap sebagai uang jajan tambahan.

Sekolah di Amerika Serikat yang mempunyai program ekstrakurikuler ini berhak menerima dana bantuan untuk operasionalnya.

Sebuah Program Makan Siang Sekolah Nasional di Amerika Serikat juga ditunjuk untuk menganggarkan bantuan makanan.

Makanan ringan gratis atau makanan ringan dengan potongan harga akan disediakan untuk anak-anak dari sekolah yang mengajukan proposal.

The Child and Adult Care Food Program (CACFP) akan mengganti pengeluaran sekolah dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Program bantuan ini hanya berlaku sampai anak berusia 13 tahun.

Dana yang didapat sekolah bergantung pada daerah tempat sekolah itu berada.

Sekolah yang berada di daerah berpenghasilan rendah akan mendapat lebih banyak dana.

Fasilitas makan malam dapat disajikan untuk anak-anak di bawah usia 19 tahun.

Program yang jam belajarnya lebih lama biasanya menyediakan makan malam dan makanan ringan.

Dengan adanya partisipasi dari organisasi swasta, kemungkinan untuk memberi makan anak-anak sekolah saat sarapan, makan malam dan makanan ringan akan lebih besar.

Friday, April 9, 2021

Keuntungan Anak Mengikuti Program Luar Sekolah Bidang Non Akademik

AdriĆ  Crehuet Cano on Unsplash - 

Program setelah sekolah atau program luar sekolah di Amerika Serikat terbagi menjadi 3 yaitu akademik, non akademik dan sosial.

Perkembangan anak yang positif terjadi apabila adanya keseimbangan antara prestasi fisik, mental, dan pendidikan akademik.

Sesuai namanya, program luar sekolah bidang non akademik biasanya diisi dengan kegiatan olahraga dan kesenian.

Beberapa aktivitas fisik yang biasa dijumpai adalah olahraga sepak bola, renang dan basket.

Ada juga lembaga pelatihan lain yang menawarkan kegiatan seperti senam, trekking, dan hiking.

Dalam kegiatan non akademik, anak-anak juga sering diberikan pelatihan singkat tentang pertolongan pertama pada berbagai ancaman.

Program luar sekolah bidang non akademik menawarkan anak-anak kesempatan untuk melepaskan ketegangan dan mengurangi kejenuhan mereka.

Suasana kelas tertutup, hari yang penuh dengan teori, buku pelajaran dan tulisan dapat menyebabkan anak-anak merasa jenuh dan kehilangan semangatnya.

Kondisi ini membuat energi anak-anak tidak tersalurkan dengan baik. Kebanyakan aktivitas anak hanya duduk di kelas dan memperhatikan gurunya mengajar.

Jelas terlihat bahwa aktivitas fisik cukup rendah sepanjang waktu belajar di kelas.

Pikiran yang jenuh, otot yang lesu dan fisik yang lemah karena belajar di kelas bisa diatasi dengan kegiatan non akademik ini.

Meningkatnya kekhawatiran orang tua tentang obesitas dan diabetes pada anak-anak mengharuskan mereka melakukan beberapa olahraga berat agar mengeluarkan keringatnya.

Tidak seperti program pendidikan akademik, program non akademik ini diusahakan agar tidak membebani mental dan pikiran anak-anak. 

Banyak fakta membuktikan bahwa program non akademik bisa menjadikan anak-anak lebih aktif ketika belajar di sekolah.

Seorang anak yang aktif secara fisik juga mempunyai mental yang sehat, sehingga mampu memfokuskan pikiran pada pekerjaan yang ada.

Selain itu, program non akademik biasanya akan mengajarkan anak-anak untuk disiplin, mahir dalam mekanisme kerja tim, dan bermain dengan sportif.

Hal itu adalah pelajaran penting dalam proses pertumbuhan anak-anak.

Dengan semakin banyaknya anak berinteraksi dengan keluarga dan teman-temannya, berarti anak tersebut berada dalam isolasi yang lebih besar.

Banyak anak yang terus berpindah kelas dan tempat tinggal, karena mereka tidak memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat di lingkungannya. 

Di sinilah program non akademik akan memberikan anak-anak banyak ilmu tentang sosial masyarakat.

Lembaga pendidikan non akademik adalah tempat yang nyaman untuk dikunjungi anak-anak bahkan ketika tetangga mereka tidak begitu ramah.

Program Pramuka adalah salah satu program luar sekolah yang sangat baik untuk anak-anak atau remaja Anda.

Belakangan ini, kegiatan berkemah telah dirancang untuk dapat menggabungkan olahraga fisik dengan keterampilan bertahan hidup.

Ditambah lagi adanya permainan edukatif yang mengajarkan anak-anak bagaimana cara menangani keadaan darurat.

Seperti halnya program luar sekolah yang baik, program non akademik dirancang untuk memberikan anak-anak tempat yang aman di mana mereka dapat menikmati beberapa kegiatan kelompok yang menarik bagi mereka.

Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk menjauhkan anak-anak dari pergaulan yang salah dan permasalahan di masyarakat.

Tetapi orang tua perlu berhati-hati saat mendaftarkan anak mereka ke program luar sekolah berjenis non akademik ini.

Karena faktor usia, temperamen dan kekuatan fisik anak adalah sesuatu yang harus diperhitungkan sebelum memilih program yang tepat untuknya.

Sunday, April 4, 2021

Kegiatan Luar Sekolah Telah Jadi Kebutuhan Orang Tua dan Anak di Amerika Serikat

Spikeball on Unsplash - 

Ketika anak telah melaksanakan pembelajaran dan kegiatan olahraga di sekolah, mungkin tampak berlebihan jika kita mendaftarkan lagi mereka pada kegiatan luar sekolah.

Meskipun demikian, program luar sekolah bermunculan cukup banyak dan sebagian besar kelas-kelasnya sudah penuh.

Hal ini menunjukkan bahwa adanya kebutuhan yang nyata pada kegiatan luar sekolah.

Tidak sempatnya orang tua untuk mengawasi anak-anak setiap hari adalah penyebab utama kebutuhan program luar sekolah. 

Contohnya di Amerika Serikat, terlihat bahwa banyak anak yang menghabiskan waktu sekitar 20-25 jam seminggu tanpa pengawasan dan sendirian di rumah.

Dan seperti kata pepatah di sana, "Pikiran yang kosong adalah celah masuknya setan".

Anak yang dibiarkan sendirian di banyak waktu luang, dikhawatirkan akan jatuh ke dalam pertemanan yang salah. 

Penyalahgunaan narkoba, alkohol, tembakau, dan kejahatan lain akan datang menghampiri mereka lebih cepat.

Para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke berbagai program luar sekolah, bertujuan membuat mereka sibuk dengan hal yang positif dan produktif.

Dengan cara ini, anak bebas untuk bersenang-senang dalam kegiatan yang positif dan diawasi dengan baik.

Perilaku kenakalan remaja dianggap sering terjadi pada jam-jam pulang sekolah yaitu antara jam 3 sampai jam 4 sore.

Selama masa itu, anak-anak pasti akan membutuhkan perlindungan.

Mengumpulkan remaja di kelas kesenian, olahraga atau lainnya serta mendorong mereka untuk berperan dalam kegiatan kelompok adalah perlindungan yang cukup.

Kegiatan ini juga akan mengalihkan mereka dari rasa jenuh dan bosan.

Obesitas juga menjadi masalah yang semakin memprihatinkan di negeri ini. Terlihat dari semakin banyaknya anak-anak yang menjadi gumpalan lemak.

Sepulang sekolah, kebanyakan dari mereka akan bersantai di sofa dengan satu bungkus keripik, minuman dingin, atau cokelat sambil menonton televisi.

Di Amerika Serikat sebanyak 30% anak di bawah usia 19 tahun telah mengalami kelebihan berat badan dan sekitar 15% di antaranya mengalami obesitas.

Program luar / setelah sekolah bisa menghilangkan rasa bosan pada anak-anak tersebut dan membuatnya sibuk.

Hal ini juga bisa membantu mengurangi ketergantungan anak pada TV, permainan komputer dan gadget.

Kegiatan luar sekolah yang mempromosikan kesadaran sosial bertujuan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sosial sebagai individu.

Terbukti bahwa program semacam ini tidak hanya menjauhkan anak-anak dari masalah, tetapi juga membantu menghasilkan warga negara yang bertanggung jawab.

Sejauh itu, program luar sekolah dianggap sebagai motor penggerak yang dapat mendorong anak untuk membentuk kepribadian yang hebat.

Waktu terus berjalan, peradaban akan berubah dan orang tua ingin anak-anak mereka bisa berprestasi di bidang akademik dan bidang lainnya.

Hal ini mungkin cerminan dari keinginan orang tua untuk berprestasi pada masa kecilnya tetapi tidak terpenuhi.

Apapun alasannya, para orang tua saat ini mengajak anak mereka mendaftarkan diri dalam berbagai program dan mengembangkan keterampilan hidup mereka.

Anak-anak tampaknya merasa nyaman mempelajari banyak hal pada sesuatu yang disukainya dan memperoleh kepuasan saat mereka berhasil menaklukkannya.

Apalagi kegiatan itu dilakukan secara bersama-sama dengan teman di kelasnya yang itu akan menambah kesenangan anak-anak.

Saturday, April 3, 2021

Bijaklah Menentukan Waktu Kegiatan Luar Sekolah Anak Anda

David Vilches on Unsplash - 

Apakah anak Anda pergi latihan sepak bola sebanyak 5 hari dalam seminggu?

Atau cukupkah latihan sebanyak 3 hari dalam seminggu?

Orang tua biasanya sedikit bingung ketika harus memutuskan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk anak-anak mereka mengikuti kegiatan luar sekolah.

Ada yang berpendapat bahwa karena sebagian besar kegiatan itu menyenangkan, anak-anak akan rajin mengikuti kelas-kelas ini.

Tapi yang dikhawatirkan adalah ketika mereka terlalu banyak mengikuti kegiatan fisik, itu akan membuat anak kelelahan dan sakit.

Berikut ini adalah panduan sederhana di Amerika Serikat yang akan membantu Anda memutuskan berapa banyak waktu kegiatan yang disarankan untuk anak:

1. Usia Taman Kanak-Kanak.

Pada usia ini, anak Anda baru mulai belajar berinteraksi dan mulai terbiasa dengan disiplin. Maka, kegiatan setelah sekolahnya harus sederhana dan tanpa beban.

Satu atau dua kali per minggu mengikuti kelas sudah cukup di awal waktunya.

Setelah anak mulai merasa tenang dan terbiasa, cobalah aktivitas yang lebih menantang seperti belajar musik.

2. Sekolah Tingkat 1.

Kegiatan permainan dan kunjungan taman cukup direkomendasikan sebanyak satu atau dua kali per minggu.

Hindari aktivitas olahraga yang kompetitif, karena anak ini masih terlalu kecil untuk memikirkan antara menang dan kalah. 

Setelah kesibukan sehari penuh belajar di sekolah, anak membutuhkan kegiatan yang sehat untuk menyalurkan energinya yang terpendam.

Aktivitas fisik dan olahraga non kompetitif adalah yang terbaik untuk usia ini.

2. Sekolah Kelas 2.

Anak Anda sudah cukup dewasa untuk menyuarakan pendapat tentang kegiatan apa yang dia inginkan. 

Olahraga, skating, berenang, atau komputer adalah kegiatan yang biasa disukainya. Maka, Anda bisa arahkan dia ke sana.

Banyak juga anak yang memulai pelajaran musik pada usia ini.

Jangan lupa berikan anak Anda kebebasan di mana dia dapat bersantai dan melakukan apa pun yang dia inginkan dengan sendirinya.

3. Sekolah Kelas 3.

Sosialisasi mulai menjadi pusat perhatian anak pada tingkat kelas 3. Maka, olahraga tim adalah salah satu pilihan yang tepat.

Mengembangkan keterampilan motorik, melukis, menggambar dan yang lain juga bagus untuk anak pada usia ini.

Biarkan anak-anak menjelajahi bidang minatnya. Namun sediakan waktu yang cukup untuk dia berkumpul bersama keluarga dan bermain dengan teman-temannya.

4. Sekolah Kelas 4.

Pada usia kelas 4, anak akan memberi tahu Anda apa yang dia suka. Ia perlu terlibat dalam aktivitas yang akan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Hal ini juga akan membantunya mengelola emosional, karena pada saat itulah tekanan sosial mulai meningkat. 

Waspadalah terhadap masalah pekerjaan rumah yang diberikan gurunya. Anak Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar.

Sangatlah penting menentukan waktu yang tepat bagi anak untuk mengerjakan tugas sekolah dan aktivitas lainnya.

5. Sekolah Kelas 5.

Anak kelas lima itu penuh dengan energi dan ingin melakukan apa saja. Dia mungkin dengan mudah mengabaikan pelajaran di sekolahnya.

Jadi, perlu pengawasan ketat tentang apa saja yang dilakukan anak Anda. Luangkan satu atau dua hari libur untuk waktu bersama keluarga dan aktivitas bermain.

Pada usia ini adalah waktu yang tepat untuk membuat anak Anda tertarik pada pengabdian masyarakat.

6. Sekolah Menengah.

Saat memasuki sekolah menengah, jauhkan dia dari berlama-lama menonton TV. Ajak anak Anda terlibat dalam aktivitas yang mendorong pembelajaran.

Prestasi akademis dapat ditingkatkan dengan mengajak remaja Anda untuk bergabung dengan klub belajar seperti Pramuka, klub bahasa, klub catur, dan lainnya.

Sebagai aturan umum di Amerika Serikat, sebanyak 16-20 jam aktivitas ekstrakurikuler anak dalam seminggu sudah lebih dari cukup.

Tapi perhatikan tanda-tanda saat dia mulai kelelahan.

Apa yang Anda pilih untuk anak dan berapa lama dia harus mengerjakan kegiatan, pada dasarnya ditentukan oleh temperamen masing-masing anak.

Sebagai orang tua, Anda harus mengamati anak Anda dengan cermat dan mendasarkan keputusan Anda pada umpan balik dari anak itu sendiri.

Friday, April 2, 2021

Cara Menilai Efektivitas Kegiatan Luar Sekolah Agar Anak Pintar dan Kreatif

Jerry Wang on Unsplash - 

Seperti yang kita tahu bahwa ada begitu banyak aktivitas yang ditawarkan program luar sekolah dan hampir semuanya terlihat bagus.

Akan lebih membingungkan lagi ketika ada lebih dari 2 kegiatan yang bagus dan itu disukai oleh anak Anda.

Jadi, bagaimana Anda mengukur nilai dan efektivitas dari masing-masing kegiatan ini?

Saya tahu tentu Anda menginginkan aktivitas yang disukai anak-anak.

Tetapi kita tidak bisa terus membuang waktu anak-anak hanya untuk bersenang-senang, bukan?

Jadi, harus ada keuntungan dan pengetahuan yang bisa didapatkan dari sana ketika mereka mengikutinya.

Di bawah ini adalah beberapa daftar karakteristik yang harus dimiliki setiap lembaga pendidikan luar sekolah.

Hal pertama yang harus dilihat adalah kejelasan tujuan dan sasaran program tersebut. Apa saja kegiatan yang ditawarkan kursus ini?

Bagaimana cara mereka untuk mencapai hasil yang terbaik?

Berapa banyak anak dalam satu kelompok belajar?

Cara mengetahuinya yaitu Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan ke sekolahnya.

Sama seperti ketika ingin membuat kue yang enak, Anda harus memahami bahan-bahan dan cara pembuatannya.

Kegiatan luar sekolah yang baik akan memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep yang cukup kompleks.

Hal ini juga berlaku untuk kegiatan yang berjenis non akademik seperti kesenian, olahraga dan kegiatan sosial.

Contohnya saat belajar melempar bola atau menari, anak-anak harus menyesuaikan gerakan dan iramanya.

Apa pun aktivitas yang dikerjakan, anak harus didorong untuk lebih kreatif, memahami konsep bahkan menemukan konsep yang baru.

Kegiatan yang cukup menantang tidak hanya bisa mencegah kebosanan pada anak, tetapi juga dapat membangun kepercayaan dirinya.

Pengembangan keterampilan akademik, pribadi dan sosial merupakan salah satu tujuan utama dari kegiatan luar sekolah.

Seiring perkembangan keterampilan yang dimilikinya, harga diri anak juga akan terus meningkat.

Tujuan lain kegiatan luar sekolah adalah meningkatkan kompetensi agar menjadi lebih baik.

Kegiatan luar sekolah yang baik dan efektif akan meningkatkan kualitas hidup para remaja.

Menjadikan mereka tumbuh lebih kuat baik secara fisik, mental dan emosional.

Keselamatan adalah salah satu faktor penting dari kegiatan setelah sekolah atau luar sekolah ini.

Lembaga tersebut harus memiliki staf yang berkualifikasi khusus, memadai dan mempunyai tingkat kewaspadaan yang baik.

Jangan pernah menempatkan anak Anda dalam program dimana tingkat keamanan dan keselamatannya rendah.

Mereka harus memiliki staf yang ramah dan bisa membangun hubungan yang positif dengan anak tersebut.

Secara garis besar, program harus memiliki staf yang profesional, terlatih dan senang berinteraksi dengan anak-anak.

Lembaga atau kursus tersebut harus memelihara sikap kooperatif dan suportif serta terstruktur dengan baik.

Partisipasi dan kolaborasi dalam proses belajarnya harus diutamakan, sehingga tidak menimbulkan antagonisme dan persaingan yang tidak sehat pada anak-anak.

Usahakan mencari program yang juga melibatkan anak dalam perencanaan kegiatan dan pengambilan keputusan.

Karena kebanyakan orang dewasa sering kali lupa untuk mendengarkan pendapat anak-anaknya.

Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyuarakan pendapat, belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dimana anak-anak termotivasi untuk berpartisipasi.

Mental anak akan tumbuh baik ketika mereka didengarkan, dihormati dan diizinkan untuk berkontribusi.

Evaluasi rutin adalah bagian penting dari mengikuti program luar sekolah.

Jika anak tidak mendapat manfaat dari sebuah kelas, jangan buang waktu dengan terus mempertahankannya.

Anda sekarang siap untuk mencari aktivitas sepulang sekolah yang sempurna untuk anak Anda. Dengan harapan mereka dapat mencoba sesuatu yang baru. 

Namun, jangan sampai kita lupa bahwa bersenang-senang juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembangnya.

Anak berhak mendapatkan kesenangan dan waktu bermain selama beberapa jam waktu istirahat.

Tetapi ketika saatnya belajar dan bekerja, anak harus serius mengikutinya dan tidak boleh bermain-main.